Revitalisasi Saka Bakti Husada Hingga Tingkat Cabang

Revitalisasi Saka Bakti Husada Hingga Tingkat Cabang

  Selasa, 19 February 2019 11:03
FOTO BERSAMA: Pengurus Saka Bakti Husada tingkat daerah Kalimantan Barat masa bakti 2015-2020 foto bersama Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalbar, Plt Kadis Kesehatan Kalbar, dan undangan; usai pelantikan penyempurnaan pengurus, kemarin.

Berita Terkait

PONTIANAK - Pimpinan Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Saka Bakti Husada) tingkat daerah Kalimantan Barat masa bakti 2015-2020 melakukan penyempurnaan pengurus dalam rapat koordinasi di aula Dinas Kesehatan Kalbar, Senin, 18 Februari 2019. Pelantikan pengurus dipimpin langsung H Suriyadi MS SSos MSi, Ketua Kwartir Daerah Kalbar.

“Harapan kami, Saka Bakti Husada ini bisa lebih booming lagi kegiatan-kegiatannya,” ujarnya, “Apalagi kita melihat sudah mewabah penyakit DBD, mungkin salah satu krida yang ada di Saka Bakti Husada bisa dioptimalkan. Tentu ini tidak bisa kerja sendiri, meski kerja sama dengan kwartir cabang.”

Menurutnya, keberadaan Saka Bakti Husada yang cukup lama di Indonesia, khususnya di Kalbar, bisa memberikan kontribusi pada masalah kesehatan. “Saka Bakti Husada yang lalu telah banyak berkontribusi bagi Kalbar, terutama dalam pembangunan sumberdaya manusia,” katanya.

Ia mengapresiasi Dinkes Kalbar yang membuat program keberpihakan pada masyarakat. Ini sesuai ciri khas pramuka, dimana Saka Bakti Husada tak hanya menjadikan insan terampil pramuka, tetapi juga memiliki life skill.

Yulsius Jualang SKep MKes, Ketua Saka Bakti Husada tingkat daerah menyampaikan, revitalisasi kepengurusan tingkat cabang pada 14 kabupaten/kota di Kalbar menjadi program utama mereka. “Sesuai yang disampaikan ketua Kwartir Daerah, yang menjadi ranah kesehatan ini betul-betul kami jalankan, sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kalbar ini.

Ia menambahkan ada 35 syarat kecakapan khusus yang harus dimiliki untuk kesehatan masyarakat secara umum, baik dari penyakin maupun yang lain. “Harapan kami, pada tahun ini, bisa semua cabang Saka Bakti Husada diaktifkan. Saat ini baru tiga kabupaten yang aktif,” katanya.

Sementara itu, dalam arahannya, drg Hary Agung Tjahyadi MKes, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat meminta adanya kolaborasi kegiatan dinas dengan Saka Bakti Husada tingkat daerah Kalbar. “Kakak sekalian yang pegang program tolong dipikirkan dan rencanakan apakah ada kegiatan yang bisa dikolaborasikan,” ujarnya, kemarin.

Pelindung/penasehat Saka Bakti Husada tingkat daerah ini menayampaikan, saat mengikuti Rakerkesnas tahun 2019, diadakan sarasehan Saka Bakti Husada, harapannya ada upaya revitalisasi terkait keaktifan di tingkat daerah (provinsi) dan cabang (kabupaten/kota). “Hal terpenting, apa yang akan kita lakukan setelah pelantikan ini. Jangan sampai tidak ada kegiatan Saka Bakti Husada ditingkat provinsi. Tolong ini menjadi PR kakak sekalian,” katanya.

Ia pun meminta dilakukan identifikasi terkait keaktifan cabang, apa masalahnya. “Setuju dengan kak Suriyadi tadi, kita himbau cabang melalui surat. Secara cepat dibuatkan saja surat, sekaligus meminta informasi balik terkait kegiatan yang dilakukan, sehingga kita bisa menilai,” tutupnya. (mde)

Berita Terkait