Sekda Pastikan Kapuas Hulu Aman

Sekda Pastikan Kapuas Hulu Aman

  Rabu, 7 September 2016 10:02

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Pemangkasan anggaran yang dilakukan Pemerintah Pusat terhadap anggaran belanja pemerintah dan dana transfer daerah sebesar Rp133,8 triliun pada APBN-P 2016, ternyata tidak berdampak terhadap Kapuas Hulu. Hal tersebut dipastikan sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Hulu, Muhammad Sukri.

 
Dijelaskan Sekda jika pemangkasan anggaran dilakukan kepada kabupaten/kota yang penyerapan anggarannya di bawah 30 persen. Sementara, dia menegaskan bahwa untuk Kapuas Hulu sendiri penyerapan anggarannya di atas 30 persen.

Ia tak memungkiri jika Kalbar menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan pemangkasan anggaran tersebut. “(Namun) Kapuas Hulu dipastikan aman dari pemangkasan anggaran yang dilakukan Pemerintah Pusat. Karena penyerapan anggaran Kapuas Hulu di atas 30 persen,” tukasnya.

Lebih lanjut Sukri menjelaskan, Kalbar merupakan salah satu provinsi yang terkena pemangkasan anggaran, tapi tidak semua kabupaten di Kalbar dilakukan pemangkasan anggaran. “Tidak semua kabupaten/kota yang kena pemangkasan anggaran," ucapnya.

Dikatakannya, pemangkasan anggaran dilakukan hanya kepada kabupaten yang penyerapan anggarannya rendah, yakni di bawah 30 persen.

Walaupun tidak tahu persis kabupaten/kota mana saja di provinsi ini yang terkena pemangkasan anggaran, namun dia menyebutkan ada beberapa. Di antaranya disebutkan dia yakni Sanggau, Kubu Raya, Pemprov Kalbar, Melawi, dan lainnya. Menurutnya, bagi kabupaten yang mendapatkan pemangkasan dana transferan ke daerah, akan mengalami kesulitan. Kesulitan yang dimaksudkan dia utamanya dalam melakukan pembayaran terhadap pengerjaan pembangunan yang dilaksanakan oleh para kontraktor.

"Jika pengerjaan pembangunan belum selesai dikerjakan, dapat dilakukan pembayaran adendum," katanya.

Sementara itu, kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kapuas Hulu, Mohd Zaini, menegaskan bahwa mereka menargetkan mendapatkan pendapatan dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp40 miliar. Tetapi, diakui dia pula, dari target tersebut yang tercapai hanya 75 persen dari target.

Dikatakannya, sebelumnya pihaknya memperkirakan akan mendapatkan penambahan pendapatan yang cukup besar dari hak guna usaha (HGU) Perkebunan. Namun kenyataannya, dia menyayangkan tak bisa terealisasi dalam tahun ini.

"Pendapatan dari HGU Kebun, nampaknya tidak bisa terealisasi dalam tahun ini," katanya. Tetapi dia yakin PAD Kapuas Hulu akan meningkat dari tahun sebelum dari sektor lain.(aan)

 

 

 

 

 

Berita Terkait