Science Project For Children

Science Project For Children

  Minggu, 2 Oktober 2016 10:55
TEACHER: Walaupun harus bekerja keras menciptakan alat peraga dan menyiapkan bahan cerita agar bisa dimengerti oleh anak-anak kecil, tapi ketika sudah dipraktekkan dan melihat respons begitu antusias, semua terbayarkan buat Dora! We teach, we care, and we love this earth !

Berita Terkait

Aktif terjun di bidang lingkungan hidup memang bukan hal baru bagi Aldora Helsa Goewyn. Perannya sebagai Runner Up 1 Duta Lingkungan Hidup Kota Pontianak 2014 lalu, membuatnya semakin bersemangat untuk terus menjaga dan mencintai lingkungan. Kini, meski masih tercatat sebagai mahasiswa semester 5 di sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Pontianak. Dirinya juga aktif sebagai guru di salah satu TK swasta Pontianak. Di sini ia pun memulai untuk mengenalkan dan memberi pemahaman kepada murid-murid kecilnya mengenai peranan dalam menjaga lingkungan.

Lewat sebuah science project yang ia ciptakan sendiri, Dora pun mendapat antusias dari murid-murid kecil kesayangannya. “Saat itu anak-anak antusias sekali untuk belajar lingkungan. Nggak hanya memberi pemahaman, kita pun saling tanya jawab. Bahkan ada salah satu anak yang sempat nyeletuk untuk bercita-cita membuat tempat pembuangan akhir sampah Pontianak jauh lebih baik dan bersih,” tutur cewek 19 tahun ini.

Jadi, jangan heran jika ia memilih mengirimkan aksi pengenalan efek rumah kaca dengan alat peraga boneka kepada murid-muridnya sebagai aksi positifnya di Zetizen. “Memberi pemahaman kepada ortu aja sulit, apalagi buat anak TK. Meski nggak banyak yang mau mengajar, tapi aku berusaha untuk mencoba. Toh, nggak ada salahnya. Bersyukurnya mereka sangat antusias dan terkadang juga menunggu-nunggu cerita apalagi yang akan aku bagikan, khususnya tentang lingkungan,” cuap Dora antusias.

Science project yang ia gunakan ini asli buatannya sendiri lho! Bahkan doi hanya membutuhkan waktu satu hari. Awalnya sih doi sempat kebingungan untuk memberi pengenalan. Secara banyak banget kosa kata maupun bahasa ilmiah yang mungkin sulit dicerna anak-anak. Rencananya, Dora juga berkeinginan untuk membawa science project ini saat bertandang ke Surabaya, 14-16 Oktober mendatang. Meski terbilang sederhana, tetapi ia ingin menerapkan untuk mencintai lingkungan mulai dari usia dini (di bawah 5 tahun) hingga dewasa nanti. Dora juga memiliki keinginan yang besar untuk menerapkan ke tingkat yang lebih tinggi, yakni SD, SMP dan SMA/SMK.

FYI, tema lingkungan emang menjadi favorit teman-teman seluruh Indonesia saat mengirimkan aksi, termasuk juga di Pontianak. Tapi aksi lingkungan yang diusung Dora ini terlihat lebih menarik dan berbeda dari kebanyakan. Hal ini dikarenakan Dora memang lebih mengimplementasikan objeknya ini kepada anak-anak TK berusia di bawah 5 tahun. Ibaratnya, Dora ingin mengajarkan untuk mencintai lingkungan sejak usia dini.

Dora pun berharap kedepannya Zetizen tetap bisa menjadi wadah yang baik buat remaja yang memiliki keinginan untuk menunjukkan bahwa setiap provinsi di Indonesia memiliki pemuda-pemudi yang hebat, tentu dengan aksi positif yang dimiliki masing-masing. (ghe)

 

Berita Terkait