Satlantas Gelar Razia Penertiban

Satlantas Gelar Razia Penertiban

  Rabu, 18 July 2018 10:00
PENERTIBAN: Seorang anggota Satlantas saat menghentikan pengendara sepeda motor roda tiga yang tak mengenakan helm standar, dalam razia penertiban Selasa (17/7). POLRES FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kades dan PNS pun Terjaring 

SUKADANA – Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kayong Utara terjaring razia kendaraan yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kayong Utara, Selasa (17/7) pagi, di Bundaran Tugu Durian, Sukadana. Razia tersebut digelar untuk meningkatkan kedisiplinan para pengendara saat berkendara.  

Kepala Satlantas (Kasatlantas), Iptu Sulardi, menjelaskan, razia ini ditujukan kepada para pengendara roda dua, yang melanggar tata tertib dan aturan lalu lintas secara kasat mata. Salah satunya, sebut dia, yang tidak menggunakan helm dan tidak memasang spion.

"Saat ini kita lihat helm dulu. Karena masih banyak yang tidak menggunakan helm. Sasaran kita utama bagi para pengguna kendaraan roda dua," kata dia.  

Ia memastikan, bagi pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helm akan langsung ditilang. Pasalanya, saat ini mereka tidak memberikan toleransi terhadap penengendara yang melakukan pelanggaran. Karena, kata dia, penggunaan helm pada dasarnya dimaksudkan untuk keselamatan bagi para pengendara itu sendiri. Dengan tak mengenakan helm, dia mengingatkan bahwa risiko yang ditimbulkan bisa sampai mengancam keselamatan, hingga menimbulkan korban jiwa. "Tidak menggunakan helm, terus jatuh. Itu kan dapat menggangu keselamatan pengendara itu sendiri," ungkapnya.  

Selain itu, razia ini juga ditujukan dia kepada para pengendara yang masih di bawah umur. Jika ditemukan, mereka akan langsung memanggil orang tua yang bersangkutan. "Kita juga akan bekerja sama dengan sekolah, supaya mungkin memberikan sanksi bagi anak-anak yang bawa motor ke sekolah, jadi harus ada dukungan dari orang tua dan sekolah," tambahnya.  

Kasatlantas juga berharap kepada aparatur desa maupun PNS agar mematuhi aturan dan tata tertib lalu lintas. "Bagi paratur-aparatur pemerintahan ini kan cerminan masyarakat kita. Seharusnya mereka bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," imbaunya.  

Selain itu, bagi apartur desa dan PNS, pihaknya telah menyurati Pemerintah Daerah Kayong Utara, agar dapat menaati aturan berlalu lintas. "Sudah pernah menyurati Pemerintah Daerah, sudah banyak korban kecelakaan yang meninggal dunia karena tidak menggunakan helm," katanya. (dan)

Berita Terkait