Ruwetnya Kualifikasi Euro 2020

Ruwetnya Kualifikasi Euro 2020

  Rabu, 20 March 2019 09:53

Berita Terkait

Tantangan Les Bleus dan Asa Debutan

 

Kualifikasi Euro 2020 sudah mulai bergulir pada Jumat dini hari WIB (22/3). Sebanyak 24 tiket fase grup akan diperebutkan 55 negara yang sudah tersebar dalam sepuluh grup. Siapakah yang bakal mengisi slot-slot itu? 

===

SETELAH tak superior saat UEFA Nations League 2018 – 2019, juara dunia Prancis ditantang kembali membuktikan levelnya dalam Kualifikasi Euro 2020. Tergabung di Grup H, Les Bleus, julukan Prancis, cuma dihadapkan dengan lawan-lawan yang tidak berat seperti Islandia, Turki, Albania, Moldova, dan Andorra. 

Di atas kertas Hugo Lloris dkk punya kans besar melaju ke fase grup Euro 2020. Grup H akan dimulai pada Sabtu dini hari nanti WIB (23/3). Tapi entraineur Prancis Didier Deschamps tetap waswas. ''Sejarah sudah menunjukkan, Prancis sering menemui kesulitan saat kualifikasi,'' ujar Deschamps, dikutip L'Equipe. 

Edisi sebelumnya, Prancis langsung lolos sebagai host Euro 2016. Fakta dalam dua edisi sebelum jadi host itu yang membuat Didi, sapaan akrab Deschamps, waswas. Dalam kualifikasi Euro 2008, Prancis bahkan nyaris gagal lolos andaikan Skotlandia bisa mengalahkan Italia pada laga kualifikasi terakhirnya. Prancis lolos dengan selisih dua poin dari Skotlandia. 

Lalu, dalam kualifikasi Euro 2012, negara sebesar Prancis dipermalukan Belarusia 0-1 di Stade de France, Saint-Denis, kandangnya sendiri. Kekalahan memalukan itu terjadi dalam laga opening babak kualifikasi. Sama seperti saat finalis Euro 2016 itu melawat ke Zimbru Stadium, Chisinau, melawan tuan rumah Moldova. 

''Mereka (Moldova) selalu main bertahan, meski mereka mampu menyerang. Kami bakal memiliki sedikit celah, lawan-lawan seperti ini yang bisa kami hadapi,'' lanjut Deschamps. Dari lima calon lawannya, Islandia dan Albania juga punya gaya main seperti itu. ''Ini takkan mudah dan kami tahu itu,'' sebut pelatih 50 tahun itu. 

Takkan mudahnya jalan Prancis itu yang bisa berkebalikan dengan negara-negara seperti Kosovo, Serbia, Belarusia, Georgia, dan Makedonia. Kelima negara itu belum pernah mencicip tensi persaingan Euro. Bahkan sekadar melangkah ke babak playoff. Ya, format baru yang mulai diberlakukan UEFA dalam kualifikasi Euro 2020 ini jadi penolongnya. 

Dalam format barunya, UEFA memberi “hadiah” untuk negara-negara yang finis di zona empat besar masing-masing League dalam Nations League. Serbia dari League C, sementara di League D ada Georgia, Makedonia, Kosovo, dan Belarusia. Serbia misalnya. Tiga kali bermain, Orlovi, julukan Serbia, tak pernah mujur. 

Bahkan, saat kualifikasi Euro 2016 negara pecahan Yugoslavia tersebut mentok di posisi keempat. Atau, satu strip di bawah jalan playoff. Nah, tahun ini, finis di posisi terbawah pun tak akan mengubah jalan Aleksandar Kolarov dkk ke babak playoff! Serbia segrup dengan Portugal dan Ukraina, dua negara yang lebih punya tradisi lolos ke Euro. 

Tactician Serbia Mladen Krstajic tak mau hanya bergantung dengan reward UEFA untuk jalur lolos untuk kali pertama di Euro. ''Saya masih yakin masih mampu tergabung di 20 negara yang lolos langsung,'' klaimnya, dikutip Sport. ''Lagipula, skuad kami masih memiliki kualitas,'' sambung pelatih yang sudah dua musim membesut Serbia itu. 

Keputusan UEFA yang mengakomodir performa negara-negara di dalam Nations League itu bukan hanya bisa berdampak dengan kualitas kontestan di Euro 2020. Masih ada potensi tim dengan kualitas rendah lolos ke Euro 2020. Selain itu, efeknya juga pada jadwal kualifikasi. Itu yang jadi salah satu alasan mengapa UEFA memutar kualifikasi sejak bulan Maret. 

Perubahan yang sudah dikeluhkan tacticus Belanda, Ronald Koeman. ''Terasa aneh. Para pemain kami sedang berada dalam periode tersibuk di klubnya masing-masing,'' keluh Koeman seperti yang dilansir Football Oranje. Meski begitu, Koeman menyebut semua kontestan sama-sama terpengaruh dengan format ini.

 ''Saya tak melihatnya sebagai beban. Pemain kami merasa senang bisa berkumpul lagi,'' beber pelatih yang berjuluk Tintin itu. Oranje, julukan Belanda, di kualifikasi ini tergabung di grup maut bersama Jerman. Virgil van Dijk dkk memulai kualifikasi di De Kuip dengan menjamu Belarusia, Jumat dini hari nanti WIB (22/3). (ren/dns)
 

Berita Terkait