Sah, Garuda Wiko Rektor Untan

Sah, Garuda Wiko Rektor Untan

  Sabtu, 13 April 2019 10:10
DILANTIK: Garuda Wiko resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Tanjungpura, Jumat (12/4) kemarin. Humas Kemenristekdikti

Berita Terkait

DPR: Ciptakan SDM Berkualitas 

Sesuai Kebutuhan Daerah

JAKARTA – Menteri Riset, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir melantik Rektor Universitas Tanjungpura periode 2019-2023 Prof. Dr. H. Garuda Wiko, S.H., M.Si, di Auditorium Gedung D, Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (12/4). Sejumlah harapan tertuju kepada kepemimpinan Wiko, yang terpilih menggantikan rektor sebelumnya, Thamrin Usman. 

Anggota DPR daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat (Kalbar) Syarif Abdullah Alkadrie menilai selama ini tata kelola universitas di Untan sudah berjalan baik. Namun, ujar Syarif, hal itu masih harus ditingkatkan lagi. Abdullah yakin Untan dapat menjadi lembaga yang mencetak sumber daya manusia andal untuk Kalbar.

“Saya kira itu dalam rangka peningkatan. Menurut saya, yang ada sekarang sudah baik. Artinya kekurangan yang ada sekarang menjadi tugas Pak Wiko untuk meningkatkan Untan menjadi lembaga perguruan tinggi yang bisa mencetak sumber daya manusia terbaik untuk Kalbar,” kata Syarif Abdullah menjawab Pontianak Post, Jumat (12/4) malam.

Syarif berpesan Untan harus lebih tanggap dengan perkembangan sehingga bisa menjawab kebutuhan daerah. Karena itu, program studi (prodi) yang ada di Untan ke depan harus bisa menjawab pengembangan SDM yang menyesuaikan kebutuhan. “Itu saya kira juga penting dalam rangka menjangkau potensi sumber daya Kalbar,”  ujarnya.

Sekretaris Fraksi Partai Nasdem di DPR itu menuturkan bahwa Kalbar merupakan daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah. Kalbar antara lain memiliki potensi kemaritiman. Karena itu, dia berharap prodi ke depan bisa diarahkan kepada pengembangan sumber daya laut dan kemaritiman. Selain itu, Kalbar juga memiliki potensi pertambangan yang bagus. 

Karena itu, dibutuhkan SDM yang berkualitas untuk bisa menjawab berbagai tantangan dan perkembangan daerah. “Jadi, pencetakan SDM ke depan harus bisa menjawab kepentingan daerah sehingga mahasiswa bisa lebih banyak bekerja di daerah. Saya kira Untan lebih potensial untuk mengembangkan SDM,”  ungkap Syarif.

Menteri Nasir mengatakan bahwa jabatan adalah amanat yang akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, kata Nasir, para pejabat yang dilantik mengemban tugas yang sangat mulia untuk berkontribusi dalam pembangunan SDM Indonesia di masa yang akan datang.

Dia memerintahkan para pejabat baru untuk mengurangi jika ada konflik dan masalah  di dalam lembaga yang dipimpin. Nasir memerintahkan fokus kepada tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik. Dia meminta para pejabat untuk bekerja sama dengan lingkungan di dalamnya demi mencapai tujuan. “Karena hal ini sangat penting untuk memajukan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia,” ujarnya. (ody)

 

 

 

 
 

Berita Terkait