Sabu Malaysia Dimusnahkan

Sabu Malaysia Dimusnahkan

  Jumat, 19 January 2018 10:00
DIMUSNAHKAN: Kepolisian dan beberapa pimpinan instansi terkait menunjukkan barang bukti berupa kosmetik dan narkotika jenis sabu sebelum dimusnahkan. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kalau diestimasikan, maka sekitar 30 ribu orang yang menjadi korban. Diamankan pelaku penyelundupan bersama barang buktinya itu, bisa menyelamatkan kira-kira 30 ribu orang

Didi Haryono 

PONTIANAK - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat memusnahkan barang bukti sabu seberat tiga kilogram asal Malaysia yang diamankan dari tiga orang kurir di sebuah hotel di Kota Singkawang, akhir Desember 2017.

Sebelum dimusnahkan, narkotika jenis sabu ini diuji coba menggunakan cairan marques untuk mengetahui keaslian dan kualitasnya.

Cairan tersebut mengandung asam sulfat yang bersifat mengasamkan. Sehingga barang yang dicurigai mengandung amfetamin maupun metamfetamin akan berubah warna menjadi kuning sampai coklat pekat seperti terbakar dan menguarkan asap. 

Setelah dilakukan uji keaslian barang bukti, barang haram tersebut dilarutkan ke dalam air dicampur dengan cairan kimia. 

Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono mengungkapkan, barang bukti sabu tersebut diamankan dari tiga orang kurir, diantaranya Chai Ling warga negara Malaysia, seorang TKI bernama Nesem warga Jakarta dan Syamsudin warga Kabupaten Kubu Raya.

Penangkapan terhadap ketiga pelaku itu berawal adanya informasi masyarakat yang diterima oleh Subdit I Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Barat, di mana adanya transaksi narkoba jenis sabu di Kota Singkawang.

Mendapat informasi tersebut, tim Subdit I Narkoba Polda Kalimantan Barat bergerak menuju Singkawang. Tim yang dipimpin AKBP Nurwigyo tersebut terus melakukan penyelidikan, hingga diketahui transaksi barang haram tersebut akan dilakukan di Hotel Rajawali Kota Singkawang.

Di lobi hotel, tim melakukan pengamatan dan didapati empat orang, terdiri dari dua laki-laki dan dua orang perempuan.

Selanjutnya, seorang perempuan menyerahkan tas plastik warna hitam yang diduga berisi narkotika kepada seorang laki-laki. Setelah menerima barang itu, laki-laki tersebut bergegas meninggalkan hotel menggunakan sepeda motor menuju Kota Pontianak.

Tim membuntuti pelaku dan setelah tiba di Jalan Raya Tanjung Gundul Desa Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, berhasil menghadang dan melakukan penangkapan.

Setelah berhasil melakukan penangkapan, polisi langsung melakukan pengembangan kepada pelaku lainnya, dengan mendatangi Hotel Rajawali.

Di hotel tersebut, polisi berhasil menangkap dua orang, terdiri dari satu perempuan dan seorang laki-laki. Berdasarkan hasil introgasi, ternyata pelaku bernama Chai Ling yang merupakan warga negara Malaysia masih menyimpan narkotika di kos-kosan di Jalan Tani Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang Barat.

Dalam penggeledahan itu, polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa sabu seberat dua kilogram yang disimpan di dalam tas laptopnya.

Namun dalam upaya penangkapan tersebut, polisi harus melakukan tindakan tegas dengan menembak pada bagian kaki, karena pelaku berusaha melakukan perlawanan dan kabur.

"Satu orang warga Malaysia harus kita lumpuhkan, karena berusaha melawan dan melarikan diri," kata Didi.

Menurutnya, jika diestimasikan, 1 gram sabu bisa dinikmati oleh 10 orang, maka maka 30 ribu orang yang akan menjadi korban.

"Kalau diestimasikan, maka sekitar 30 ribu orang yang menjadi korban. Maka dengan diamankan pelaku penyelundupan bersama barang buktinya itu,  kita bisa menyelamtkan kira-kira 30 ribu orang," lanjutnya.

"Ini kan kurang ajar namanya," sambungnya.

Kapolda Kalbar mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kalbar, agar memiliki sensitivitas terhadap bahaya narkoba bagi perkembangan generasi ke depannya, sehingga secara bersama-sama dalam memberantas peredaran barang haram tersebut.

"Kami juga berharap, sanksi tegas kepada pelaku narkoba, bahkan kalau perlu ditindak tegas seperti ditembak sehingga bisa memberikan efek jera," ujarnya. (arf) 

Berita Terkait