Review Jelek, Laris di Tiongkok

Review Jelek, Laris di Tiongkok

  Selasa, 17 April 2018 11:00
BOX OFFICE: Meski dapat review jelek dari kritikus, film Rampage yang dibintangi Dwayne Johnson alias The Rock ini menguasai box office. NET

Berita Terkait

LOS ANGELES—Sepanjang pekan lalu moviegoers mencari-cari tontonan sebelum calon blockbuster terbesar tahun ini, Avengers: Infinity War, muncul di bioskop. Warner Bros. memanfaatkan dengan baik jeda tersebut dengan merilis Rampage. Hasilnya langsung terlihat. Meski dapat review jelek dari kritikus, film yang dibintangi Dwayne Johnson alias The Rock itu menguasai box office. 

Di Amerika Utara, Rampage memang hanya mengumpulkan USD 34,5 juta (Rp 475,3 miliar). Namun, di mancanegara, film yang diadaptasi dari game berjudul sama itu diterima lebih baik. Di Tiongkok, misalnya, ia mencetak USD 55 juta (Rp 757,7 miliar). Korea Selatan dan Inggris masing-masing menyumbang pendapatan USD 5,7 juta (Rp 78,5 miliar). Total, di pasar internasional, Rampage meraup USD 114,1 juta atau setara dengan Rp 1,57 triliun. 

Sebenarnya, untuk ukuran film yang dibuat dengan dana USD 120 juta (Rp 1,653 triliun), raihan tersebut mengecewakan. Namun, Warner Bros. tampaknya tetap bangga. Sebab, film itu mengungguli proyek Warner Bros. sebelumnya, Tomb Raider, yang sama-sama diadaptasi dari game. 

Dari segi pendapatan opening weekend, Rampage unggul lebih dari USD 10 juta (Rp 137,8 miliar). Penonton juga lebih ’’menerima’’ film yang mengisahkan David Okoye, ahli primata yang harus menghadapi monster raksasa, tersebut. Di CinemaScore –yang penilaiannya dilakukan penonton–, Rampage juga berhasil mendapat rating A-. 

The Rock dengan happy me-retweet respons penonton. Di Twitter-nya, banyak yang berkomentar bahwa Rampage merupakan film adaptasi game yang paling apik. Menurut fans, Rampage berhasil membuat mereka ngakak sekaligus menangis. Mereka sulit memutuskan harus ngefans yang mana –apakah The Rock, si tokoh utama, atau Jeffrey Dean Morgan, pemeran Harvey Russell, agen pemerintah. 

Richard Newby, kontributor The Hollywood Reporter, menilai, film itu membawa angin segar buat genre film monster. ’’Rampage tidak hanya membuat si tokoh utama keren karena melawan monster gede. Film ini juga menggambarkan kemanusiaan,’’ ulasnya. Dia menjelaskan, dalam Rampage, orang-orang dari beragam latar belakang bekerja sama untuk memecahkan cara menghadapi monster, sekaligus saling menolong sesama. 

Walau tetap punya kans balik modal, Rampage tetap dapat tantangan berat. Sebab, menjelang akhir April, persaingan box office di Amerika Utara makin ketat. Jumat mendatang (20/4), Rampage ditantang film komedi besutan Amy Schumer, I Feel Pretty. Pekan berikutnya, mungkin tak ada orang yang menonton film selain Avengers: Infinity War. (fam/c17/na)

Berita Terkait