Rumah Wakil Ketua KPK Dilempar Bom Molotov

Rumah Wakil Ketua KPK Dilempar Bom Molotov

  Rabu, 9 January 2019 12:37

Berita Terkait

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarief kabarnya diteror oleh orang tidak dikenal. Kediamannya, Jalan Kalibata Selatan, Nomor 42c RT 01/03 Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dilempari bom molotov.

Suwarni, 58, pedagang kue di sekitar rumah Laode mengatakan, dirinya mengetahui ada bom molotov dari sopir komisioner KPK bernama Bambang.

"Saya kan tadinya keluar, ngga lama sopirnya Pak Bambang datang pagi-pagi, sudah dibuka pagernya terus saya tanya ada apa Pak Bambang, ini ada bom molotov, gitu doang," ujarnya di lokasi, Rabu (9/1).

Namun dia mengaku, anaknya mendengar suara pecahan kaca sekitar pukul 12.30 WIB. "Ada suara kaya pecahan saya sempet dengar tapi saya nggak mikir ke situ, nggak ada orang keluar," imbuhnya.

Karenanya, dia baru tahu adanya bom molotov di kediaman Laode pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB. "Lah ini tadi ketauannya sudah setengah enaman deh, nggak taunya di atasnya sudah gosong," kata Suwarni.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di kediaman Laode ditemukan botol berisikan spirtus dan sumbu api. Bom itu ditemukan hari ini sekitar pukul 05.30 WIB. Dari rekaman CCTV di rumah Laode, sekitar pukul 01.00 WIV, ada orang di curigai melakukan aktivitas di depan rumah teraebut. 

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) membenarkan adanya teror di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan wakilnya, Laode Muhammad Syarief. Insiden itu terjadi pagi ini, Rabu (9/1).

"Untuk kejadian pada pagi hari ini ada insiden di kediaman Pak Agus sama Pak Laode. Kejadian tersebut benar terjadi hari ini," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Rabu (9/1).

Atas kejadian ini katanya Polda Metro Jaya sudah membentuk tim untuk menyelidiki dan mencari peneror kediaman dua petinggi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Bahkan, Mabes Polri juga menerjunkan Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sebagai perbantuan.

"Densus 88 sudah mengalami pengalaman berbagai kasus terkait peristiwa bahan peledak. Dia punya kompetensi cukup lengkap. Tugas Densus backup tim yang dibentuk Pak Kapolda," tutur Dedi.

Tim pun saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa barang bukti yang ditemukan berupa pecahan botol. "Sedang dianalisa kemudian ada bekas asap api, sedang dianalisa. Tidak ada korban. Berikan kesempatan tim bekerja dulu," imbuhnya.

"Belum bisa diidentifikasi apakah ini molotov atau jenis lain. Nanti dari Labfor dibantu Densus akan diambil kesimpulan," tambah Dedi.

Dari hasil identifikasi sementara, kejadian di dua kediaman pemimpin KPK itu waktunya berlangsung cukup dekat. "Ada selang beberapa jam. Berikan kesempatan tim bekerja dulu," pungkas Dedi. (Desyinta Nuraini/Jawa Pos)

Berita Terkait