Ratusan Penumpang Telantar

Ratusan Penumpang Telantar

  Selasa, 7 June 2016 09:30
PENUMPANG KAPAL: Sejumlah penumpang KM Bukit Raya masih berada di Pelabuhan Dwikora Pontianak pasca kandasnya kapal beberapa hari lalu. Penumpang yang menunggu di pelabuhan sangat berharap adanya solusi dari pihak yang terkait. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Efek Kandasnya KM Bukit Raya

PONTIANAK - Kandasnya KM Bukit Raya di muara Jungkat yang terjadi pada Jumat (3/6) lalu berdampak pada telantarnya ratusan penumpang kapal dengan rute Pontianak-Kepulauan Natuna. Ratusan penumpang ini terlantar di pelabuhan Dwikora Pontianak sejak tiga hari lalu.

Salah seorang penumpang asal Natuna Raja Darmika mengatakan, penumpang harus menginap di pelabuhan dengan perlengkapan tidur seadanya. Ada yang tidur di kursi, ada yang tidur di lantai dengan hanya beralaskan koran atau kardus bekas. 

Mereka yang telantar tidak hanya penumpang tujuan Natuna, melainkan juga yang menuju ke beberapa pulau-pulau lain. Sebut saja Tambelan Sampit-Serasan-Bidai-Natuna-Rempak-Letung dan Tanjung Pinang. "Seharusnya PT Pelni memberikan solusi atau alternatif kapal lain. Sehingga ada kepastian. Tidak terlantar seperi ini," kata Raja, kesal. 

Hal senada dikeluhkan Edi Priyoto, Camat Serasan. Ia meminta PT Pelni untuk memberikan kepastian kapan keberangkatan penumpang tersebut. "Kami minta kepastian, jangan terkatung-katung seperti ini. Kalau memang tidak bisa dilanjutkan, kami akan cari alternatif lain," paparnya.

Menurut Edi, saat ini dirinya sudah mencari alternatif lain bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Serasan. Setidaknya sudah 67 penumpang tujuan Serasan yang kemudian dialihkan ke pelabuhan Sintete, Kabupaten Sambas tujuan Serasan. "Mereka yang sudah mengembalikan tiket, terpaksa kami carikan alternatif lain. Yakni melalui pelabuhan Sintete," terangnya.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak seyogianya melakukan evakuasi terhadap (KM) Bukit Raya yang kandas di alur Sungai Kapuas tepatnya di buih 3-4 Muara Jungkat, Minggu (5/6) menggunakan empat unit tugboat (kapal tunda). Namun hingga saat ini kapal tersebut belum berhasil dievakuasi. 

Menurut Gunung Hutapea, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak, proses evakuasi KM Bukit Raya tersebut dilakukan dengan cara mendorong dan menarik menggunakan empat unit kapal tunda. Namun begitu, evakuasi baru dilakukan setelah air sungai pasang untuk memudahkan proses evakuasi. 

Kandasnya KM Bukit Raya ini disebabkan akibat cuaca ekstrem dan sempitnya alur sungai. Menurutnya, pada saat kapal masuk ke muara tiba-tiba arus kencang sehingga terdampar ke posisi yang lebih dangkal dan mengakibatkan kapal itu kandas. "Pada saat itu cuaca sangat ekstrem, arus sangat kuat dan tidak bisa dikendalikan. Apalagi untuk alur Kapuas sangat sempit dan harus mengandalkan pasang surut air," bebernya. 

KM Bukit Raya kandas pada Jumat malam, 3 Juni 2016  sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat kandasnya KM Bukit Raya itu, 1.636 penumpang terpaksa harus dievakuasi menggunakan kapal ferry,  dan beberapa kapal lain yaitu  kapal tunda Khatulistiwa 01, kapal tunda Tamarin V,  kapal TNI AL, KNP. KPLP 341, Kapal BASARNAS RB. 214, dan TB. Samudra Sindo.

Kapal tersebut seharusnya tiba dan sandar di pelabuhan Dwikora pukul.20.00 WIB. Karena mengalami kandas, maka harus dilakukan evakuasi. (arf)
 

Berita Terkait