Ratusan Perempuan Berlari Lintasi Rute 3 Kilometer

Ratusan Perempuan Berlari Lintasi Rute 3 Kilometer

  Kamis, 26 April 2018 10:00
KARTINI RUN: Para peserta Kartini Run Back to Nature diabadikan bersama usai berlari menyemarakkan Hari Kartini, Minggu (22/4). PAGE FACEBOOK PONGO RANGER

Berita Terkait

Semarakkan Hari Kartini dengan Kartini Run Back to Nature

Sekitar 200 perempuan mengikuti Kartini Run Back to Nature yang diselenggarakan Ketapang Running Community, Biak Becicak, dan International Animal Rescue (IAR) Indonesia pada Minggu (22/4) kemarin. Peserta lomba harus menyelesaikan rute sepanjang 3 kilometer yang dimulai dari halaman Citimall Ketapang.

KEGIATAN yang merupakan kali pertama dilakukan di Ketapang tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April dan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Istri Bupati Ketapang, Elisabet, turut hadir di tengah kemeriahan acara ini, sekaligus membuka kegiatan. "Acara ini bisa menjadi motivasi bagi para wanita di Ketapang untuk menjaga kesehatan serta lingkungan dalam waktu bersamaan. Semoga acara berjalan sukses serta mendatangkan manfaat bagi kita semua," harapnya.

Selain berlari, dalam kolaborasinya dengan IAR Indonesia, berbagai macam stan juga melengkapi kegiatan ini. Salah satunya adalah stan dari IAR Indonesia bekerja sama dengan Pongo Ranger Community, yang mengusung konsep Pameran Organik dan Stasiun Tanaman.

Untuk pertama kalinya, IAR Indonesia dan Pongo Ranger Ketapang memperlihatkan sisi lain dari IAR Indonesia, yang tidak hanya fokus pada kegiatan rehabilitasi, namun juga memiliki program pemberdayaan masyarakat lewat pertanian organik. Kesempatan ini juga dipergunakan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menggunakan produk organik, serta manfaatnya bagi lingkungan dan kesehatan.

Konsep ini sengaja diusung mereka untuk memperkenalkan produk organik, sekaligus sistem pertanian yang ramah lingkungan bagi masyarakat. Selain itu, IAR juga memberikan edukasi untuk mengurangi sampah plastik dengan membuka stasiun tanaman. Di mana diharapkan mereka agar masyarakat bisa menukarkan sampah botol plastik mereka dengan bibit pohon.

"Harapan kami, Hari Bumi tidak hanya diperingati secara seremonial, namun dilakukan dengan aksi nyata mengurangi sampah plastik dan menanam pohon," ungkap Ketua Pongo Ranger Ketapang, Fariz.

Direktur IAR Indonesia, Karmele L Sanchez, mengatakan, lingkungan dimulai dari rumah sendiri dan dimulai dari kehidupan sehari-hari. "Maka dari itu peran ibu-ibu (ini) sangat penting dalam menjaga lingkungan kita, dan memastikan anak dan cucu kita, dan generasi yang akan datang, akan belajar untuk menjaga lingkunganya," ujarnya.

"Maka hari ini, kita ajak semua masyarakat dan terutama semua wanita di Ketapang untuk memperhatikan Bumi Kita, untuk menjaga keseimbangan dengan alam agar kesehatan kita tetap terjaga juga," lanjut Karmele.

Ketua penyelenggara sekaligus ketua Biak Becicak, Dirga, berharap kegiatan ini bisa menjadi virus positif yang dapat menyebar ke seluruh lapisan masyarakat Ketapang. "Semoga acara 3K Kartini Run 2018 yang kita selenggarakan bersama dapat menjadi inspirasi, motivasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat kabupaten Ketapang, karena acara ini baru pertama kali diadakan di Kabupaten Ketapang, di mana kita dapat mengombinasikan antara semangat juang emansipasi wanita, olahraga, dan rasa peduli terhadap lingkungan hidup," ujarnya.

Tidak hanya sampai di sini, penyelenggara berharap tanpa peringatan besar semacam ini pun, masyarakat Ketapang tetap peduli dengan kesehatannya, serta lingkungannya. Karena, menurut mereka, semua dimulai dari diri sendiri untuk kehidupan yang lebih baik lagi.

"Kami selaku panitia berharap ini dapat menjadi event tahunan yang bergengsi bagi masyarakat ketapang, dan semakin banyak pihak yang terlibat dalam memberikan dukungan. Semoga kolaborasi antara biak becicak dan IAR Indonesia dapat berlangsung secara terus menerus tidak terbatas untuk event ini saja," pungkas Dirga. (afi)

Berita Terkait