Satgas Pamtas Gagalkan Penyelundupan Lelong

Satgas Pamtas Gagalkan Penyelundupan Lelong

  Senin, 17 June 2019 09:45
LELONG SELUNDUPAN: Satgas Pamtas Batalyon Infanteri Raider 301/Prabu Kian Santang saat mengamankan pakaian bekas yang bernilai jutaan rupiah, yang akan diselundupkan ke Indonesia secara ilegal, kemarin. ISTIMEWA

Berita Terkait

BADAU – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri Raider 301/Prabu Kian Santang mengamankan upaya penyelundupan pakaian bekas (lelong) yang bernilai jutaan rupiah. Pakaian-pakaian bekas yang terkemas dalam lima karung tersebut akan diselundupkan ke Indonesia secara ilegal melalui jalan tidak resmi di Kecamatan Badau, kemarin.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 301/Pks, Letkol Inf. Andi Hasbullah mengatakan, upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan oleh tiga personel mereka, yang dipimpin Pasi Intel Satgas. Ketika itu, anggotanya tersebut sedang melaksanakan patroli dan sweeping di jalan-jalan tidak resmi yang dekat dengan perbatasan.

“Pada pukul 05.00 WIB kemarin, tiga orang personel Satgas yang sedang melaksanakan patroli berpapasan dengan satu unit kendaraan truk berwarna hijau, sehingga langsung dihentikan dan dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut. Setelah pemeriksaan identitas dan muatan mobil, diketahui kendaraan tersebut dikemudikan oleh warga Sintang yang memuat lima karung berisi pakaian bekas yang akan dijual ke wilayah Indonesia," ujar Hasbullah. Lanjutnya, personel mereka kemudian mengamankan barang bukti lima karung besar pakaian bekas dengan perkiraan bernilai jutaan rupiah. 

Ditegaskan dia bahwa barang lelong dilarang masuk ke Indonesia berdasarkan Permendag Nomor 51 Tahun 2015 yang diterbitkan pada 9 Juli 2015. Pada pasal 47 ayat 1 tentang Perdagangan, ditegaskan dia bahwa setiap importir wajib mengimpor barang dalam keadaan baru.

“Kondisi di perbatasan yang masih terbatas, bukan menjadi alasan bagi masyarakat untuk memperjualbelikan barang bekas (lelong),” tegasnya. “Satgas Pamtas Yonif Raider 301/Pks akan terus melakukan penjagaan dan pemeriksaan di tempat-tempat yang diduga sebagai pintu masuknya barang-barang illegal lainnya ke wilayah Indonesia,” sambungnya.

Saat ini barang bukti lima karung besar pakaian bekas tersebut telah diamankan di Pos Kotis Yonif Raider 301, guna proses selanjutnya dan sebagai bahan laporan kepada komando atas. (arf)

Berita Terkait