Rusunawa Nipah Kuning Dimulai

Rusunawa Nipah Kuning Dimulai

  Minggu, 22 July 2018 09:56
TINJAU PENGERJAAN: Wali Kota Pontianak Sutarmidji didampingi Wakil Wali Kota Edi Rusdi Kamtono serta anggota DPR-RI Syarif Abdullah Alkadrie saat meninjau pengerjaan rusunawa di Nipah Kuning, kemarin (21/7). (inset) Wali Kota saat melakukan peletakan batu pertama. HUMASKOT FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Setelah rusun di Jalan Harapan Jaya terbangun, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui anggaran Pemerintah Pusat, kembali membangun satu rumah susun sewa (rusunawa) di Jalan Nipah Kuning Dalam, Kecamatan Pontianak Barat. Sabtu (21/7) pagi, peletakan batu pertamanya dilakukan Wali Kota (Wako) Pontianak, Sutarmidji.

"Penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini sebagai salah satu wujud pengentasan kemiskinan," kata Wako Sutarmidji.

Dia memandang, secara langsung dan tidak langsung, dari 14 variabel kemiskinan, delapan di antaranya adalah rumah. “Pastinya delapan variabel sudah terpenuhi, maka tersisa enam variabel diantaranya pendidikan, kesehatan. Kalau mereka mengantongi BPJS dan Kartu Indonesia Pintar, maka dia sudah keluar dari kemiskinan,” jelasnya.

Lebih dalam dijelaskan dia salah satu variabel yang mengindikasikan seseorang tidak miskin adalah apabila bertempat tinggal di rumah, dengan ukuran delapan meter persegi. Jika rumah yang ditempati tipe 36, dengan jumlah anggota keluarga terdiri dari suami dan istri serta dua anak, dengan ukuran rumah 36 meter persegi, keluarga itu, menurut dia, sudah tidak termasuk dalam variabel itu.

Menurutnya, biaya yang dianggarkan untuk pembangunan rusunawa itu cukup besar. Ia minta rusunawa yang dibangun nantinya benar-benar tepat sasaran. Artinya, dia menambahkan, orang yang menempati rusunawa itu betul-betul miskin. Sebab pembangunan rusunawa, kata Midji, sapaan karibnya, selaras dengan pengurangan kemiskinan. “Jangan sampai justru mereka semakin miskin dan jangan sampai orang yang berpenghasilan lebih dan punya kendaraan mobil yang menempati rusunawa itu,” tegasnya.

Untuk biaya sewa di rusunawa diperkirakan dia lebih tinggi dari yang sudah ada di Jalan Kom Yos Sudarso. Hal ini, menurut dia, lantaran bangunan rusunawa yang akan dibangun lebih luas dari rusunawa Jalan Kom Yos Sudarso. “Rusunawa ini rencananya diperuntukkan bagi warga yang berdomisili di Parit Tokaya. Parit Tokaya tahun ini target kita harus bersih dari bangunan di atas parit,” sebutnya.

Meski biayanya lebih besar dari rusunawa Jalan Kom Yos Sudarso, tapi dinilainya masih terjangkau. Ia menginginkan penerapan sewa hitungannya sesuai dengan biaya operasional pemeliharaan gedung selama satu tahun, kemudian dibagi perhari. “Artinya orang yang menempatinya hanya menanggung biaya operasional pemeliharaan,” tuturnya.

Selain rusunawa Nipah Kuning, rencana diungkapkan Wako, akan dibangun rusunawa serupa di Gang Semut, Kecamatan Pontianak Timur. Rusunawa tersebut, diakui Wako, dibangun melalui bantuan anggaran Pemerintah Pusat. Selain Kecamatan Pontianak Timur, rusunawa juga bakal dibangun mereka di Kecamatan Pontianak Utara, tepatnya di Gang Flora. Nanti selain rusun, di sana juga Pemkot akan membangun booster PDAM. (iza)

Berita Terkait