Sapi Terinfeksi Cacing hati

Sapi Terinfeksi Cacing hati

  Selasa, 4 June 2019 05:14

Berita Terkait

PONTIANAK - Dinas Pangan Pertanian dan Peternakan Pontianak menemukan lima ekor sapi terinfeksi cacing hati saat pemotongan sapi dilakukan belum lama ini. Sebagai tindaklanjut, hewan tersebut langsung disita dan dimusnahkan.

“Ada lima ekor sapi kami sita. Penyitaan dilakukan karena saat pemotongan, petugas menemukan cacing pada hati sapi. Ini bahaya dan tak boleh dijual ke pasaran,” terang Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Peternakan Pontianak, Bintoro, Senin (3/6). 

Kelima sapi dengan indikasi terinfeksi cacing hati, milik masyarakat didapat saat melakukan pemotongan melalui pengawasan oleh petugas dari tim pengawasan pemotongan sapi.  Saat temuan infeksi cacing pada hati sapi, petugas langsung melakukan penyitaan. 

Ketika penyitaan dilakukan tak ada komplain dari pemilik. Itu karena sebelum pemotongan dilakukan sudah dijelaskan aturannya. Artinya, jika ditemukan tanda-tanda penyakit pada sapi, maka akan distita karena jika dipasarkan akan berbahaya bagi konsumen. 

“Sebagian dagingnya, langsung kami bawa ke laboratorium untuk dicek. Sisanya ada yang dikubur dan dibakar,” ungkap Bintoro.

Dari lima sapi terinfeksi cacing hati, temuannya ada di Kecamatan Pontianak Barat ada satu ekor, Pontianak Utara ada dua ekor, Pontianak Timur ada satu ekor, dan Pontianak Selatan ada satu ekor.  

Dalam pengawasannya, Petugas Dinas Pangan Pertanian dan Peternakan Pontinanak bekerjasama dengan Dinas Peternakan Provinsi Kalbar digandeng Polresta Pontianak. 

Dari datanya sampai kini (kemarin) sudah 412 ekor sapi yang dipotong melalui pengawasan rumah potong hewan. Dia memperkirakan, jelang lebaran pemotongan sapi yang dilakukan melalui pengawasan RTH bisa mencapai enam sampai tujuh ratus ekor. 

Ditanya stok daging sapi, dipastikan Bintoro untuk lebaran tercukupi. Namun tak ditutupi dia, harga daging kemungkinan bisa naik utamanya satu hari jelang lebaran. “Kalau pantauan saya tadi (kemarin) harga sapi masih kisaran Rp127 ribu sampai Rp130 ribu per kilogram. Tapi saya dapat laporan ada yang jual Rp140 ribu. Begitu saya cakupannya tak benar,” ungkapnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pontianak, Anwar Ali mengatakan, pengawasan pemotongan sapi jelang lebaran mesti dilakukan dengan ketat. Jangan sampai ada sapi yang lepas di pasaran tanpa pengawasan dari Dinas Peternakan. “Kabar temuan inveksi cacing hati pada sapi mengejutkan,” ungkapnya.

Agar temuan penyakit ini tak berantai pada sapi lainnya. Dirinya minta Dinas Peternakan melakukan pengawasan terhadap hewan ternak sapi milik masyarakat. Pendataan pemilik sapi di Pontianak ini harus dilakukan demi keamanaan masyarakat sebagai konsumen. 

Dinas Peternakan mesti mencari apa penyebab lima sapi ini terkena inveksi cacing hati. Evaluasi diminta dia mesti dilakukan lepas lebaran. “Kita mau hewan ternak di Pontianak semuanya sehat. Jika kejadiannya seperti inikan pemilik hewan merugi. Inilah peran Dinas peternakan. Bukan hanya menyita tapi mesti mampu memberikan rasa aman pada hewan ternak dengan terbebas dari penyakit,” tegasnya(iza) 

 

Berita Terkait