Rela Menginap Hingga Belajar Hidup Disiplin

Rela Menginap Hingga Belajar Hidup Disiplin

  Rabu, 24 April 2019 11:19
SEMANGAT: Siswa SDN 41 Gunung Dekan, Kecamatan Meliau menginap di perumahan sekolah di SDN 07 Pancasila, sekolah induk pelaksanaan USBN SD.

Berita Terkait

Senyum USBN dari Siswa SD di Pedalaman  Ada saja cara siswa menunjukkan keinginan yang kuat dalam menggapai cita-cita di dunia pendidikan. Siswa di sekolah-sekolah pedesaan biasanya yang melakukan hal ini. Beberapa contohnya yang dilakukan siswa di SDN 41 Gunung Dekan dan SDN 06 Merau.

SUGENG ROHADI, Sanggau

 

MELIHAT perjuangan belajar para siswa di SDN 41 Gunung Dekan, Kecamatan Meliau yang jauh dari pusat kota membuat saya kagum. Meski harus menginap di perumahan sekolah di SDN 07 Pancasila sebagai sekolah induk pelaksanaan USBN tingkat SD, mereka tetap terlihat semangat.

Saya yakin, di beberapa sekolah di pedalam juga melakukan hal yang sama dan bisa jadi lebih berat. Namun, inilah gambaran sederhana bagaimana potret pendidikan di pedalaman yang masih jauh dari harapan di saat fasilitas terbatas tetapi tak jarang justru membuat prestasi untuk negeri.

Selama tiga hari, para siswa ini terpaksa menepikan kebersamaannya dengan orang tua mereka untuk mengikuti USBN. Keadaan mereka itu tidak lepas dari peran serta orang tua yang setuju anaknya untuk diinapkan dan mendapat bimbingan belajar oleh para guru agar bisa lebih konsentrasi.

Selama menginap di perumahan sekolah SDN 07 Pancasila, mereka dididik untuk disiplin dengan jadwal yang telah diberikan. Ibu Panikem selaku Kepala SDN 41 Gunung Dekan menceritakan bahwa siswanya dibimbing pada malam harinya dengan mata pelajaran yang akan diujikan pada pagi hari.

Mereka juga dibimbing langsung oleh guru mata pelajaran bersangkutan yang juga ikut menginap menemani mereka. Untuk kebutuhan makan para siswa, sesuai kesepakatan, para orang tua bersedia urunan demi anak-anaknya. Hal ini disambut baik oleh sekolah dan kesediaan ini sudah terbukti dalam beberapa tahun belakangan yang mengantarkan anak-anak didiknya berprestasi di tingkat kecamatan.

Pagi hari, lanjut dia, mereka tetap mengikuti USBN sesuai jadwal. Untuk kegiatan usai USBN, anak-anak diarahkan untuk ikut bimbingan pada malam hari setelah salat magrib dan setelah salat subuh selama satu jam. Pengalaman cara ini telah menunjukkan hasil yang maksimal. Sekolahnya kerap masuk sepuluh besar, bahkan tahun lalau bisa berada di tangga kedua dari 52 SD yang ada di Kecamatan Meliau.

 “Alhamdulillah, cara yang kami lakukan ini bisa membawa anak-anak didik berprestasi di tengah keterbatasan fasilitas sekolah di desa. Kami berikan motivasi kepada anak-anak, sebagai guru, kami juga ikut aktif mendampingi mereka supaya mereka tetap merasa bersama-sama dengan orang tua mereka sendiri dalam belajar,” jelasnya, Senin (22/4).

 “Mereka belajar itu setelah magrib. Nanti jam empat pagi mereka sudah bangun. Bagi yang muslim, mereka salat subuh dulu setelah itu baru ikut bergabung belajar sampai jam lima pagi. Itu yang kami lakukan setiap tahunnya untuk anak-anak didik kami,” ungkapnya.

Selain di SDN 41, ada juga cerita yang sama di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yakni siswa di SDN 06 Merau, Entikong. Mereka (siswa,red) terpaksa menginap di sekolah penyelenggara USBN dikarenakan dari SD Negeri 06 Merau yang terletak di pedalaman Kecamatan Entikong memakan waktu tempuh sekitar dua jam untuk sampai ke sekolah penyelenggara di SD Negeri 03 Sontas.

 “Tidur dan belajarnya di sini,” Siara, salah seorang siswi SD Negeri 06 Merau, Senin (22/4) kemarin kepada wartawan.

Selama menginap, belasan siswa SD Negeri 06 Merau tidur dan belajar di satu ruangan kosong milik TK satu atap yang berlokasi di dalam komplek sekolah penyelenggara bersama guru pendamping. Meski dengan kondisi tidak memadai, para siswa ini tetap bersemangat.

Kepala Sekolah SD Negeri 03 Sontas Halijah menyampaikan ada tiga SD dari pedalaman Entikong yang menginduk di sekolahnya. Namun yang menginap di sekolah hanya siswa dari SD Negeri 06 Merau.

 “Di sini yang menginduk dari SD Negeri 06 Merau, SD Negeri 09 Serangkang, SD Negeri 07 Mangkau. (Mereka) yang nginap di sini dari SD Merau saja, siswa dari Serangkang dan Mangkau menginap di rumah gurunya,” ungkapnya.

Dari dua sekolah pedalaman ini, para siswa ingin memberitahukan kepada kita selaku pembaca sekalian bahwa mereka tetap memiliki semangat juang yang besar untuk menggapai cita-citanya di masa depan. 

Semangat para siswa ini mesti dijaga agar mereka menjadi generasi yang diharapkan oleh bangsa dan negara. Pemerintah memiliki tanggung jawab yang begitu besar dalam memberikan kesempatan pendidikan bagi mereka demi kemajuan daerah yang lebih bermartabat. (*) 

Berita Terkait