Saatnya Kelola Masjid Berbasis Data

Saatnya Kelola Masjid Berbasis Data

  Minggu, 24 February 2019 09:33
BERI ARAHAN: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberi sambutan saat acara Silaturahmi DMI dan Pengelola Masjid Berbasis Data, kemarin (23/2). MIRZA A. MUIN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Wali Kota (Wako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan di era teknologi yang semakin canggih, diharuskan kepengurusan manajemen masjid mengikuti perkembangan zaman. Hal tersebut dikatakannya saat acara Silaturahmi Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pontianak serta Penguatan Manajemen Pengelolaan Masjid yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (23/2).

"Selain silaturahmi, ada dua informasi yang disampaikan dalam kegiatan ini. Pertama, tentang pengembangan manajemen pengelolaan masjid berbasis aplikasi, dan satunya lagi tentang penguatan pengelolaan masjid," kata Ketua DMI Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Dalam kegiatan yang diikuti perwakilan pengurus masjid se-Kota Pontianak tersebut, Edi memandang paparan materi tentang pengelolaan masjid berbasis aplikasi oleh Salman Busrah, begitu baik. Menurutnya, dengan memiliki basis data, maka  ke depan semakin mudah untuk melihat jumlah masjid sampai data rinci masjid se-Kota Pontianak.

Dia berharap, ke depan semua masjid dapat menggunakan aplikasi tersebut. "Saat ini masih dalam tahap sosialisasi. Kami pun tidak mewajibkan, tapi di era serba teknologi pelayanan pada jemaah dan manajemen masjid juga harus modern dengan mengedepankan tranparansi dan profesional," ungkapnya.

Di tempat sama pengurus DMI Pusat, Ahmad Yani menuturkan, masjid ideal harus mengaplikasikan tiga fungsi. Pertama, sebut dia, peribadatan, kemudian pembinaan dan sosial kemasyarakatan. Untuk menuju ketiga hal tersebut, masjid, kata dia, mesti memiliki kepengurusan. Kemudian, dia menambahkan, kejemaahan masjid mesti miliki rasa cinta terhadap masjid, sehingga jemaah ikut bertanggung jawab terhadap kemakmuran masjid. Lalu, diharapkan Yani, masjid juga mesti memiliki program. "Ini harus ada, baik program jangka pendek, menengah, dan panjang, harus dicantumkan. Setelah program ada, barulah penyelenggaraan kegiatan-kegiatan bisa dijalankan," terangnya.

Terselenggaranya pengajian rutin bersifat umum di masjid dipandang dia juga mesti dilakukan pengurus masjid. Kemudian untuk bidang sosial, pengurus masjid, menurut dia, juga mesti membuat program pembinaan fakir miskin dan duafa, supaya ke depan mereka memiliki kemandirian ekonomi.

Bidang penerangan dan publikasi dipandang Yani juga mesti ada dalam kepengurusan masjid. "Anggaran, kesekretariatan, pembentukan remaja masjid sampai inventarisasi harus dimiliki dalam upaya pengelolaan masjid semakin baik," tutupnya. (iza)

Berita Terkait