Safari Ramadhan di Masjid Hidayahtul Kamal Sungai Awan Kanan

Safari Ramadhan di Masjid Hidayahtul Kamal Sungai Awan Kanan

  Jumat, 8 June 2018 10:00
BANTUAN: Staf Ahli Bupati Ketapang menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Hidayahtul Kamal, Desa Sungai Awan Kanan | ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Bulan suci Ramadhan yang penuh dengan keberkahan dan pintu pengampunan, diingatkan Bupati Ketapang melalui staf ahli Bupati Ketapang untuk tidak disia-siakan. Selain memperbanyak amal ibadah, Jemaah dingatkan juga untuk memakmurkan masjid. Jangan sampai  masjid yang dibangun dengan pengorbanan besar, dibiarkan kosong. “Bagaikan jasad yang tidak memiliki roh. Ramaikan masjid dengan terawih dan membaca Alquran,” tegas Edi Junaidi S.Sos, staf ahli Bupati mewakili Bupati Ketapang dalam Safari Ramadhan di Masjid Hidayahtul Kamal, Desa Sungai Awan Kanan (5/6). 

Selain itu, Staf Ahli Bupati Ketapang juga mengimbau agar bersama-sama menjaga dan memelihara lingkungan dari segala kemaksiatan, seperti perjudian, prostitusi, peredaran narkoba dan tindakan kriminal dan hal-hal  yang dilarang agama. Diharapkan juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting  dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat.  Dimana, Ketapang merupakan salah satu wilayah yang cukup luas berbagai suku, ras, agama dan segala macam budaya.  Perbedaan dan keberagaman ini merupakan sebuah keniscayaan dan kehendak Allah SWT. Hal ini merupakan sebuah keunikan yang mempererat tali silaturahmi kekeluargaan. Kondisi ini menjadi bagian dalam memperkokoh kesatuan bangsa, dan membangun Kabupaten Ketapang. 

Dalam waktu yang tidak lama lagi, digelarnya Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, maka diimbau mengimbau supaya  seluruh komponen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban. Ia juga berharap dalam pesta demokrasi nanti, akan berjalan aman dan lancar. “Jangan Golput, tetap jaga kebersamaan dan ketertiban, pilihan boleh berbeda, tetapi keharmonisan harus tetap utama,” ucap Edi Junaidi, S.Sos.

Selain itu, ditekankan juga untuk bersama-sama menjaga  Kabupaten Ketapang yang aman dan kondusif. Karena itu, jangan mudah terpancing atau terprovokasi dengan berita yang  hoak.  Apalagi yang dikaitkan dengan agama sehingga dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Karena itu, staf ahli Bupati sangat mensayangkan ada beberapa insiden, termasuk juga kejadian Bom di Surabaya beberapa waktu lalu. Disebutkannya juga, dengan adanya Safari Ramadhan yang diagendakan setiap tahun oleh  pemerintah Kabupaten Ketapang, tujuannya adalah silaturahmi mendekatkan diri kepada masyarakat, sehingga sekecil apa pun program apa yang dilakukan pemerintah diketahui oleh masyarakat.Usai menyampaikan sambutan Bupati Ketapang, selanjutnya staf ahli Bupati Ketapang menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Hidayahtul Kamal yang didampingi Kabag Kesra dan Camat Muara Pawan.

Harapan dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar berjalan aman dan lancar, sebelumnya juga disampaikan Camat Muara Pawan, Meiser SE   Camat mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Ketapang atas terselenggaranya Safari Ramadhan di Desa Sungai Awan Kecamatan Muara Pawan, dengan adanya acara safari ramadhan ini dapat mendekatkan pemerintah dengan masyarakat khususnya di Kecamatan Muara Pawan, “Tidak lama lagi kita akan melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur saya berharap kepada masyarakat untuk dapat tetap kondusif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dan juga kita sampaikan agar masyarakat Kabupaten Ketapang tidak mempercayai berita HOAX atau berita belum benar, agar kita tatap menjaga persatuan dan Kesatuan jangan mau dipecah belah,” tegas Camat Muara Pawan.

Sebelum buka puasa bersama, dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan ust.H.Jema’ie Makmur Ketua Pondok Pesantren Ar-Rahman.  Menyambung apa yang disampaikan Staf Ahli BUpati Ketapang, ia mengupas tentang makna yang tersirat di  pada ayat 1-7 di surah Al-Ma’un .  Sambil membacakan surat al Quran yang berbunyi : Aro-aital ladzii yukaddzibu biddiin,

fadzaalikal ladzii yadu”ulyatiim, walaa yahuddhu ‘alaa tho’aamil miskiin, fawailul lil musholliin, alladziina hum ‘an sholaatihim saahuun, alladziina hum yuroo-uun, wayamna’uunal ma’uun.

Yang artinya:  Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?, Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,  Maka celakalah orang yang shalat, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.  (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya dan enggan (memberikan) bantuan.

Karena itu, Ust.Jema’ie makmur menyebutkan makna surah ini adalah ada beberapa ciri pendusta agama. Satu persatu ciri itu tersebut dikupasnya secara sederhana dan mudah difahami. Karena itulah, dalam momentum bulan Ramadhan ini, kita diingatkan  untuk mempervbanyak ibadah, sehingga tidak dianggap sebagai pendusta agama. Baik dengan  tidak menghardik anak yakim, memberikan kepedulian kepada mereka dan memberi makan orang miskin. Memberikan barang yang berguna dan bertidak berbuat riya atas kebaikan. Karena dari shadaqah yang kita berikan, diganjar dengan kebaikan dari Allah. Imbalan atau ganjaran kebaikan itu pun dikupas mendalam oleh ust. H.Jema’ie makmur. Dimana, pahala yang cukup besar adalah membantu perjuangan fisabilillah, misalnya membangun Masjid dan lain-lain. Tausiyah singkat berakhir, menjelang puasa bersama, dan ditutup dengan doa, selanjutnya buka puasa dan sholat magrib berjemaah. (hms) 
 

 

Berita Terkait