Sejumlah Logistik Kurang

Sejumlah Logistik Kurang

  Kamis, 18 April 2019 09:15
GUNAKAN SUARA: Sejumlah warga Kubu Raya menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2019 | Ashri

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Ketua Komisi Pemilihan Umum Kubu  Karyadi menilai proses pencoblosan Pemilu tahun 2019 di Kubu Raya secara umum berjalan aman dan lancar. “Sementara waktu untuk proses pencoblosan berjalan lancar, namun ada beberapa informasi yang saya dapat di lapangan ada sejumlah logistik yang kurang seperti form C1. Begitu mengetahui ada kekurangan logistik sejumlah perwakilan TPS  langsung berkoordinasi dengan KPU untuk mengambil kekurangan logistik yang diperlukan,” kata Karyadi kepada Pontianak Post, Rabu (17/4) saat ditemui di gudang logistik KPU Kubu Raya jalan Adisucipto Sungai Raya. 

Form C1 sendiri, kata dia, digunakan saat proses penghitungan surat suara. “Jadi tadi sudah diantisipasi dengan semua tim KPU untuk terus memonitoring di 9 kecamatan, sembari membawa kekurangan-kekurangan logistik seperti form C1 dan sejenisnya yang ada di setiap TPS,” jelasnya. 

Kendati mengaku berjalan lancar, namun kata Karyadi untuk surat suara, hingga Rabu siang ditemukan beberapa TPS yang memiliki surat suaranya tidak sesuai dengan jumlah DPT.  Misalnya saja terdapat kelebihan dan kekurangan sejumlah surat suara. “Kekurangan surat suara ini sebenarnya tidak masalah, namun KPPS tetap mencatat suarat suara sesuai yang diterima. Kalau ternyata  semua pemilih datang ke TPS, namun surat suaranya kurang, diperbolehkan KPPS tersebut berkoordinasi dengan TPS lain untuk meminjam surat suara yang berlebih di TPS lain, namun peminjaman surat suara ini harus melalui berita acara dan sepengetahuan Panwas setempat,” paparnya. 

Karyadi menerangkan, jika hingga hari pencoblosan masih terdapat warga yang belum mendapatkan undangan dari pihak penyelenggaran Pemilu, namun namanya telah tercantum dalam daftar pemilih tetap, maka warga yang bersangkutan bisa langsung mendatangi TPS setempat. “Kalau tidak ada undangan, tapi sudah terdaftar di DPT langsung saja datang ke TPS dengan membawa  identitas diri seperti KTP dan sejenisnya,” jelasnya. 

Disinggung mengenai antisipasi terjadinya kecurangan saat proses perhitungan surat suara, kata Karyadi hal tersebut sejak awal telah diantisipasi. “Di tingkat TPS itu sudah ada pengawas TPS, di tingkat desa ada panitia pengawas desa, artinya kita juga dihadiri saksi, maka proses penghitungan suara dilakukan sesuai dengan penghitungannya mulai dari presiden, DPR RI, DPD, DPR Provinsi dan DPRD kabupaten/kota,” paparnya. 

Karyadi menambahkan, saat penghitungan suara ada proses tally, untuk mencegah terjadinya kekurangan, maka kata dia semua saksi, awak media, termasuk masyarakat yan ada disekitar TPS diperbolehkan merekam atau mendokumentasikan hasil C plano. “Ini salah satu menjadi bukti kuat dan menghindari terjadinya kecurangan di lapangan. Setelah selesai dilakukan penghitungan suara, kami secepatnya juga akan mengambil salinan C1 untuk di scan dan di upload di website KPU, dari hasil inilah sebenarnya bisa ketahuan hasil perolehan suaranya,” paparnya. 

Melihat secara umum cukup baiknya antusias masyarakat Kubu Raya menggunakan hak suaranya membuat Karyadi optimistis jika terdapat peningkatan jumlah partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suaranya pada Pemilu tahun 2019 ini. 

“Kami tentunya berharap proses hingga selesainya pemilihan umum ini tetap terus berlangsung dengan aman dan lancar. Boleh saja berbeda pilihan, namun semangat persatuan dan kesatuan kita sebagai warga negara Indonesia harus terus kita jaga,” pungkasnya. 

Ditemui usai  menggunakan hak suaranya, warga Desa Arang Limbung, Suryati mengaku antusias bisa kembali berpartisipasi dalam Pemilu 2019. “Sebagai warga yang baik, sudha seharusnya kita terlibat langsung menentukan siapa yang bakal memimpin bangsa ini. Siapapun pemimpinnya nanti, tentu sebagai warga  saya berharap bisa membawa perubahan  yang lebih baik  bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,”  harapnya.  (ash)  

Berita Terkait