Saling Lempar Tanggung Jawab

Saling Lempar Tanggung Jawab

  Kamis, 3 December 2015 11:01
gambar dari Internet

Berita Terkait

Musim 2015 MotoGP diakhiri dengan perseteruan sengit antara Valentino Rossi dan duo Spanyol Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Sampai sekarang ketiganya juga belum bertegur sapa atau berbicara akrab seperti dulu. Meski begitu Rossi percaya konflik tersebut tidak akan berkepanjangan sampai ke musim depan.

“Sampai sekarang pun ceritanya masih panas. Tapi musim depan banyak hal lain yang lebih penting, khususnya motifasi untuk mencoba hal-hal baru,” ujar the Doctor seperti dilansir Autosport. Waktu yang tersisa tidak akan cukup digunakan untuk perang urat saraf di dalam ataupun di luar sirkuit.Soal perseteruannya dengan Marquez, Rossi tak bisa menjamin tidak akan kembali pecah. Menurutnya semua akan tergantung pada Marquez. “Soal ke depannya dengan Marquez aku tidak tahu. Apa yang bisa aku katakana? Apa yang bisa aku lakukan? Haruskah aku berhenti karena aku takut? Aku hanya mencoba menjelaskan cara pandangku, sisanya bukan urusanku,” paparnya.

Beda dengan rekan setimnya, urusan konflik di antara rider top MotoGP dinilai Lorenzo merupakan tanggung jawab Rossi. Karena itu juara dunia MotoGP 2016 Lorenzo menganggap hubungan keduanya akan sangat bergantung pada sikap Rossi.“Sebelum GP Malaysia hubungan antarpembalap sangat baik, hingga Rossi menuduh Marquez membantuku memenangi balapan dan dia (Rossi) terus mengatakan itu,” ungkap Lorenzo kepada Indo-Asian News Service. “Karena (tuduhan) itu aku mendapat serangan bertubi-tubi di media sosial, terutama dari fans Italia,” tandasnya.

Karena itu pula Lorenzo menganggap Rossi yang memulai permasalahan itu. Konsekuensinya rider 36 tahun itu pula yang harus memperbaikinya. “Aku tak punya masalah dengan Rossi. Jika dia mau datang dan berbicara padaku aku siap berbicara dengannya. Semuanya bergantung padanya,” terusnya dikutip Motorsport. 

Meski seringkali terlibat pertengkaran, Lorenzo justru menganggap situasi yang menuntut persaingan sengit tersebut dibutuhkan tim sekaliber Yamaha. Dia berpendapat Yamaha butuh dua rider top dunia meski akan berisiko memunculkan pertentangan internal. “Selalu lebih baik memiliki dua rider terbaik (dalam satu tim). Karena peluang untuk memenangi gelar konstruktor akan lebih besar. Jika satu pembalap bagus dan lainnya tidak tim akan kehilangan titel juara (konstruktor),” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, katanya, Rossi adalah rekan satu tim yang hebat. Karena dia bisa menjadi stimulant bagi Lorenzo untuk bisa meningkatkan level kompetisinya setiap waktu. “Sangat bagus untuk Yamaha jika mereka punya dua pembalap yang sama-sama memberikan kemenangan dan poin,” paparnya.

Tentang musim depan Jorge Lorenzo percaya bakal berjalan lebih berat jika dibandingkan tahun ini. Karena tantangan akan datang dari segala penjuru. Tak hanya Honda, tapi juga dari Ducati dan Suzuki. Selain itu Rossi juga bakal menyiapkan diri lebih matang setelah kehilangan gelar juara dunia di seri terakhir musim ini.

“Aku sangat fokus tahun ini, tapi 2016 akan lebih berat dari tahun ini dan lebih kompetitif. Valentino akan berjuang untuk merebut juara, kemudian Pedrosa dan Marquez. Suzuki dan lainnya juga akan cepat tahun depan, jadi sulit untuk memprediksi,” tambahnya.Dari Italia media ternama Gazzetta dello Sport sedang melakukan jajak pendapat untuk sebuah penghargaan tahunan untuk insan olahraga negeri tersebut. Voting telah dibuka sejak 1 Desember lalu dan akan berakhir 15 hari berikutnya.

Sampai hari kedua kemarin untuk kategori Man of the Year Valentino Rossi masih mendominasi dengan meraih 33 persen suara. Kemudian perenang Gregorio Paltrinieri dengan 14 dan pesepeda Fabio Aru 13 persen. Sedangkan untuk Woman of the Year, suara terbanyak masih dimiliki peraih gelar Prancis Terbuka 2015 Flavia Pennetta dengan 44 persen suara. (cak)

Berita Terkait