Sasaran Empuk Pasar Narkotika

Sasaran Empuk Pasar Narkotika

  Jumat, 12 April 2019 09:07
PELAKU: Dua tersangka tindak pidana narkotika yang ditangkap di Sungai Duri, Bengkayang dihadirkan dalam pemusnahan barang bukti, kemarin. MEIDY KHADAFI PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Badan Narkotika Nasional Kalbar memusnahkan barang bukti narkotika skala besar, yakni 123 bungkusan berisi narkotika terdiri dari 107 kilogram sabu dan 114.699 pil ekstasi. Barang bukti itu hasil tangkapan di Kecamatan Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, beberapa waktu lalu. Pemusnahan ini dilaksanakan di kantor BNN Kalbar, Kamis (11/4) sekitar pukul 10.00.

Kepala BNN Kalbar, Brigjen Suyatmo mengatakan barang bukti yang jumlahnya banyak membuat proses pemusnahan harus ditunda karena masih harus dilakukan tahapan-tahapan penyelidikan lebih lanjut terkait barang bukti tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, Suyatmo menjelaskan barang bukti telah diuji melalui pemeriksaan di laboratorium milik badan laboratorium BNN. Dengan rincian, 100 bungkus seberat 107 kilogram positif merupakan narkotika sabu dan mengandung metammetamin. Telah terdaftar dalam golongan I Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009.

Sementara itu, 23 bungkus sisanya yang berisikan 114.699 pil ekstasi dinyatakan positif mengandung MDMA dan juga terdaftar dalam golongan I UU Nomor 35 Tahun 2009.

“Jika berhasil diedarkan dan dijual, barang bukti yang berhasil ditangkap ini senilai kurang lebih 177,7 miliar rupiah,” paparnya.

Terhadap hasil tangkap, lanjut Suyatmo, sebelum dimusnahkan dan dijadikan sebagai barang sitaan BNN Kalbar, telah dilakukan permohonan untuk penetapan kepada Kepala Kejari Bengkayang. 

“Telah ditetapkan barang bukti tersebut untuk dimusnahkan. Baru hari ini (11/4) kami musnahkan barang bukti sebanyak 123 bungkusan berisi narkotika dengan mesin incinerator,” sambungnya.

Sekretaris Utama BNN, Brigjen Adhi Prawoto menilai tangkapan dalam jumlah besar yang dilakukan oleh jajaran BNN Kalbar ini dikarenakan rawannya jalur-jalur di Kalbar yang dijadikan jalur peredaran narkotika lintas negara. 

Dia juga membeberkan beberapa jaringan yang telah terdata oleh sejauh ini dan rata-rata pengedar narkoba ini memang menjadikan Indonesia sebagai target destinasi tujuan barang haram tersebut.

“Salah satunya adalah jaringan golden crison yakni jaringan narkotika dari Pakistan, Afghanistan yang memasukkan narkotika masuk ke Indonesia. Kemudian ada jaringan dari Burma, Thailand, segitiga emas, masuk ke Malaysia dan baru ke Indonesia sebagai destinasi tujuan. Selain itu dari Amerika, dari Venezuela yang mengirim narkotika jenis kokain ke Malaysia baru dikirim ke Indonesia,” jelasnya.

Asisten I Pemprov Kalbar, Alexander Rombonang menyatakan bukan suatu hal yang baru Kalbar sebagai lokasi yang empuk untuk perdagangan narkoba. Hal ini dikarenakan posisi Kalbar yang sangat terbuka dengan negara lain, sehingga mengakibatkan beberap dampak yang tentu ada yang positif dan ada yang negatif. 

“Untuk positifnya kita bisa melakukan perdagangan dan sebagainya keluar negeri, dampak negatifnya ya seperti ini (penyelundupan narkoba),” ujarnya.

Dia juga menilai kondisi dan kejadian narkoba di Kalbar saat ini sudah seperti fenomena gunung es. Serta tak menutup kemungkinan hasil tangkapan yang didapat kali ini hanyalah sebagian kecil yang Nampak di permukaan, dan mungkin jumlah yang masih beredar lebih dari yang didapat kali ini. Melihat kondisi ini, dirinya mengajak bersama-sama utuk terus menerus menjaga kewaspadaan.(sig)

Berita Terkait