RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Resmikan CSSD

RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Resmikan CSSD

  Rabu, 16 May 2018 10:31
RESMIKAN: Komisaris Utama PT ABK, dr Abdul Barry Barasila SpOG didampingi Direktur RS ABK, dr Badarul Muchtar WD SpOG dan Dirut PT ABK, dr Saukani Halim SpOG meresmikan CSSD. IST

RUMAH Sakit Anugerah Bunda Khatulistiwa (RS ABK) saat ini memiliki Central Sterile Supply Department (CSSD), yakni unit yang bertanggungjawab atas pencucian dan distribusi alat yang telah disterilkan di rumah sakit. Sterilisasi alat medis menggunakan metode plasma.

Pengguntingan pita, tanda diresmikannya CSSD, dilakukan Komisaris Utama PT Anugerah Bunda Khatulistiwa, dr H Abdul Barry Barasila SpOG didampingi Direktur RS ABK, dr H Badarul Muchtar SpOG, Senin (14/5). Sedangkan pemotongan tumpeng dilakukan dr H Saukani Halim SpOG, Direktur Utama PT ABK.

Dalam sambutannya, Abdul Barry Barasila berharap kehadiran CSSD meningkatkan kualitas sterilisasi alat-alat medis yang digunakan RS ABK, serta mampu menekan infeksi dan meningkatkan layanan operasi.

Badarul Muchtar menambahkan bahwa kehadiran CSSD sangat diperlukan rumah sakit. Apalagi jenis pelayanan dari hari ke hari semakin bertambah, sehingga penggunaan alat medis dari yang sederhana hingga canggih. Melalui CSSD, lanjut dia, pihak rumah sakit dapat menyiapkan alat-alat steril untuk kebutuhan perawatan pasien.

Selama ini, kata dia, pihaknya menggunakan autoklaf dengan temperatur di atas 120 derajat celcius. Akibatnya, alat-alat medis yang kecil, seperti untuk operasi mata, laparoskopi mudah lemah, dan mudah rusak. Kehadiran CSSD ini pun, kata dia, akan membuat alat-alat tersebut lebih steril dan awet. “Dengan temperatur 60 atau 70 alat-alat akan lebih awet,” tambahnya.

Ruangan CSSD pun dibuat khusus dengan enam sekatan untuk masing-masing fungsi. Mulai dari penerimaan alat, memproses, memproduksi, mensterilkan, menyimpan, serta mendistribusikan peralatan medis ke berbagai ruangan di rumah sakit untuk kepentingan perawatan pasien. 

“Standarnya harus memisahkan bahan kotor, sudah diproses, maupun yang sudah steril. Tidak boleh satu tempat, makanya ruangannya bersekat. Tekanan udara di dalam juga harus beda,” paparnya. 

Badarul menjelaskan, dari keenam ruangan itu, ada yang berfungsi untuk ruang penerimaan kain atau katun yang sudah melewati proses pencucian. Kemudian kain dilipat dan disusun sesuai aturan lalu dipacking. Sekat sebelahnya adalah ruangan untuk penerimaan alat-alat logam yang sudah dicuci. Namun, untuk logam harus dimasukkan lebih dulu ke dalam ruang pencuci. Alat pencuci otomatis akan membersihkan dan mengeringkan alat.

“Setelah di ruang packing dan sterilisasi baru masuk ke ruang menyimpanan,” ungkapnya, yang menambahkan tidak sembarang petugas bisa masuk. Petugas dilengkapi dengan pakaian khusus. Masuk ke dalam ruangan harus menggunakan sandal khusus yang disediakan pula. (ser)