Satu Kursi SBMPTN Direbut Delapan Orang

Satu Kursi SBMPTN Direbut Delapan Orang

  Rabu, 1 June 2016 09:30
TES SBMPTN: Suasana di dalam ruangan tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Selasa (31/5). Sejumlah calon mahasiswa baru tampak fokus serta serius mengisi semua soal. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Sebanyak 12.420 peserta mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016, Selasa (31/5) kemarin di Kalimantan Barat. Ujian di wilayah Panitia Lokal (Panlok) 7, Universitas Tanjungpura Pontianak dilaksanakan di beberapa lokasi, untuk memperebutkan kuota sebanyak 1.446 kursi. Artinya satu kursi di PTN akan direbutkan oleh delapan hingga sembilan peserta.

“Dari 12.420 peserta yang ikut ujian hanya akan diambil 1.446 orang saja,” ungkap Koordinator Humas SBMPTN Untan 2016, Ida Fitria, Selasa (31/5).

Selain di Untan, ujian wilayah Panlok 7 juga dilaksanakan di beberapa tempat, yaitu SMA Santun Untan, SMAN 1 Pontianak, MAN 2 Pontianak, SMK 5 Pontianak, SMA Islamiyah Pontianak.

Dia menjelaskan, SBMPTN 2016 adalah seleksi yang dilakukan oleh PTN secara bersama di bawah koordinasi Panitia Pusat. Dengan seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak atau paper based testing dan menggunakan komputer atau computer based testing, serta kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.

Ada tiga  kelompok materi yang diujikan, yakni Sains dan Teknologi (Saintek), Sosial dan Humaniora (Soshum) dan campuran. Setiap peserta dapat mengikuti tiga kelompok ujian tersebut. Dari 12.420 peserta untuk saintek diikuti 3.080 peserta, soshum 5.160 peserta dan campuran 4.180 peserta. Khusus untuk peserta CBT, hanya dibolehkan mengikuti kelompok ujian saintek saja atau kelompok ujian soshum saja.

“Peserta bisa mendaftar di lebih dari satu program studi (Prodi), jika saintek boleh memilih dua prodi, campuran tiga prodi, soshum dua prodi,” katanya. 

Menurut Ida, mereka yang mengikuti ujian dengan memilih prodi lebih dari satu, wajib memilih satu prodi yang berada di dalam satu wilayah Panlok daerah masing-masing. “Misalnya yang termasuk di Panlok 71 Untan, mereka boleh juga mengambil tidak hanya di Untan, tapi di kampus-kampus sewilayah baik di Pulau Jawa maupun Sumatera. Contoh walau mereka mengikuti ujian di sini, bisa memilih prodi di Unpad Bandung karena satu wilayah,” jelasnya.  

Dari pantauan Pontianak Post, ujian SBMPTN berlangusung tertib, serentak dilaksanakan mulai pukul 07.00. Tahap pertama, peserta mengerjakan soal tes kemampuan dasar saintek (TKD Saintek) mulai pukul 07.30 sampai 09.15. Kemudian dilanjutkan pada materi kedua, yaitu tes kemampuan dan potensi akademik (TKPA) pada pukul 10.00 sampai 11.45. Terakhir, peserta mengerjakan tes kemampuan dasar soshum (TKD Soshum) pada pukul 13.15 hingga 14.30.

Kelengkapan yang dibawa saat ujian, seperti yang tertera pada Kartu Tanda Peserta, yaitu kartu tanda peserta ujian SBMPTN 2016, fotokopi ijazah yang telah dilegalisir atau tanda lulus asli serta peralatan tertulis secukupnya.

Selain itu, peserta juga akan melaksanakan ujian keterampilan pada tanggal 1-2 Juni 2016. Ujian keterampilan ini merupakan ujian khusus bagi peserta yang mendaftar ke program studi Ilmu Seni atau Keolahragaan yang dilaksanakan setelah Ujian Tertulis SBMPTN 2016. “Di Untan yang ikut praktik ada prodi seni tari, musik, keolahragaan dan penjaskes,” pungkasnya.

Sementara untuk pengumuman hasil ujian, akan dikeluarkan pada 28 Juni 2016, bisa pula diakses di laman http://www.sbmptn.ac.id.

Rektor Untan Thamrin Usman mengatakan pada tahun ini kuota untuk jalur tertulis senasional ini menurun dibanding tahun sebelumnya. “Maksimum 30 persen dari total kuota mahasiswa baru di Untan yang mencapai 6.000 orang,” ujarnya.

Thamrin, yang juga Sekretaris Umum Panitia Seleksi SNMPTN/SBMPTN Nasional tidak memantau SBMPTN di Untan. Thamrin bersama Sekjen Kemenristek Dikti Prof Ainun Naim, hari ini dijadwalkan meninjau SBMPTN di Universitas Hasanuddin, Makassar. 

SBMPTN adalah tes nasional pertama yang digelar. Sebelumnya pada 10 Mei lalu sebanyak 1.765 orang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Untan. 

Wakil Rektor bidang Akademik Untan Aswandi menegaskan, SNMPTN dan SBMPTN sangat aman dari proses kecurangan. Semua data yang masuk akan diseleksi oleh panitia pusat. 

“Saya jamin sistem ini aman dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Jangan percaya bahwa ada anak pejabat atau anak kerabat yang lolos karena KKN di sistem ini. Apa yang berjalan betul-betul kredibel dan objektif,” ungkapnya.

Tahun ini, total Untan akan membuka sekira 6000 kursi buat mahasiswa baru. Selain SNMPTN dan SBMPTN, sisanya diambil dari seleksi mandiri yang dilakukan internal Untan. Adapun penerimaan mahasiswa baru untuk program beasiswa bidik misi akan diintegralkan lewat ketiga tes tersebut. (ars/bar)

Berita Terkait