Sarai Brunyau; Wisata Riam dengan Keunikan Air Terjung Bertingkat

Sarai Brunyau; Wisata Riam dengan Keunikan Air Terjung Bertingkat

  Rabu, 20 June 2018 09:47
SARAI BERUNYAU : Objek Wisata Sarai Brunyai di desa Riam Piyang, kecamatan Bunut Hulu yang ramai dikunjungi wisatawan.

Berita Terkait

Setiap wisatawan yang masuk ke lokasi wisata tersebut harus membayar Rp20 ribu per orang. Dana ini akan masuk ke kas desa. Nominal di atas, termasuk juga biaya pengamanan kendaraan di lokasi parkir.

Musta’an, BUNUT HULU

SARAI Brunyau di desa Riam Piyang kecamatan Bunut Hulu saat ini tengah menjadi primadona liburan di Kapaus Hulu. Banyak warga memilih lokasi wisata tersebut untuk berefreshing memanfaatkan libur Idul Fitri 1439 Hijriah. Sepekan terakhir lokasi sarai Brunyau terus dikunjungi warga, bahkan dalam sehari saja bisa mencapai ratusan wisatawan.

Imah, warga kecamatan Putussibau Utara, mengatakan dirinya sempat mengabiskan akhir pekan di lokasi Brunyau. Menurutnya lokasi wisata tersebut sangat menarik. Untuk mencapai lokasi Brunyau, kata Imah butuh waktu sektiar 2 hingga 3 jam perjalanan darat dari kota Putussibau.

"Hari Sabtu lalu kami berangkat. Dari Putussibau kami berangkatnya pagi-pagi pakai motor sekitar Pukul 07.00 Wib, sampai ke lokasi wisata di desa Riam Piyang kecamtan Bunut Hulu, Pukul 10.00 Wib," ujarnya, Selasa (19/6).

Akses darat menuju lokasi lancar tampa hambatan. Jika menggunakan roda dua bisa langsung masuk ke lokasi wisata. Apabila mengunkan kendaraan roda emapat hanya bisa sampai lokasi parkir mobil.

"Kalau pakai mobil mau masuk ke lokasi wisata maka harus jalan kaki lagi sekitar lima menit," ujarnya.

Setiap wisatawan yang masuk kelokasi wisata tersebut harus membayar income ke desa Rp 20 ribu per orang. Income tersebut mencakup juga biaya pengamanan kendaraan di lokasi parkir.

"Pada lokasi tersebut juga ada hiburan karoke, ada berbagai jenis kuliner yang dijual warga, ada jalan kayu sebagai tempat berfoto dan yang paling penting bisa mandi air terjun bertingkatnya. Ini yang jadi alasan saya bawa keluarga ke lokasi Sarai Brunyau," tuturnya.

Camat Bunut Hulu, Asmiardi menuturkan, sarai Brunyau memang menjadi produk unggulan desa Riam Piyang. Lokasi wisata tersebut sudah dikelola dengan sungguh-sungguh oleh masyarakat setempat dan pihak desa.

"Aparatur desanya sudah bentuk Badan Usaha Milik Desa mengelola objek wisata,"kata dia saat ditemui di gedung DPRD Kapuas Hulu belum lama ini. Sebab itu, lanjut Asmiardi, pengelolaan objek wisata brunyau sudah lebih baik. Berbagai akses dan fasilitas di lokasi tersebut juga terus dibangun.

"Dulu ke lokasi tersebut harus pakai perahu, tapi sekarang sudah ada jalan dan bisa langsung sampai ke lokasi," tuturnya. Asmiardi mengatakan, pihaknya terus mengingatkan kepada pihak desa yang ada di kecamatan Bunut Hulu untuk mencoba menggali potensi pada desa masing-masing. Seperti desa riam piyang sudah mengembangkan potensi wisatanya.

"Kita terus arahkan pemanfaatan ADD dan DD pada desa itu, agar digunakan untuk sektor usaha. Sehingga dana desa yang besar itu betul-betul membawa manfaat yang berkelanjutan bagi masayarakat," tuntasnya.

Sedangkan Laksmi salah seorang pengunjung mengatakan bahwa seharusnya Pemda cepat tanggap dengan lokasi yang begini bagusnya. Jangan hanya dimanfaatkan hanya untuk liburan lebaran saja. Tetapi, bisa dimaksimalkan untuk beragam event hari raya keagamaan, maupun tahun baru dan libur nasional.

‘’Saya piker segera garap promosinya. Harus maksimal. Menasional bahkan kalau perlu hingga ke mancanegara. Bersamaan dengan itu, garap juga infrastrukturnya. Perbanyak lampu hingga jalan-jalan dikeraskan, sehingga semua akan menjadi daya tarik warga untuk ke sana. Kalau soal harga, saya piker tak masalah. Naik dari harga sekarang, tapi kemudahan yang diperoleh bisa maksimal, mengapa tidak,’’ kata cewek 22 tahun ini yang datang bersama rekan-rekannya dari Putussibau. (*)

Berita Terkait