Relokasi Bandara ke Pelang Berlanjut

Relokasi Bandara ke Pelang Berlanjut

  Rabu, 19 June 2019 10:33
SULIT DIKEMBANGKAN: Kondisi Bandara Rahadi Oesman Ketapang di Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan yang semakin sulit dikembangkan lantaran berhimpitan dengan pemukiman serta kepadatan penduduk. WWW.RAHADIOESMANAIRPORT.INFO

Berita Terkait

Siapkan Rp1,3 M untuk Masterplan

KETAPANG – Pascaturunnya tim evaluasi Kementerian Perhubungan RI yang meninjau lokasi Bandar Udara (Bandara) Rahadi Oesman Ketapang yang baru, Pemerintah Daerah Ketapang terus melakukan persiapan untuk pemenuhan keluarnya syarat penetapan izin lokasi bandara. Bahkan, Pemda telah menyiapkan anggaran untuk masterplan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Ketapang, Joko Prastowo, mengatakan saat ini Pemda Ketapang sedang melakukan masterplan relokasi bandara. Hal itu, menurut dia, sebagai proses lanjutan dari hasil peninjauan tim evaluasi Kementerian Perhubungan RI ke lokasi bendara baru di Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, beberapa waktu lalu. 

"Selesai ekspos ke Kementerian Perhubungan kemarin, tim evaluasinya turun ke Ketapang meninjau lokasi. Hasilnya, mereka menyatakan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya," kata Joko, kemarin (18/6) di Ketapang.

Dia menjelaskan, sebagai tindak lanjut atas hasil pengecekan lokasi, tahun 2019 ini Pemda Ketapang menganggarkan sekitar Rp1,3 miliar untuk masterplan relokasi bandara. "Tujuannya sebagai salah satu syarat mendapatkan penetapan izin lokasi dari Kementerian," jelasnya.

Joko mengungkapkan, mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan, untuk mendapatkan izin penetapan lokasi memang harus mengurus administrasi serta kajian teknis. Kajian teknis, sebut dia, ada dua, yakni kajian teknis administrasi dan kajian persiapan pembangunan. "Kedua hal tersebut pada dasarnya sudah dipenuhi Pemda Ketapang dan sudah dilakukan ekpos ke Kementerian Perhubungan, makanya mereka turun ke lokasi," ungkapnya. "Sementara tahapannya sendiri masih panjang  dan perlu waktu, salah satunya proses masterplan tahun 2019 ini," lanjutnya.

Sementara itu, mengenai adanya informasi kemungkinan di Kalimantan Barat hanya ada dua yang akan dibangun bandara baru, yakni di Kota Singkawang dan Kayong Utara, menurutnya, hal demikian merupakan kewenangan Kementerian untuk menjawabnya. "Kalau soal informasi tersebut, itu kewenangan Kementerian. Namun sesuai prosedur, kita tetap akan penuhi berbagai persyaratan relokasi bandara baru di Ketapang sesuai arahan," ujarnya.

Joko juga melanjutkan, jika dilihat kondisi Bandara Rahadi Oesman Ketapang sekarang, terutama sisi kelayakan penerbangan, untuk 5 sampai 10 tahun mendatang, diakuinya, sudah tidak layak lagi. Sementara perkembangan Ketapang dipastikan dia meningkat, baik sisi investasi, ekonomi maupun jumlah penduduk.

Menurutnya, hadirnya bandara baru di Ketapang berskala besar sudah merupakan suatu kebutuhan, tidak hanya melihat sekarang, melainkan lima sampai 10 tahun kedepan. "Jadi kita tetap terus mempersiapkan berbagai persyaratan izin penetapan lokasi," pungkasnya.  

Sebelumnya, Bupati Ketapang Martin Rantan menegaskan bahwa relokasi Bandara Rahadi Oesman sama sekali tak mengalami perubahan, sekalipun di Kayong Utara juga akan dibangun bandara. Menurut Bupati, status relokasi Bandara Rahadi Oesman ke Pelang tidak berubah sama sekali, meskipun sejumlah media mengabarkan jika pemindahannya dilakukan ke Kayong Utara. "Itu tidak benar. Pembangunan bandara baru itu yang di KKU (Kayong Utara) tetap KKU punya, tetapi yang relokasi atau pemindahan Bandara Rahadi Oesman Ketapang tetap Ketapang punya,” tegas Martin.

Rencana Pemkab Ketapang merelokasi Bandara Rahadi Oesman Ketapang ke Desa Pelang sendiri telah mendapat dukungan dari Gubernur Kalbar, Cornelis, saat masih berkuasa. Hal tersebut diungkapkan Bupati, saat menyampaikan arahan pada Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Kegiatan Perangkat Daerah dalam Rangka Percepatan Relokasi Bandara Rahadi Oesman Ketapang, yang dihadiri oleh SKPD, dunia usaha, serta tokoh masyarakat, bertempat di Ruang Rapat Pendopo Bupati Ketapang, akhir 2017 lalu.

“Dalam perjalanan diusulkan ke Direktorat Perhubungan Udara, kita menunggu rekomendasi dari Gubernur dan rekomendasi persetujuan relokasi bandara itu sudah diterbitkan Pak Gubernur,” ungkap Bupati sambil menunjukkan Rekomendasi Gubernur saat memimpin rapat koordinasi tersebut. Menurut Bupati, dengan ini Pemkab sangat berkepentingan untuk mengundang seluruh stakeholders maupun dunia usaha, aktivis, dan para tokoh masyarakat untuk sama-sama mendukung secara moral relokasi Bandara Rahadi Oesman. “Bandara ini diperlukan dalam rangka melengkapi  infrastruktur daerah Ketapang, untuk menunjang kegiatan pembangunan ekonomi di Kabupaten Ketapang,” jelasnya.

Untuk selanjutnya, dia menjelaskan bahwa langkah-langkah mempercepat proses relokasi bandara, termasuk merubah status kawasan. Karena, dia menambahkan, kawasan yang termasuk titik koordinat bandara ini sebagian masih merupakan kawasan HPL dan sebagian lagi ada hutan produksi terbatas.

Dengan disetujuinya bandara di Desa Pelang, maka infratruktur jalan pendukung ke Bandara menurut Bupati akan diusulkan menjadi jalan nasional. Maka, dia menambahkan, untuk ruas jalan nasional saat ini mulai dari simpang Siduk sampai ke simpang Agoesdjam, kemudian akan diteruskan ke Jalan R Suprapto – Jembatan Pawan I, terus ke Desa Pelang.

“Oleh karena itu pembiayaan rencana pembangunan jalan ke Desa Pelang harus disesuaikan desainnya, hingga ke depan jalan ini bisa dibuat dua jalur,” harap Bupati.

Dipaparkan dia juga, dalam Rekomendasi Gubernur tersebut luas yang diberikan hanya 386 hektare, di mana area itu untuk runway. Untuk itu, dia mengungkapkan bahwa Pemkab perlu menambah perluasan area untuk diatur tata ruang  detail kondisi perumahan dan lingkungan, termasuk gedung kantor gudang bahkan termasuk dem area pertanian di sekitarnya.

Bupati menginstruksikan relokasi bandara ini harus segera, sehingga stakaholders diminta untuk bekerja cepat dan taktis, agar izin prinsif dapat segera terbit. “Setelah izin prinsif terbit kita akan mengundang seluruh perusahaan investasi yang ada di Ketapang ini, kita keroyok, buka lahan tersebut baru kita undang Dirjend Perhubungan Udara bahwa lahan bandara kita sudah siap dibangun,” terang Bupati. (afi)

Berita Terkait