Segel Perusahaan Akhirnya Dibuka

Segel Perusahaan Akhirnya Dibuka

  Jumat, 21 June 2019 14:57
DIALOG: Polres Landak mediasi pembukaan Penyegelan kantor PT Putra Indotropical (PI), Kamis (20/6). ISTIMEWA

Berita Terkait

NGABANG – Polres Landak menjadi penengah dalam kasus Penyegelan kantor PT Putra Indotropical (PI), Kamis (20/6).

Hadir dalam mediasi tersebut Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio yang diwakili Kabag Ops KOMPOL Asmadi, S.IP, MM dan dari perusahaan diwakili oleh Uus selaku Manager Humas serta dari pihak petani Plasma diwakili oleh kuasa hukum Markus.

Saat dialog mulai dilakukan, Kabagops Kompol Asmadi menghimbau agar dalam pembicaraan harus saling menghormati dan bergantian memberikan usul sarannya. "Kehadiran Polisi disini adalah untuk memastikan dan menjamin keamanan agar tidak terjadi tindak pidana yang dapat merugikan kedua belah pihak,” jelas Kabag.

Di kesempatan tersebut kuasa hukum petani plasma menyampaikan tuntutan dengan mengutamakan pembagian plasma yang 20% untuk petani. "Petani tetap menuntut perusahaan agar menyerahkan pengelolaan plasma dengan pola 20% sesuai perjanjian awal kemitraan," ujar Markus selaku kuasa hukum petani plasma.

Disamping tuntutan kuasa hukum juga menyampaikan bahwa jika perusahaan ingin menggunakan Kantor PI yang disegel harus terlebih dahulu membayar hukum adat Dayak sebesar Rp.65.000.000, gaji karyawan yang tertunda selama 3 bulan juga harus dibayarkan," Lanjut Markus menyampaikan tuntutan petani plasma.

Sementara itu dari pihak perusahaan yang diwakili, Uus menyatakan bahwa pengelolaan kebun plasma petani untuk dikelola sendiri oleh petani plasma, tidak menjadi kewenangannya melainkan harus dibicarakan dan dibahas bersama sama dengan instansi pemerintah yang terkait.

"Untuk mengelola sendiri lahan sawit petani plasma kita harus bahas dan bicarakan dengan dinas Perkebunan Kabupaten Landak dan memerlukan waktu, tidak dapat diputuskan sekarang," pungkas Uus.

Dialog berjalan alot dan sangat panjang hingga suasana memanas, namun situasi tetap kondusif dibawah kendali Kasat Intel Polres Landak. Dialog selesai dan tidak menemukan titik temu, seluruh petani plasma membubarkan diri dan kembali ketempat masing-masing. (mif)

Berita Terkait