Ruas Jalan Ketapang–Siduk Mengkhawatirkan

Ruas Jalan Ketapang–Siduk Mengkhawatirkan

  Senin, 23 July 2018 10:15
ILUSTRASI

Berita Terkait

KETAPANG – Ruas jalan nasional Siduk–Ketapang dikeluhkan masyarakat. Di sepanjang ruas jalan tersebut terdapat banyak lubang yang membahayakan pengendara, khususnya pengendara roda dua. Pihak berwenang diminta untuk memperbaiki jalan-jalan yang berlubang tersbut.

Salah satu warga Delta Pawan, Marno (34), mengeluhkan banyaknya lubang di ruas jalan tersebut. Kerusakan jalan tersebut diakui dia tentunya membahayakan, terlebih lagi bagi pengendara sepeda motor. "Yang pakai mobil saja harus berhati-hati, apalagi yang pakai sepeda motor. Jalannya banyak lubang," katanya, kemarin (22/7) di Ketapang.

Dia menjelaskan, kerusakan jalan tersebut terdapat di sejumlah titik. Yang membuat lubang itu berbahaya, menurut dia, karena terletak di antara jalan yang bagus. "Yang tidak biasa melintas tentu berbahaya. Karena jalannya bagus dan tiba-tiba rusak. Jadi, yang tidak tahu pasti ngebut. Nah, itu yang bahaya," jelasnya.

Dia melanjutkan, jalan berlubang tersebut sudah lama terjadi. Namun, dia menambahkan, sampai saat ini belum diperbaiki oleh pihak berwenang, dalam hal ini pelaksana perbaikan ruas jalan nasional itu. Padahal setahu dirinya, anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional Ketapang–Siduk mencapai Rp42 miliar dan waktu pelaksanaannya sudah berjalan.

Dia mengungkapkan, anggaran itu satu paket dengan pekerjaan ruas Jalan DI Pandjaitan. "Kita apresiasi jalan sudah selesai, meskipun sempat diprotes warga karena pelaksana terkesan mengabaikan keluhan warga terkait kerikil. Sekarang kami minta jalan-jalan berlubang sepanjang jalan Ketapang-Siduk diperbaiki. Jangan menunggu masyarakat protes baru bekerja," pintanya.

Marno mengingatkan, jalan yang berlubang berpotensi menyebabkan kecelakaan, terlebih di malam hari. Dia berpesan, jangan sampai menunggu ada korban, sehingga ruas jalan tersebut baru diperbaiki. "Kita minta segera diperbaiki, jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki. Kepada kementrian terkait kita minta untuk mengawasi pelaksana agar bekerja serius. Jika lalai, harus diberi sanksi tegas," tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Jamhuri Amir, juga meminta pelaksana jalan nasional Ketapang–Siduk untuk segera memperbaiki kerusakan ruas jalan tersebut. "Segera diperbaikilah. Meskipun waktu pelaksanaan pekerjaan masih lama, tapi jangan menunggu waktu selesai baru diperbaiki. Sebab jalan dilalui banyak orang setiap harinya," kata Jamhuri.

Dia melanjutkan, dirinya sangat mendukung adanya pembangunan jalan nasional dari dana APBN, lantaran dapat meringankan beban keuangan daerah dan membuat infrastruktur menjadi bagus. Namun, meskipun dana tersebut dari pusat dan kewenangan bukan di kabupaten, menurut dia, tentu masyarakat berhak menyampaikan keluhan dan harapannya.

"Jangan tunggu ada korban terjatuh karena lubang baru diperbaiki. Kementerian tolong diawasi dan dipantau pelaksananya, agar segera memperbaiki lubang-lubang yang dapat membahayakan keselamatan pengendara," pinta Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Ketapang tersebut.

"Jika memang dana tidak cukup untuk membangun semua ruas jalan itu, tapi paling tidak yang berlubang itu ditutup sementara sambil menunggu anggaran di tahun berikutnya. Jangan dibiarkan begitu saja," pungkas Jamhuri. (afi)

Berita Terkait