Ribuan Warga Padati Gawai Dayak

Ribuan Warga Padati Gawai Dayak

  Selasa, 21 May 2019 11:41
IKUT PAWAI: Gubernur Kalbar Sutarmidji, bersama Mantan Gubernur Kalbar Cornelis dan Pangdam XII Tanjungpura mengikuti pawai Pembukaan Gawai Dayak.

Berita Terkait

Dorong PDG Jadi Event Wisata Nasional 

PONTIANAK - Pekan Gawai Dayak (PGD) XXXIV Tahun 2019 Kalimantan Barat (Kalbar) resmi dibuka di Rumah Radakng Pontianak, Senin (20/5). Ribuan warga memadati kawasan  Rumah Radakng Pontianak sejak pagi. Mereka mengenakan pakaian adat khas dayak dengan pernak-pernik dominan berwarna merah. 

Musik dan tarian menyambut kedatangan para pejabat yang hadir untuk membuka event yang akan berlangsung hingga, Jumat (24/5) itu. Terlihat hadir Gubernur Kalbar Sutarmidji, Presiden MADN Cornelis, Ketua DAD Kalbar, perwakilan dari Kantor Staf Presiden RI, ketua dan anggota DPR dan DPRD, kepala daerah se-Kalbar, perwakilan pemerintah Malaysia serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kalbar dan tamu undangan lainnya. 

Dalam sambutannya, Presiden MADN Cornelis, mengatakan meski sudah mampu menarik peserta dari dalam maupun luar negeri, PGD masih perlu peningkatan promosi. Hal ini agar peserta atau penonton yang hadir menjadi semakin banyak. Dengan demikian, dampak positif dari segi ekonomi yang diperoleh dapat lebih signifikan.

"Nah ini promosi kita kurang. Tolong dipromosikan sehingga kawan-kawan dari seluruh Indonesia atau di tanah Kalimantan ini bisa hadir di sini," katanya. Selain promosi, ia juga menekankan agar manajemen kegiatan lebih ditingkatkan. Semakin hari harus semakin profesional sehingga akan lebih banyak lagi yang hadir memeriahkan acara ini. 

"Kalau saya lihat sekarang lebih baik dari tahun lalu, tapi jumlah orang (pengunjung) tidak terlalu penuh. Berarti orang dari kabupaten kota se-Kalbar, atau di luar Kalbar sedikit yang datang," ujarnya.

Mantan Gubernur Kalbar itu menyebut sudah 34 tahun gawai diadakan dan dipusatkan di Pontianak. Tujuan sebenarnya adalah untuk efisiensi agar kegiatan serupa tidak perlu lagi digelar di masing-masing tempat atau daerah. 

"Saya mengucapkan selamat gawai semoga bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara ini, sehingga kita orang dayak tidak jadi beban negara," ucapnya. Beban negara dalam artian bahwa tingkat kemiskinan yang masih tinggi, serta kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih rendah. Kedua hal tersebut dinilai menjadi tantangan ke depan. Orang dayak diharapkan mampu bersaing dengan etnis lain, terutama generasi muda.  “Jangan hanya mengeluh, tapi harus bekerja. Berjuang supaya mampu bersaing," pesannya. 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengucapkan selamat atas diselenggarakannya PGD XXXIV Tahun 2019. Menurutnya, budaya hendaknya menjadi salah satu modal dasar untuk kemajuan negara. Budaya menjadi perekat hubungan yang harmonis, baik sesama masyarakat di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ia mencontohkan adanya irisan budaya yang kuat antara masyarakat dayak di Kalbar dengan di Sarawak dan Sabah, Malaysia. Hal itu menjadikan event ini mampu menarik kedatangan wisatawan dari negara tersebut dengan jumlah yang cukup besar. "Ini dari sisi promosi pariwisata sangat menguntungkan kita (Kalbar)," ucapnya. 

Maka dari itu, mulai tahun depan Pemprov Kalbar akan memasukkan PGD ke dalam kalender wisata di Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalbar. Sutarmidji berharap budaya-budaya yang ada di daerah ini terus digali, khususnya budaya dayak yang kemudian bisa dibukukan agar bisa menjadi bahan pembelajaran. 

"Saya sependapat kalau seluruh anak bangsa ini perlu memahami budaya yang satu dengan yang lain. Ini supaya ikatan kebersamaan dalam keberagaman itu menjadi semakin baik dan kita bisa membangun daerah bersama-sama," harapnya.

Orang nomor satu di Kalbar itu berharap gawai berjalan sukses serta terus dievaluasi demi perbaikan ke depan. Hal itu agar PGD bisa ditingkatkan menjadi event wisata nasional yang terprogram. "Jika sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar namun tidak terpromosi dengan baik maka bakal rugi. Kebudayaan itu bisa menarik turis dari luar," ungkapnya. 

Dengan masuknya event ini sebagai program tetap pemerintah, kata Sutarmidji, promosinya akan semakin ditingkatkan. Untuk itu, penganggarannya juga sebagian besar sudah ada di dalam APBD Provinsi Kalbar. 

Sementara itu, Ketua Panitia PGD XXXIV, Sekundus mengungkapkan tahun ini cukup banyak tamu dan peserta dari luar daerah yang hadir. Dari Sarawak, Malaysia saja jumlahnya mencapai 872 orang. Ditambah dari dalam negeri seperti Kalteng, Jabar, Papua dan daerah lainnnya. 

PGD tahun ini diharapkan bisa menggali seni budaya dayak yang belum terangkat, termasuk melestarikan kearifan nilai budaya dayak agar tetap terjaga. "Untuk kesenian, ada 53 sanggar di bawah binaan Sekberkesda Kalbar ikut memeriahkan kegiatan ini," pungkasnya. 

Utusan dari Sarawak, Malaysia, Datuk Pemancha Janggu mengaku bangga dengan budaya Indonesia, khususnya dayak di Kalbar yang masih terjaga. Menurutnya, segala adat dan tradisi termasuk pernak-pernik khas suku dayak di daerah ini masih sangat lengkap dan terjaga. 

Meski sebagai saudara serumpun dan di daerahnya juga memiliki budaya yang sama, namun ia mengaku masih tak selengkap yang dimiliki Kalbar. "Kami sangat senang bisa datang ke sini, ada hampir 900 orang dari Sarawak datang untuk menyaksikan gawai," tutupnya.(bar)

Berita Terkait