Ribuan Masyarakat Rasau Jaya Antusias Ikuti Jalan Sehat Bersama BKKBN

Ribuan Masyarakat Rasau Jaya Antusias Ikuti Jalan Sehat Bersama BKKBN

  Senin, 3 December 2018 09:52
LEPAS PESERTA: Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga BKKBN Pusat, M Yani melepas peserta jalan sehat.

Berita Terkait

Sinergis Sosialisasi Program KBKR

RIBUAN masyarakat Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya mengikuti jalan sehat yang diadakan Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (2/12) di halaman Kantor Kota Terpadu Mandiri Pelabuhan Rasau Jaya. Usai jalan sehat, BKKBN juga melakukan promosi Pelayanan KB dan KR Berkualitas dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bersama Mitra Tahun 2018, pada masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga BKKBN pusat, M Yani ditemani Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmana. Dari unsur Pemerintah Provinsi, mewakili Gubernur Kalbar, hadir Kepala Dinas Kesehatan, Andy Jap dan perwakilan dari Pemerintah Daerah, dihadiri Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus.

Dalam kegiatan tersebut, BKKBN Kalbar juga mengadakan talk show mengambil tema “Kesehatan Reproduksi Sebagai Hak Asasi”. 

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga BKKBN pusat, M Yani, menjelaskan bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan bertujuan mendorong masyarakat menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang. Menurutnya penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang lebih baik ketimbang penggunaan alat kontrasepsi jangka pendek yang miliki kelemahan, yang bersifat hormonal. Oleh karenanya BKKBN terus mensosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang sesuai kebijakan.

Dia menyebutkan, Total Fertility Rate (TFR) angka kelahiran nasional di 2018  2,4 persen. Kalau di Kalbar tak ditutupi angka TFR masih tinggi. Artinya BKKBN terus berupaya menurunkan angka TFR dengan mengajak masyarakat ikut program KB dengan capaian angka TFR di Kalbar bisa sama dengan angka nasional. Dalam upaya penurunan angka TFR diyakini dia bisa tetapi secara bertahap.

Tantangannya sekarang bagaimana cara menyadarkan masyarakat agar mau imut serta dalam program KB. Dalam upaya sosialisasinya, BKKBN juga masuk ke pesantren meminta para dai dan ulama mengkampanyekan program KB. Selain itu, melalui program Kampung KB juga mampu mempercepat realisasi KB.

Keluarga baru menikah juga jadi target Penyuluh Keluarga Berencana. Jangan sampai, keluarga muda mempunyai anak lebih dari dua. Sasaran keluarga muda ditekankan dia miliki sekgmentasi karena berlatar belakang berbeda pendidikan. Oleh karena dalam penyampaian konsep harus disesuaikan. 

Di tempat sama, Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmana menambahkan, kegiatan promosi Pelayanan KB dan KR Berkualitas dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bersama Mitra Tahun 2018, merupakan forum silaturahmi program semua level, mulai dari pusat, provinsi sampau kabupaten.

Agar apa yang menjadi keinginan BKKBN tercapai, paling penting adalah membentuk keluarga kecil sehat dan berkualitas hingga mengakar. Makanya, kegiatan seperti ini baik di Kampung KB dan desa-desa kadang terlupa akan sentuhan siraman informasi perlu didekati agar ketika programnya masuk mereka bisa menerima.

Dengan pahamnya semua program BKKBN, harapannya masyarakat akan semakin mengerti. Jika sudah paham maka akan tercipta keluarga bahagia. “Ini menjadi pondasi utama dalam pembangunan bangsa. Jika terbangun keluarga berkualitas maka akan terbangu masyarakat berkualitas dan bangsanya secara otomatis akan berkualitas”. katanya. “Pemda Kubu Raya sangat mendukung progran BKKBN. Yang sudah nampak adalah membentuk lembaga yang konsen dengan masalah Kependudukan dan KB,” ucap Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus.

Tak hanya itu saja, sebagai tindaklanjut, Pemda Kubu Raya juga telah membentuk 20 Kampung KB. Dimulai pada 2017 dibentuk 10 Kampung KB dan di 2018 kembali dibentuk 10 Kampung KB, yang ada ditiap Kecamatan. Semua dilakukan guna memberikan penyadaran masyarakat akan pentingnya informasi ini. Tak hanya itu, adanya Kampung KB juga menjadi pintu masuk beragam program lintas sektoral.(iza)
 

Berita Terkait