Ricardo Gelael dan Gairah Bisnis Waralaba

Ricardo Gelael dan Gairah Bisnis Waralaba

  Rabu, 27 January 2016 09:34
Ricardo Gelael

Sejumlah kalangan memandang dengan sebelah mata bisnis waralaba. Padahal, potensi penyerapan tenaga kerjanya tidak sedikit. Juga bisa menjadi indikator menggeliatnya ekonomi suatu daerah.

Bagi Ricardo Gelael, presiden direktur PT Fast Food Indonesia, pemegang waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC), Indonesia tinggal menuntaskan pembangunan infrastruktur agar bisnis di daerah bisa bertumbuh. Dia mencontohkan pembukaan gerai KFC di luar Pulau Jawa yang masih harus ”mengimpor” ayam dari Jawa.Menurut dia, jika pemerintah bisa memberikan infrastruktur lebih bagus, biayanya akan kian terpangkas. Dengan demikian, harga bisa ditekan. ”Akan ada pemangkasan harga yang lebih banyak dalam pengiriman,” kata Ricardo.

Tentang potensi ekonomi Indonesia ke depan, Ricardo optimistis negeri ini bisa bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara. Indonesia memiliki modal buat memenangi pasar di zona ASEAN.Dia menyebut tenaga kerja serta sumber daya alam yang melimpah sebagai modal dasar yang patut dimaksimalkan. Menurut dia, saat bertanam modal, pengusaha akan berpikir bukan hanya lima tahun, melainkan sepuluh sampai lima belas tahun ke depan.

Dia mengatakan, asal pemerintah memberikan dukungan, ekonomi Indonesia akan terus tumbuh. Dia mengapresiasi sejumlah kebijakan pemerintahan saat ini. Misalnya rencana penerapan pengampunan pajak.Waralaba KFC di Indonesia dirintis sang ayah, (almarhum) Dick Gelael, pada akhir 1970-an. Sampai sekarang KFC sudah memiliki sekitar 500 gerai yang terbentang mulai Sabang sampai Merauke.

Ricardo tidak langsung melesat dan menikmati kesuksesan seperti saat ini. Pria kelahiran Jakarta itu belajar dari bawah. Dia pernah menjadi pelayan di supermarket Gelael, juga milik ayahnya. Bahkan, pelayanan membawakan barang milik pelanggan pun dengan rela dia lakukan. Itu dia anggap sebagai bagian dari pembelajaran.”Itulah nilai-nilai entrepreneurship dasar yang diajarkan oleh ayah kepada saya,” tutur suami Rini S. Bono tersebut. Ricardo tak mau, mentang-mentang SoB (son of boss), perjalanan karirnya bisa berleha-leha dan mulus terus.

Pada awal 1980-an, Ricardo juga pernah turun langsung untuk menguji bagaimana memilih ayam yang baik. Oleh sang ayah, dia diharuskan memotong ayam, memilah ayam yang bagus, juga menjaga kualitas ayam yang akan disajikan di restoran miliknya.Dalam membuka waralaba, Ricardo punya tiga prinsip. Yakni, branding, location, dan servis. Kemudian, setiap gerai KFC harus punya QSC (quick, secure, cleanliness). Dengan menjaga prinsip-prinsip tersebut, KFC terus berkembang dan menambah gerai.

Dia mengatakan, ayam lebih bisa diterima oleh masyarakat. Juga, orang-orang lebih senang menyantap ayam daripada burger. Sadar bahwa keunggulan KFC adalah dekat dengan budaya masyarakat Indonesia, pengusaha berusia 57 tahun itu merangkul anak muda dengan berbagai inovasi. Yakni, menjadikan gerai KFC sebagai lokasi nongkrong anak muda.Ada beberapa inovasi yang kemudian lahir dari KFC. Melalui musik, olahraga, dan gaya hidup. Di bidang music, misalnya, KFC adalah pelopor paket bundling CD musisi tanah air dengan penjualan menu di KFC. Berkat paket itu, bisnis musik Indonesia bisa memperpanjang napas.

Bahkan, untuk lebih melakukan penetrasi kepada pasar musik Indonesia, KFC kini memiliki label sendiri. Label Jagonya Musik itu tidak sekadar mengurusi penjualan CD musisi, tapi juga menjadi manajer bagi musisi-musisi yang tergabung di dalamnya.”Sekarang artis yang mau masuk antre setelah KFC sukses lewat bundling penjualan KFC dan CD musisi,” ucapnya.Di bidang sport, KFC tahun ini turun di ajang GP2, level balapan roda empat di bawah Formula 1. Tim Jagonya Ayam Campos memiliki dua pembalap yang akan diturunkan. Yakni, Sean Gelael dan Mitch Evans.

Meski pembalap Tim Jagonya Ayam Campos Sean Gelael adalah anaknya, Ricardo mengatakan mengontrak Sean sebagai bagian dari branding KFC untuk merangkul anak muda.”Justru segmen anak muda ini yang selalu naik turun. Makanya, kami dituntut buat selalu berpikir tentang inovasi,” ucap Ricardo.Selain sudah stabil dengan gerai KFC yang memiliki pasar kaum menengah ke atas, Ricardo menuturkan bahwa ada inovasi restoran kaum menengah ke bawah. Yakni, KFC Box. KFC Box tidak hanya menyediakan ayam, tapi juga menu ”rakyat” seperti nasi goreng. (dra/c11/sof)