Sejarah Baru Untan, Raih Akreditasi A

Sejarah Baru Untan, Raih Akreditasi A

  Selasa, 9 April 2019 21:10

Berita Terkait

SETELAH hampir 60 tahun berdiri, Universitas Tanjungpura berhasil mendapatkan akreditasi “A” melalui keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dari hasil akreditasi ini, Untan masuk ke dalam jajaran papan atas perguruan tinggi swasta dan negeri Indonesia. “Kita berharap perolehan akreditasi A ini akan membuat Untan untuk mendapatkan prestasi-prestasi lebih lanjut di bidang riset dan bisa lebih banyak lagi mendatangkan mahasiswa internasional untuk belajar di tempat kita," ujar Rektor Untan Prof Dr Thamrin Usman DEA. 

Dia menambahkan dengan diperolehnya akreditasi A ini bukan berartu Untan akan berhenti menanjak. Saat ini, kata dia, pihaknya tengah mengejar pengakuan internasional, dan menuju world  class university. "Syukur Alhamdulillah Untan sudah meraih akreditasi A. Ini merupakan pengakuan pihak eksternal terhadap eksistensi dan kerja keras selama ini. Tetapi Untan tidak akan berhenti di sini,” kata dia.

Untan juga tengah mengejar status PTN-Badan Hukum. Walaupun baru pada tahun 2015 lalu Untan sudah mencapai level PTN berstastus Badan Layanan Umum, dengan memiliki infrastruktur modern. Kampus ini sendiri tengah menanjak. Untan sudah mencapai peringkat 42 nasional perguruan tinggi negeri se Indonesia oleh Kemenristekdikti.

Untan juga menjadi perguruan tinggi di Pulau Kalimantan. Sementara pada peringkat zona integritas, dari seluruh PTN di Indonesia, Untan meraih peringkat 1 untuk komitmen wilayah bebas korupsi dan wilayah bersih melayani.  Untan juga meraih penilain laporan keuangan wajar tanpa pengecualian. Adapun pada bidang keterbukaan informasi pblik Untan mendapatkan peringkat 2 nasional.

Pada reformasi birokrasi dan inovasi pelayanan publik, Untan memiliki sistem informasi akademik berbasis website dan aplikasi mobile bernama siakad.untan.ad.id. Adapula pusat informasi digital; pwa.unan.ac.id. Sementara sistem manajemen abesensi juga sudah berbasis lokasi. Untuk jenang karir SDM-nya Untan menerapkan betul merit system.

Untan juga mampu menghadirkan pendidikan bermutu. Selama periode 2017-2019 akreditasi “A”program studi Untan meningkat hingga 133 persen. Pada periode 2015-2018 jumlah prodi terakreditasi “B” meningkat 63 persen. Sebagai informasi, saat ini Untan memiliki 9 fakultas, 95 prodi, dengan 34.493 mahasiswa.

Sementara pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, Untan fokus pada empat bidang penelitian, yaitu pangan, energi, kesehatan dan sosio-humaniora. Untan juga berjuang melawan stunting di Kalbar dengan pengembangan produk pangan lokal fermentasi kaya nilai gizi.

Untan juga melakukan pertukaran dosen dengan Universitas Poitiers Prancis dan Universitas Leicester Inggris. Para mahasiswa dikirim untuk magang Kawakami-Mura, Nagani, perusahaan teknologi pertanian di Jepang. Untan juga melakukan akselerasi jumlah doktor dan guru besar. salah satunya dengan mengirimkan 31 dosen ke Kansas State University, Amerika Serikat. Untan juga menjalin kerjasama antarnegara lainnya, misalnya Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Bekerjasama dengan Universitas Guangxi.

Selain itu, Untan juga menggelar kelas siber bekerjasama dengan Pemkab Bengkayang dalam program sarjana bagi SDM guru. Perpustakaan Untan juga sudah terintegrasi modul e-learing pada Spada Indonesia. Untan juga memilki library e-library milik Amerika Serikat dan Perpustakaan Nasional. Untan juga punya dana abadi Rp20 M yang sudah masuk tahun kedua untuk mendukung percepatan peningkatan mutu pendidikan.

Prestasi mahasiswa Untan juga mentereng. Untan meraih tiga besar Indonesia Next 2019 Goes to Tokyo, Beasiswa Kativis Bakti Nusa, Juara 1 Nasional Wirausaha Muda Mandiri bidang usaha Sosial, Juara Umum Festival tari Borneo VII Antarnegara, Medali Peruggu Jakarta Dragon Boat Festival. Untan juga memiliki berbagai UKM andalan, yaitu UKM Terjun Payung dan UKM Orkestra, keduanya yang pertama di Indonesia.

Kerjasama Untan telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol, Polandia, Swedia, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, Singapura, Filipina dan banyak negara linnya. Untan juga memiliki banyak pusat bahasa asing; Kedai Prancis, British Culture & Learing Center, Japan Corner, Pusat Bahasa Mandarin, American Corner dan PTE-Academic Test Centre. Untuk menuju world class university Untan juga membuka penerimaan mahasiswa internasional dengan penyediaan fasilitas dormitory untuk international student.

Berbagai riset penting dengan isu besar berkolaborasi dengan institusi dunia juga sedang dijalankan. Misalnya keikutsertaan Untan dalam GHaNA projecy yang didanai Eruropean Union Research and Innovation Programme Genus Haslea, New Marine Resoerces for Aquaculture. Pada riset industri Untan juga bekerjasama denga Batan dalam hal pembangkit listrik tenaga nuklir.

Sementara kerjasama dengan KRICT Korea Selatan meneliti pemanfaatan Gas CO2 di blok Natuna-Sambas. Untan juga bkerjasama dengan Hyundai dan LG dari Korea Selatan dalam mengembangkan industri biodiesel di Kalbar. Inovasi lainnya adalah adanya Riset Inovasi Unggulan dan Pusat Hak Kekayaan Intelektual, Halal Center, Inkubator Bisnis Teknologi dan Untan Mart.

Civitas akademika Universitas Tanjungpura , dan masyarakat Kalimantan Barat secara umum juga patut berbangga. Kampus ini memiliki komplek gedung baru yang modern dan megah. Thamrin Usman mengatakan fasilitas modern ini akan berimbas pada kemajuan bagi Untan. “Ada dua faktor utama dalam membangun kampus yang berkualitas, yaitu infrastruktur berupa fasilitas studi dan riset. Dan ke dua adalah SDM. Dengan adanya fasilitas ini, maka Untan akan meningkat kualitasnya,” pungkas dia. (ars)

Berita Terkait