Rencanakan Bangun SMK Unggulan

Rencanakan Bangun SMK Unggulan

  Sabtu, 11 May 2019 11:17
ARAHAN: Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan arahan terkait perencanaan Pembangunan SMK unggulan di Kubu Raya saat safari Ramadan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan di Kabupaten Kubu Raya.  Agar pembangunan SMK unggulan tersebut bisa terealisasi, kata Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, syaratnya, harus tersedia lahan yang luas untuk lokasi sekolah. 

“Saya berharap pendidikan perlu mendapat prioritas utama. Kami masih pilih, mudah-mudahan nanti bisa dicari untuk SMK unggulan yang lahannya harus luas,” kata Sutarmidji Kamis (9/5) saat menghadiri safari Ramadan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya. 

Sutamidji optimistis rencana pembangunan SMK unggulan bakal terealisasi jika Bupati Kubu Raya mampu menyiapkan lahan yang luas. Jika lahan tersedia, maka pemerintah provinsi akan membangun gedung berikut kelengkapan peralatan laboratorium. Dia memprediksi nilai gedung dan fasilitas penunjang bisa mencapai Rp 50 miliar. 

“Bupati yang harus siapkan lahan, nanti kami bangun gedungnya. Gedungnya itu dengan peralatan labnya kurang lebih nanti bisa sampai Rp50 miliar. Jadi tinggal hitung-hitung saja kalau tanah Rp5 miliar akan mendapat (gedung) Rp50 miliar,” terangnyaa. 

Sutarmidji melanjutkan, jika siswa SMK telah menyelesaikan pendidikannya, maka akan segera dilanjutkan proses sertifikasi. Menurut dia, jurusan-jurusan yang ada di SMK unggulan nantinya disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. 

“Kami pilih jurusan-jurusan yang bisa menjawab pasar kerja. Jangan buat jurusan yang setelah selesai itu siswa bingung mau kemana. Kami buat yang betul-betul bisa langsung bekerja. Bahkan langsung menciptakan lapangan kerja,” ujarnya. 

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Pontianak dua periode ini mencontohkan, peluang kerja bagi lulusan sekolah kejuruan di Kubu Raya cukup besar. “Di Kubu Raya ini coba saja lihat ada berapa AC di pemerintah daerahnya? Mungkin ada ribuan. Buat anak-anak muda itu suruh jadi tenaga service AC. Misalnya suruh service di kantor bupati dulu,” tambahnya.

Lebih jauh Sutarmidji menjelaskan pembangunan sektor pendidikan tak lepas dari targetnya mewujudkan 300 hingga 400 desa mandiri di seluruh Kalimantan Barat. Khusus di Kubu Raya, dia meminta Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menentukan desa-desa mana dengan indikator-indikator Indeks Desa Membangun (IDM) yang sudah terpenuhi. Begitu pula desa mana yang belum terpenuhi. 

“Kita mau selesaikan itu. Kita selesaikan sehingga target untuk ada maksimal 300-400 desa mandiri dalam lima tahun itu rasional. Kalau kita tak bangun desa, maka masyarakat desa sulit untuk menikmati hasil pembangunan. Makanya saya janji harusnya di semua desa ada PAUD, posyandu, dan balai desa. Itu sarana minimal. Juga semua desa ada sumber air bersih baik lewat sumur bor maupun mata air. Itu harus kita petakan dan laksanakan,” ucapnya. 

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya saat ini sedang berproses memperkuat arah kebijakan Gubernur Sutarmidji terkait desa mandiri. Menurut dia, masyarakat kabupaten menjadi pihak yang paling berkepentingan dengan adanya desa mandiri. 

“Tentu kami menyambut baik. Malu kami kalau gubenur saja bicara desa mandiri sementara kami di kabupaten tidak. Harusnya setiap hari ini sudah menjadi sasaran,” ujarnya.

Terkait hal itu, Muda mengungkapkan pihaknya terus merumuskan langkah-langkah dan upaya percepatan dalam pengelolaan keuangan desa. Bahkan Kubu Raya kini sudah memulai implementasi transaksi nontunai dalam pengelolaan keuangan desa dengan 28 desa dari 8 kecamatan sebagai pesertanya. 

“Mudah-mudahan ini menjadi percontohan nasional. Karena memang menurut Kementerian Desa PDTT ini baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia,” sebutnya.

Terkait target pemenuhan indikator indeks desa membangun, Muda menyatakan telah melokalisasi dan menginventarisasi satu demi satu intervensi yang dilakukan untuk masing-masing desa. 

“Nah insya Allah kami akan bertekad terus karena ini akan menjadi ibadah kita juga untuk masyarakat di kampung-kampung yang harus kita perkuat sama-sama agar kehidupannya bisa lebih tenang dan bahagia,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait