Sabu 28,9 Gram di Oven

Sabu 28,9 Gram di Oven

  Selasa, 25 July 2017 10:00
OVEN: Tersangka menyembunyikan sabu di oven. SUGENG/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SANGGAU – Aparat gabungan dari Kepolisian Resor Sanggau, Tentara Nasional Indonesia, Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sanggau berhasil mengungkap kepemilikan narkotika jenis sabu pada Senin (24/7) dini hari. Kasusnya saat ini dalam penanganan Satuan Reserse Narkotika (Satrestik) Polres Sanggau. Satu orang dijadikan tersangka dan satu lagi masih diperiksa.

Warga Tanjung Sekayam, Wahyu Kurniawan (22) tak dapat mengelak ketika penggeledahan kamar kosnya ditemukan narkotika jenis sabu dengan bruto 28,9 gram (setelah ditimbang di pegadaian) yang tersimpan didalam ovens. Selain barang bukti narkotika, petugas juga menemukan uang senilai Rp7,9 juta (Saat penggeledahan) yang diduga sebagai hasil penjualan barang haram tersebut.

 “Wahyu ini diduga pengedar dengan barang bukti yang ditemukan berupa sabu dan uang tunai yang diduga sebagai hasil penjualan dari barang haram itu. Kasusnya sedang ditangani oleh satrestik dan akan dikembangkan,” ungkap Kapolres Sanggau, AKBP Oki Waskito ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Pengungkapan pada senin dini hari tersebut berawal dari adanya informasi akurat via telepon bahwa ada peredaran barang haram tersebut diwilayah Kota Sanggau tepatnya di Jalan Anggrek, Gang Emponai Kecamatan Kapuas. Anggota yang ikut bergabung dengan tim gabungan sekira pukul 02.30 melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.

 “Setelah dilakukan penggeledahan bersama saksi  ditemukan satu paket plastik besar bening berklip yang berisi diduga sabu. Kemudian satu bundel plastik bening berklip, dua buah sendok pipet, timbangan digital, satu buah kotak istick pico, satu buah ovens, satu buah tas hitam dan uang tunai,” ungkapnya.

Oki juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya, kepolisian juga menangkap tiga orang dalam perkara narkotika diwilayah hukum Polres Sanggau. Ketiganya masih dalam penanganan satrestik dan juga terus dikembangkan.

Mantan Kapolres Melawi ini menambahkan bahwa pihaknya juga enggan kecolongan. Senin pagi, secara mendadak dan acak, kapolres meminta anggotanya melakukan tes urine. Penunjukan acak terhadap anggotanya tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa tidak ada bawahannya yang mengkonsumsi narkotika.

 “Iya tadi saya lakukan tes urine dadakan dan secara acak. Kita juga ingin pastikan tidak ada anggota polisi yang konsumsi narkotika. Alhamdulillah, hasilnya negatif semua pagi kemarin. Jadi kita di kepolisian juga harus bersih dari barang haram ini,” jelasnya.

Adanya pengungkapan Senin dini hari tersebut turut dibenarkan oleh Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Sanggau, Wendi Very Nanda. Menurutnya, terduga pelaku dilakukan tes urine oleh BNNK dan hasilnya negatif. “Dugaannya bukan pemakai, tapi pengedar karena tes urinenya negatif,” kata dia.

Sementara itu, anggota DPRD Sanggau, Yulianto mengatakan bahwa persoalan narkotika di Kabupaten Sanggau ini telah sangat mengkhawatirkan karena disemua lapisan masyarakat sudah banyak yang terjerumus. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah pengungkapan aparat.

 “Kita bisa lihat pelakunya atau penggunanya semua kategori usia ada. Anak-anak sampai orang tua sudah kena. Jadi jangan sampai tambah lagi pengguna dan penyalahgunanya. Cukup dan ayo kita sama-sama perangi narkotika,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Paolus mengingatkan masyarakat Sanggau termasuk para pelajar agar tidak mendekati atau mencoba-coba narkoba. “Kalau sudah pakai (narkoba) itu, (kalian) jadi bodoh, jadi culas, jadi pencuri bahkan membunuh pun berani demi barang haram itu. Kita pasti tidak punya masa depan kalau menyentuh barang itu, makanya saya tidak akan bosan-bosan menyampaikan ini,” tegas Paolus dengan suara lantang.

Dilanjutkannya, jika ada pelajar yang menggunakan narkoba, selain menyusahkan diri sendiri juga akan menyusahkan bangsa dan negara. Bahkan orang tua akan sangat malu jika anaknya terjerat narkoba. “Apa (kalian) tidak sayang dengan orang tua. Karena itu jangan buat malu orang tua,” ujarnya. (sgg)

Berita Terkait