Rangkul ASN, Samakan Persepsi

Rangkul ASN, Samakan Persepsi

  Selasa, 19 February 2019 11:03
PERDANA: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan memimpin apel dalam memperingati Hari Kesadaran Nasional. Ashri/Pontianak Post

Berita Terkait

SUNGAI RAYA --Menjalani tugas sebagai kepala daerah Kubu Raya periode 2019-2024  pada hari pertama kerjanya, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengingatkan semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerntah Kubu Raya untuk berintegritas dan tidak eksklusif.  "Sikap berintegritas dan tidak eksklusif terutama saat menjalankan tugas sebagai abdi negara ini penting dilakukan, karena Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berorientasi pada kepentingan dan hajat hidup orang rakyat banyak," kata Muda saat memimpin apel perdana sebagai bupati,  memperingati Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (18/2).  

Untuk menjalankan pemerintahannya, kata Muda terlebih dahulu dirinya akan menyamakan persepsi, cara pandang, dan meluruskan niat semua pihak terutama di jajaran Pemerintah Kubu Raya. Menurutnya, amanah jabatan harus disikapi dengan perspektif pengabdian dan ibadah, alih-alih hanya simbolik. Ia menegaskan amanah yang diemban jajaran aparatur pemerintah daerah merupakan ekspektasi besar masyarakat Kabupaten Kubu Raya. 

“Gelombang ekspektasi dan harapan besar inilah yang harus dipahami oleh kita bersama. Marilah kita jadikan pengabdian para birokrat seluruhnya di Kubu Raya baik struktural maupun fungsional dan para non-PNS bersama melakukan langkah-langkah yang langsung mendarat kepada hal-hal yang riil dan faktual di masyarakat,” ajaknya.

Menurut Muda, atmosfer yang harus ada di pemerintahan Kabupaten kubu Raya adalah komitmen untuk mengurus rakyat banyak. Bukan birokrasi yang lebih sibuk mengurus birokrasi. Artinya, jelas dia, birokrasi Kabupaten Kubu Raya diharapkan punya dedikasi sehingga tidak banyak menghabiskan energi hanya untuk saling mengurusi birokrasi juga. 

“Apabila banyak persoalan dan hal-hal mulai dari hal yang remeh yang harus diurus di birokrasi, tentu menghabiskan energi dan pikiran kita. Sehingga kapan waktu kita untuk fokus pada hal-hal yang menyangkut pelayanan dasar dan kepentingan masyarakat,” pesannya. Karena itu, Muda menyebut ASN sebagai pengemban amanat rakyat. Bukan hanya simbolik dari keberadaan pemerintah belaka. Dirinya juga berharap atmosfer komunikasi dan informasi yang ada di internal pemerintahan birokrasi Kubu Raya harus dikawal dan diarahkan untuk lebih banyak berbicara tentang hal-hal yang menyangkut kondisi yang ada. Termasuk percepatan-percepatan pelayanan maupun kebijakan-kebijakan yang harus dikawal agar terwujud perbaikan kualitas kehidupan masyarakat.

“Mengingat bahwa ini adalah era disrupsi. Ini adalah era di mana kecepatan informasi sangat cepat sehingga kita tidak bisa menampik bahwa tuntutan zaman dan tuntutan dari realitas ini harus kita respons dengan lebih cepat pula,” terangnya. Muda berharap visi dan misi yang disusunnya bersama Wakil Bupati Sujiwo, yakni mewujudkan Kabupaten Kubu Raya yang bahagia, bermartabat, terdepan, berkualitas, dan religius tidak sebatas kata-kata yang muluk. Melainkan menjadi tujuan dan pikiran terdalam setiap aparatur pemerintahan daerah. 

“Tentu proses berjalan dan kita berharap semua membangun atmosfer komunikasi yang positif dan selalu punya nilai tambah. Karena itu, soal kepemimpinan tentu punya masing-masing cara pendekatan yang mungkin berbeda. Namun pada prinsipnya yang terpenting adalah bahwa kita selalu kedepankan hal-hal yang tidak hanya menyangkut urusan internal, tapi lebih kepada tanggung jawab kita kepada masyarakat luas,” pesannya. 

Di kesempatan yang sama, Muda pun mengajak semua aparatur pemerintahannya menjadikan Kabupaten Kubu Raya eksis dan memberikan dampak yang luas bagi percepatan-percepatan tidak saja di Kubu Raya tapi juga di Kalimantan Barat. Spirit dari Kubu Raya untuk Indonesia, menurut dia, harus terus ditanamkan. Yakni spirit untuk memotivasi rakyat dan generasi muda bahwa Kubu Raya tidak akan menjadi beban bagi negara. 

“Mari kita buktikan bahwa Kubu Raya dengan kekuatan rakyatnya dan pola pikir keberagaman yang ada justru memiliki peran besar dan berkontribusi bagi republik ini. Tidak menjadi beban melainkan memberi kontribusi melalui ide, gagasan dan hal-hal yang berdampak perbaikan-perbaikan kualitas hidup rakyat di daerah kita ini," pungkasnya. (ash)

Berita Terkait