Satgas Saber Pungli Ajak Pemberi Layanan Stop Pungli

Satgas Saber Pungli Ajak Pemberi Layanan Stop Pungli

  Jumat, 20 April 2018 11:00
BERSIH DAN TEGAS: Satgas Saber Pungli melakukan sosialisasi soal pemberantasan Pungli kepada penyelenggara pemerintahan | Har/Pontianak Post

Berita Terkait

SINGKAWANG--Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kalimantan Barat bertandang ke Kota Singkawang Kamis (19-4-2018). Kedatangan Satgas Saber Pungli ini melakukan sosialisasi soal pemberantasan Pungli kepada penyelanggara pemerintahan baik kepala dinas di lingkup Pemkot Singkawang, para camat dan lurah hingga instansi vertikal maupun pun elemen masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Balairung Sari Kantor Wali Kota Singkawang itu dihadiri Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie langsung dan Ketua UPP Saber Pungli Provinsi Kalbar Kombes Andi Musa.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengapresiasi sekaligus mendukung pemberantasan Pungli. Bahkan komitmen tersebut tertuang dalam misinya dalam mewujudkan visi Singkawang Hebat. Visi dimaksud adalah mewujudkan pemerintahan yang bersih, tegas, amanah dan efektif yang berorientasi pada pelayanan publik yang prima berbasis teknologi komunikas informasi.  

“Saya mengajak seluruh aparat pemerintah dan lapisan masyarakat mendukung pemberantasan Pungli. Kita berkomitmen Stop Pungli dan Singkawang harus menjadi zona bebas pungli,” ungkapnya.

Agar tak semata jadi pemanis bibir, Wali Kota Singkawang minta seluruh pimpinan OPD yang berhubungan dengan pemberian layanan harus meningkatkan pengawasan internal. Kedua, ia meminta Inspektorat Daerah kota Singkawang mengawasi kegiatan seluruh perangkat daerah. 

Ketiga, mantan Ketua DPRD Singkawang ini meminta UPP Saber Pungli kota Singkawang melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan warga dan aparat pemberi layanan terkait Pungli ini. “Saya minta perluas sosialisasi Saber Pungli ini dengan memasang spanduk/banner Stop Pungli pada tempat pelayanan publik dengan mencantumkan nomor aduan masyarakat baik melaui telpon, SMS atau website,” katanya. Ia berharap keinginan bersama membangun pemerintahan bersih dengan bebas Pungli bisa terwujud di kota Singkawang.

Sementara itu, Ketua UPP Saber Pungli Provinsi Kalbar Kombes Andi Musa dalam pemaparannya menyampaikan istilah Pungli, tugas Satgas Saber Pungli dengan bagian-bagian Satgas serta fungsinya. Selain itu ia juga memaparkan pemetaan wilayah rawan Pungli di setiap instansi pemerintah daerah, kementerian maupun lembaga. “Pungli itu menurunkan daya saing negara kita. Membebankan orang lain, membuat citra buruk instansi dimana kita bernaung,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, kata dia, dalam sosialisasi pihaknya mengajak stop Pungli. “Buang jauh jauh kalimat dalam pelayanan seperti jika bisa dipersulit mengapa dipermudah. Slogan ini harus diubah menjadi jika bisa dipermudah mengapa dipersulit,” ungkapnya. Makanya perlu kesadaran penyelenggara pemerintahan pemberi layanan agar tidak melakukan Pungli karena baik penyelenggara pelayanan maupun masyarakat berpotensi sekali menjadi korban Pungli, pelaku Pungli dan saksi Pungli. “Jangan kita menjadi korban atau pelaku Pungli, yang boleh jadi saksi terjadi Pungli karena membantu negara memberantas Pungli,” jelasnya.

Makanya ia mengajak seluruh pihak bersatu memberantas Pungli. Karena baginya tanpa kerjasama dan dukungan semua pihak maka sulit memberantas Pungli. Tak hanya itu, Irwasda Polda Kalbar ini juga mengingatkan meski Saber Pungli bekerja utamanya melakukan pencegahan namun jika saat diperingatkan masih melakukan Pungli maka pihaknya siap  melakukan penindakan. “Kalau sudah diingatkan, diperingatkan masih juga melakukan Pungli maka jangan salahkan kami jika dilakukan penindakan. Mudah mudahan jangan terjadi karena akan bikin malu instansi atau diri sendiri,” jelasnya.

Sejak terbentuk tahun 2016 lalu, Satgas Saber Pungli Polda Kalbar setidaknya membukukan 18 kasus tertangkap tangan karena melakukan Pungli. Teranyar Satgas ini menangkap Kepala Desa di Kubu Raya maupun Kepala BPN Sanggau di Sanggau karena Pungli. “Makanya mari kita perbaiki diri, jangan lagi melakukan Pungli, karena lambat laun pasti terjadi penindakan Pungli kepada oknum instansi pemberi layanan,” imbaunya. (har)

Berita Terkait