Sebulan Penuh di Bulan Ramadhan, Karolin Keliling Hadiri Buka Puasa Bersama

Sebulan Penuh di Bulan Ramadhan, Karolin Keliling Hadiri Buka Puasa Bersama

  Sabtu, 16 June 2018 18:26

Berita Terkait

Calon Gubernur Kalimantan Barat periode 2018-2023, Karolin Margret Natasa (36) ikut merasakan kebahagiaan dengan semangat berpuasa yang dijalankan oleh umat muslim di Kalbar. Kurang lebih 29 hari, dia berkeliling Kalbar selama puasa dan berbuka puasa bersama masyarakat muslim. 

“Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Saya juga ikut mendoakan, semoga segala amal ibadah yang dijalankan saudara saya, umat muslim bisa diterima oleh Tuhan YME," kata Karolin saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama masyarakat Kecamatan Pontianak Utara di  Jl.Kebangkitan Nasional, Kota Pontianak, Kamis (14/6/18).
    
Karolin juga mengucapkan terimakasih kepada umat muslim Kalbar, dimana selama kegiatan kampanye dialogis dan buka puasa bersama, bisa menerima kehadiran dirinya dan memberikan masukan kepadanya, terkait berbagai permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat.
    
"Satu bulan full, kami dan tim, keliling Kalbar selama Ramadhan ini, dan ini tentu memberikan kesan yang mendalam kepada kami, terlebih kepada saya. Saya bisa merasakan kehangatan masyarakat muslim dan ini membuktikan bahwa Kalbar benar-benar harmonis dan harus terus kita pertahankan," tuturnya.

Karolin juga memastikan akan tetap melanjutkan kegiatan Silaturahmi Ramadan, saat dirinya dipecayakan masyarakat untuk memimpin Kalbar nanti. Kegiatan itu juga sepuluh tahun terakhir dilakukan pemerintah provinsi Kalbar dibawah kepemimpinan Cornelis dan Christiandy.
    
Selain Silaturahmi Ramadhan selama bulan puasa, Karolin dan Gidot juga akan melanjutkan kebiasaan yang dianggap sepele namun berdampak besar pada kerukunan hidup antar umat beragama di daerah ini. Misalnya memasang pernak-pernik khusus pada hari besar keagamaan.
    
"Mungkin rakyat Kalbar sudah tahu semua, jika di Istana Rakyat atau rumah dinas Gubernur Kalbar, setiap perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Natal dan Imlek, selalu ada pernak-pernik khas di sana. Ini hal kecil, tapi dampaknya cukup besar, karena itu adalah simbol-simbol penting yang harus ada dan terpasang di rumah pimpinan daerah," pungkas Karolin. (tim)

Berita Terkait