Satu Warga Tewas Akibat Banjir Mandor

Satu Warga Tewas Akibat Banjir Mandor

  Sabtu, 8 June 2019 17:24

Berita Terkait

NGABANG - Banjir melanda Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak Sabtu (8/6). Tingginya intensitas curah hujan sejak Jumat (7/6) siang menyebabkan sungai Mandor meluap. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir tersebut.

Heru Gunawan (19) warga Desa Mandor Kecamatan Mandor ditemukan tak bernyawa oleh beberapa kerabatnya di bawah kolong rumah. Kapolsek Mandor, IPTU Anuar syarifudin menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh Nanda, Iwan dan Gilang, kerabat almarhum. Saat itu korban bersama Nanda dan berberapa kerabatnya tengah mandi di areal sekitar rumahnya yang terkena banjir. Selang berberapa saat kemudian korban terlihat oleh Nanda sedang menyelam di dekat rumahnya. Namum korban tak kunjung muncul. 

Ketiganya pun berinisiatif untuk melihat di bagian belakang rumah korban terlihat kaki korban. Mereka mencoba menolong, namun korban tidak dapat dikeluarkan dari bawah kolong rumahnya. Kemudian iwang berteriak dan meminta tolong pada warga sekitar dan berberapa warga menolong korban. 

"Korban lalu dibawa ke Puskesmas Mandor, namun korban tidak dapat diselamatkan," terang Kapolsek dihubungi Pontianak Post, Sabtu (8/6).

Banjir Meluas
Sedikitnya 70 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. Tiga KK di Desa Mandor diharuskan mengungsi. Selain itu 2 warga dilarikan ke Puskesmas Mandor karena sakit. Banjir juga merendam sebagian Dusun Pak Piang. Selain menggenangi rumah warga, derasnya arus sungai juga hampir merobohkan sebuah rumah yang berada di bantaran sungai Mandor.

Warga pun mulai diarahkan untuk mengungsi di masjid dan kantor desa. "Terdapat tiga kepala keluarga, kemudian ada dua lagi warga yang kita bawa ke Puskesmas karena juga sakit mereka,” ungkap Kepala BPBD Landak, Banda Kolaga dihubungi lewat pesan singkat whatsapp.

Sementara untuk bantuan bagi korban Banjir dari Pemerintah Kabupaten Landak, Menurut Robertus Harianto pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak untuk mendapatkan bantuan perahu karet dan bahan makanan.

Seain di Kecamatan Mandor, Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, banjir di Kabupaten Landak juga terjadi di empat Kecamatan lainnya yaitu Ngabang, Air Besar, Kuala Behe, dan Sengah Temila. 

Khusus di Kecamatan Ngabang, debit air terus meningkat Sabtu (8/6) pagi. Meski begitu belum ada laporan warga yang mengungsi. Ia juga mengimbau kepada warga yang bermukim di bantaran sungai untuk waspada banjir terlebih curah hujan di wilayah perhuluan masih tinggi. 

"Kami telah menurunkan sejumlah personel di sejumlah titik banjir untuk mengevakuasi korban," terangnya. (mif)

Berita Terkait