Ribuan Handpone Ilegal Senilai 7,3 Milliar dari Malaysia Digagalkan

Ribuan Handpone Ilegal Senilai 7,3 Milliar dari Malaysia Digagalkan

  Kamis, 20 December 2018 06:31

DUA unit kendaraan roda empat, KB 8264 AT dani KB 1023 WF, saat melintas Jalan Perwira, Kelurahan Bumi Amas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, diamankan Reserse Kriminal Polres Bengkayang. Kedua kendaraan ini diketahui membawa barang ilegal handphone  XIAOMI dari Malaysia.     

"Telah dilakukan penangkapan barang ilegal diduga dari Malaysia," tutur Kapolres Bengkayang AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto SH SIK MH seperti dilansir Humas Polda Kalbar. 

Penangkapan barang legal Malaysia itu merujuk Laporan Polisi : LP//A/XII/Res.1.3./2018/Res.Bky/Reskrim, Selasa tanggal 18 Desember 2018 tentang dugaan Tindak Pidana Perlindungan Konsumen sebagai mana dimaksud dalam Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) huruf a Jo UU RI No. 08 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Atau Pasal 113 UU RI No.7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan.

Pemilik barang ilegal itu yakni seorang lelaki berinisial S. Pria berumur 33 tahun ini  merupaka warga Kota Pontianak, dan  seorang lelaki berinisial F. Laki-laki 42 tahun ini juga warga Kota Pontianak. Keduanya ditangkap karena membawa barang ilegal dari Malaysia.

Kasus ini berawal berbekal informasi singkat dari masyarakat. Isinya adalah ada 1  buah mobil Avanza warna putih dengan Nomor Polisi KB 1023 WF dan 1 mobil boks merek Daihatsu Grand Max dengan Nomor Polisi KB 8264 AT dari arah Jagoi Babang membawa barang yang diduga dari Malaysia. Berkat kesigapan anggota di lapangan, maka anggota melakukan pemeriksaan terhadap mobil tersebut.

Masuknya barang ilegal dari Malaysia ke Kalimantan Barat melalui perbatasan RI-Malaysia mendapat perhatian khusus Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

 

Jenderal bintang dua itu berkomitmen memberantas semua jenis barang yang tidak memenuhi standar surat menyurat berlaku alias ilegal. Ini dilakukan guna memberikan rasa nyaman dan aman bagi rakyat.**