Ratusan Siswa Bagikan Bunga , Peringatan Hari Aids se-Dunia

Ratusan Siswa Bagikan Bunga , Peringatan Hari Aids se-Dunia

  Kamis, 3 December 2015 09:54
BAGIKAN BUNGA: Siswa di Sungai Pinyuh turun ke jalan membagikan bunga pada peringatan hari aids se-dunia 2015. Wahyu Ismir /Pontianak Post

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH-Hari Aids se-dunia tanggal 1 Desember 2015 diperingati ratusan siswa SMP dan SMA di Sungai Pinyuh dengan aksi turun ke jalan, Selasa (1/12) sekitar pukul 13.30 siang. Dengan membentangkan spanduk bertuliskan ‘mari bersama wujudkan indonesia bebas HIV/AIDS’, para siswa membagikan brosur dan bunga kepada para pengendara.

Aksi turun ke jalan yang dilakukan para siswa tersebut dilakukan pada beberapa titik jalan raya di Kecamatan Sungai Pinyuh. Seperti di bundaran depan Kantor Polantas Pinyuh, bundaran Jalan Seliung, Jalan Pendidikan dan gang Pancasila Sungai Pinyuh. Aksi para siswa ini mendapat pengawalan dari  polisi lalu lintas setempat.“Tujuan kami melaksanakan aksi turun ke jalan dan membagikan brosur, pita maupun bunga ini untuk memberikan pembelajaran kepada siswa agar mengenal tentang bahaya penyakit aids yang sampai saat ini belum ada obatnya,” tegas Guru SMA Negeri 1 Sungai Pinyuh, Sri Wulandari disela-sela aksi.

Sri menerangkan, aksi turun ke jalan dalam rangka peringatan hari aids se-dunia merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan pihaknya setiap tahun. Bahkan, dia mencatat peringatan kali ini merupakan aksi ke-enam yang telah dilakukan siswa. “Aksi ini sengaja kita lakukan secara rutin setiap tahun agar semakin dirasakan dan dipahami siswa itu sendiri. Dengan begitu, siswa akanmemproteksi diri agar menghindari dan menjauhi hal-hal yang mengarah pada penyebaran penyakit HIV-AIDS,” pendapatnya.

Disamping itu, timpal Sri, aksi yang dilakukan pihaknya diharapkan mampu menggugah kepedulian masyarakat luas terhadap dampak negatif dan bahaya penularan Adis dilingkungannya masing-masing. Berangkat dari kepedulian, masyarakat akan lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungannya. “Melalui momentum peringatan hari aids ini pula, kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak mengucilkan atau mengasingkan para penderita AIDS. Jika menemukan penderita, hendaknya dapat diarahkan kepada pihak-pihak terkait agar segera mendapatkan penanganan yang tepat,” serunya.

Salah seorang siswa, Jamser Hotma Ramelia Girsang mengaku sangat antusias bisa berpartisipasi dalam aksi peringatan hari aids se-dunia tersebut. Dia menilai aksi turun ke jalan dan membagikan bunga sangat tepat sebagai bentuk simpati sekaligus peringatan kepada seluruh masyarakat agar menjauhi hal-hal yang mengarah pada penularan HIV-AIDS.“Terutama bagi kami para generasi muda, harus lebih waspada, hati-hati dan tidak mudah terpengaruh dengan tindakan negatif yang bisa menjerumuskan. Melalui aksi ini, kami tidak hanya memperingatkan masyarakat akan bahaya AIDS melainkan juga untuk diri sendiri,”pendapatnya.

Sementara itu, pengendara warga Sungai Pinyuh, Alfian menyambut baik aksi yang dilakukan para siswa dalam rangka peringatan hari Aids se-dunia 2015. Menurut dia, aksi tersebut menunjukan kesadaran dan kepedulian para generasi muda untuk memerangi dan memberantas penularan penyakit HIV/AIDS.

“Sangat baik sekali jika sejak awal generasi muda sudah peduli dengan berperan aktif mengkampanyekan turun ke jalan. Aksi seperti ini akan menjadi pembelajaran yang baik terhadap masyarakat dan lingkungan setempat. Semoga kedepan tidak ada lagi masyarakat di  daerah ini yang menjadi korban HIV/AIDS,” harapnya.Dilain pihak, Anggota DPRD Mempawah, Herman AP, SE menilai penularan penyakit HIV/AIDS sebagai fenomena yang harus disikapi dengan serius.

Pemerintah dan pihak terkait hendaknya lebih meningkatkan upaya-upaya penanggulangan terhadap penaganan penyakit mematikan itu. “Penyebaran penyakit ini seperti fenomena gunung es. Yang tampak hanya permukaannya saja, namun penyebarannya sudah sangat luas. Makanya masalah ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.Legislator Partai Golkar itu mengaku pihaknya belum mendapatkan data pasti terkait jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Mempawah. Dirinya menduga jumlah penderita sebenarnya bisa saja jauh lebih besar dari jumlah yang terdata diatas kertas.

“Saya yakin masih banyak yang tidak terdata dan belum mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya. Sebab, masih banyak penderita yang menutup diri,” tuturnya.Kedepan, Anggota DPRD dua periode itu menghendaki agar sosialisasi terhadap HIV/AIDS semakin digencarkan dilakukan. Tidak hanya dititikberatkan pada lokasi-lokasi yang rawan penularan, namun juga berlaku diseluruh lingkungan masyarakat. “Kami  juga mengajak seluruh element masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS. Masyarakat mesti diberi pemahaman, bahwa HIV/AIDS berawal dari hubungan seks secaraberganti-ganti pasangan, maupun penggunaan jarum suntik narkoba yang jelas dilarang oleh agama,” pungkasnya.(wah)

 

Berita Terkait