Saatnya Jadikan Nelayan sebagai Penguasa

Saatnya Jadikan Nelayan sebagai Penguasa

  Selasa, 12 February 2019 09:43
BERI ARAHAN: Bupati Kayong Utara Citra Duani memberikan arahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Pemerintah Desa se-Kabupaten Kayong Utara, Senin (11/2) di Istana Rakyat. DANANG PRASETYO / PONTIANAK POST.

Berita Terkait

Rakor Pemerintahan Desa se-Kayong Utara

 

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Citra Duani tampaknya sangat memberikan perhatian lebih kepada kaum nelayan. Saat memimpin Rapat Koordinasi Pemerintah Desa se-Kabupaten Kayong Utara, Senin (11/2) di Istana Rakyat, Bupati berkeinginan agar nelayan-nelayan di kabupaten yang dipimpinnya ini mejadi pengusaha, bukan kuli pemodal.

Ia menilai selama ini nelayan selalu berketergantungan dengan para bos sebagai pemodal untuk melaut. Dia ingin pola tersebut diubah. Pasalnya, hal tersebut diakui diia sangat merugiakan nelayan yang setiap hari berkerja. “Jadi selama ini yang harusnya dapat menikmati keuntungan lebih itu sebenarnya mereka (nelayan, Red). Tetapi selama ini mereka hanya dijadikan kuli atau budak oleh mereka (para pemodal, Red). Karena apa, mereka selama ini difasilitasi kebutuhan hidupnya. Tetapi hasil yang mereka dapat itu dibeli dengan harga ditentukan dari harga pasaran,” ungkapnya.

Untuk itu, Bupati berjanji akan berupaya bagaimana caranya nelayan-nelayan tersebut dapat mejadi pengusaha. Harapan dia agar mereka tidak bertergantungan kepada bos ikan yang selama ini dinilai membuat rugi bagi nelayan. “Usaha ikan ini harusnya dapat dilakukan oleh nelayan-nelayan itu. Jangan sampai selama ini dijadikan budak oleh bos-bos mereka selama ini. Yang memberikan modal untuk berlayar. Nah, pola seperti ini akan kita ubah, dengan harapan dapat menjadikan nelayan tersebut pengasilanya lebih,” lanjut dia.

Dia yakin, jika hal seperti ini terus berjalan, sangat memberikan kerugian bagi nelayan. Kondisi yang menurut dia selama ini tidak berpihak kepada nelayan yang sudah berkerja keras. Maka dari itu, dia berjanji bagaimana pemerintahannya menggandeng perbankan untuk membantu nelayan-nelayan tersebut.

“Sehingga dari hulu ke hilir kebutuhan nelayan dapat terpenuhi. Selain itu, bagi OPD terkait juga dapat saling mendukung. Karena ini bisa dikatakan sebagi mata rantai. Begitu pula bagi para petani yang juga memerukan pupuk untuk mereka bertani,” papar dia.

Ia juga menyesalkan bagaimana ulah para pengepul ikan selama ini tidak berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kayong Utara. Untuk itu, ke depan diharapkan dia ada penampung yang dapat berkerja sama dengan pemerintah, serta dapat menaikan derajat bagi para nelayan, khususnya di Kayong Utara ini.  

“Selama ini tidak ada PAD dari hasil laut kita. Makanya pola ini akan kita ubah. Untuk itu regulasi Perda dan Perbup akan kita pelajari dan sesuaikan, untuk mendongkarak PAD. Tapi kalau tidak kita ubah, maka akan selamanya seperti ini. Nelayan tetap nelayan, Pemda tidak dapat PAD. Begitu juga kepada para petani,” ungkapnya.

Citra juga berharap, ketika para nelayan memasuki musim paceklik atau tidak dapat melaut, dapat membuat keramba ikan air asin. Dengan usulan tersebut, diharapkan dia, dapat digunakan untuk meningkatkan penghasilan para nelayan tersebut.

“Selain itu, masyarakat yang berkerja sebagai nelayan juga tidak menutup kemungkinan untuk bertani di sekitar pekarangan rumahnya. Nah, untuk perbankan, nelayan tersebut dapat melakukan pinjaman dalam proses pembayaran, diharapkan tidak terjadi tunggakan,” lanjutnya

Berkaitan dalam hal ini, Pemda, menurut dia, tidak menutup kemungkinan akan berkerja sama dengan para investor agar dapat meningkatkan PAD Kayong Utara. “Jadi kita akan melakukan kerja sama dengan para investor yang siap berkerja sama dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Pertemuan ini sendiri diharapkan Bupati dapat menampung segala aspirasi dan dapat berkoordinasi antar pemerintah desa dan pemerintah daerah. “Jadi kegiatan ini  perlu kita lakukan, dalam upaya untuk membuat progaram ke depan. Karena kepala desa ini kita berikan keleluasaan untuk menyampaikan segala permasalahannya kepada pimpinan, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati serta kepada para kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” terang Bupati.

Citra mengakui, kegiatan seperti ini baru kali pertama dilakukan pada awal pemerintahannya di Kabupaten Kayong Utara. Ternyata ia menilai dengan adanya kegiatan seperti ini mendapat sambutan antusiasme dari para kepala desa yang hadir. Dengan tatap muka seperti ini diharapkan dia segala aspirasi yang disampikan oleh masing-masing kepada desa dapat terserap.

“Adanya kegiatan ini dapat digunakan dengan baik untuk saling berkoordinasi, dengan harapan tidak ada hal yang tidak dapat disampaikan. Begitu pula dengan segala aspirasi kepada desa dapat disampaikan dengan baik dan tidak terputus,” ungkapanya.

Ia mengatakan, dalam melakukan pembangunan tentu dilakukan dari masing-masing desa. Jika hal tersebut dapat dilakukan dengan sebaik mungkin, dia yakin, dalam melakukan suatu pembangunan dapat berjalan dengan baik. “Kegiatan ini diharapkan dapat melakukan pembangunan tepat sasaran. Untuk melakukan pembangunan yang dimulai dari desa, dan secara otomatis pembangunan di kota juga akan maju,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad serta para kepada OPD, para Camat, serta 43 kades yang ada di Kayong Utara. (dan)

Berita Terkait