Rawat Bumi, Volunteers Tanam Ribuan Mangrove

Rawat Bumi, Volunteers Tanam Ribuan Mangrove

  Senin, 22 April 2019 11:28
PEDULI MANGROVE: Ratusan peserta menanam mangrove di kawasan MMP WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Peringati Hari Bumi 2019

MEMPAWAH - Memperingati Hari Bumi 2019 yang jatuh pada Senin (22/4), Mempawah Mangrove Conservation (MMC) melakukan aksi penanaman pohon mangrove, Minggu (21/4) pagi di kawasan Mempawah Mangrove Park (MMP), Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Diikuti ratusan peserta, sebanyak 2000 pohon mangrove berhasil ditanam.

“Melalui momentum peringatan Hari Bumi ini, kami mengajak seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalbar umumnya untuk melakukan kegiatan Rawat Bumi. Salah satu bentuknya dengan pelestarian kawasan pesisir yakni menanam menanam pohon mangrove,” kata Ketua MMC Kabupaten Mempawah, Raja Fajar Azansyah kepada Pontianak Post.

Fajar yang juga pejabat Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah ini menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakannya merupakan buah kerjasama dengan sejumlah pihak. Mulai dari lindungihutan.com, Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak,  pihak swasta hingga para mangrove volunteers.

“Sebenarnya kegiatan Rawat Bumi dalam momentum Peringatan Hari Bumi ini dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia.  Kegiatan ini dikoordinir oleh lindungihutan.com. Tujuannya  untuk mengajak masyarakat luas agar lebih peduli dengan Bumi. Sebab, Bumi merupakan tempat tinggal kita,” tuturnya.

Lebih jauh, bapak dua anak ini menyebut, kegiatan Rawat Bumi tidak hanya dilakukan dengan aksi penanaman pohon mangrove saja. Masyarakat bisa melakukan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan. “Misalnya gerakan tidak membuang sampah sembarangan terlebih kawasan sungai dan laut,  hidup ramah lingkungan serta gerakan hemat energi dan lainnya,” tutur Fajar.

Terkait komitmen dan konsistensi Kabupaten Mempawah dalam kegiatan itu, Fajar menilai sebagai program rutin yang dilaksanakan pada momentum Hari Bumi. Dia berharap melalui kegiatan itu semakin menguatkan upaya mengkampanyekan gerakan menjaga lingkungan dari ancaman kerusakan.

“Akhir-akhir ini kita merasakan perubahan cuaca panas yang sangat ekstrim. Ini merupakan salah satu tanda Bumi sudah mengalami global warming yang disebabkan lapisan ozone semakin menipis sehingga panas matahari terasa terik, efek rumah kaca meningkat. Maka, upaya penghijauan pesisir, menanam mangrove sangat strategis,” pendapatnya.

Alasannya, ungkap Fajar, karena pohon mangrove akan menyerap CO2 dalam jumlah 5 kali lebih banyak dari hutan biasa. Kemudian, hutan mangrove akan mengurangi efek rumah kaca mengingat pohon mangrove akan melepas O2. “Serta mangrove dewasa akan menopang oksigen untuk setiap dua orang manusia. Disamping itu semua, pohon mangrove memiliki manfaat sebagai pencegah abrasi serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” paparnya. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Baik peserta yang berasal dari Kota Mempawah maupun kabupaten dan kota lainnya di Kalbar. Mari kita jaga dan rawat bumi. Karena kita membutuhkan bumi sebagai tempat tinggal,” pungkasnya. (wah)

Berita Terkait