RI Promosi Bebas Visa Kunjungan (BVK) ke Selandia Baru

RI Promosi Bebas Visa Kunjungan (BVK) ke Selandia Baru

  Rabu, 23 March 2016 08:46

Berita Terkait

JAKARTA--Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mempromosikan bebas visa kunjungan (BVK) di Auckland International Cultural Festival 2016.
"Jumlah wisatawan Selandia Baru ke Indonesia masih kecil, jadi kami perlu terus promosi BVK," kata I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar.
Indonesia masih menganggap Selandia Baru sebagai pasar potensial, dan sejak lama memberlakukan kebijakan BVK kepada warga negeri Kiwi yang berlibur ke Bali dan destinasi lainnya. Namun, jumlah wisatawan Selandia Baru tetap kecil.
"Selandia Baru negara dengan tingkat kesejahteraan tinggi, tai jumlah wisatawan asal negeri itu yang menyambangi Indonesia baru 33 ribu," kata Pitana.
Saat ini, PP No 21 tahun 2016 tentang tambahan BVK baru saja diteken Presiden Joko Widodo dan berlaku untuk 169 negara. Selandia Baru masuk di dalamnya.
"Kebijakan BVK kini punya payung hukum, dan kami segera promosi ke negara yang masuk BVK," ujar Pitana.
Asnawi Bahar, ketua umum Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia (ASITA), merespon positif rencana promosi BVK. Ia menyebut promosi ini sebagai gebrakan cerdas, yang diperkirakan berimbas pada peningkatan devisa negara.
"Promosi ini bisa memberi efek poitif dalam banyak hal," kata Asnawi Bahar.
Menpar Arief Yahya memperkirakan kebijakan baru BVK akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Australia. Alasannya, wisatawan tidak lagi dipusingkan mengurus visa sebelum datang ke Indonesia.
Dalam World Economic Forum, Menpar Arief Yahya juga mengatakan satu pilar penting pembangunan pariwisata adalah international openess.
"Setelah masuk dengan mudah, wisatawan akan membelanjakan lebih banyak uangnya. Sehingga ekonomi tumbuh," kata Menpar Arief Yahya.(r)

Berita Terkait