Rakor Saka Bhakti Husada

Rakor Saka Bhakti Husada

  Jumat, 17 March 2017 09:30
FOTO BERSAMA: Peserta Rakor Saka Bhakti Husada tingkat provinsi foto bersama Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat dan panitia pelaksana. PROMKES DINKES KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAKA Bhakti Husada Dinas Kesehatan Kalimantan Barat menggelar rapat koordinasi tingkat provinsi di Harris Hotels, Jl Gajamada, Pontianak, 15-17 Maret 2017. Rakor dibuka Kepala Dinkes Kalbar, dr Andy Jap MKes, Rabu sore (15/3). Sebelum pembukaan, dilakukan penyampaian materi awal oleh Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kalbar, Y Jualang SKep MSi.

Kadinkes Kalbar, Andy Jap mengatakan, Saka Bhakti Husada memiliki peran penting dalam memperkuat pilar pertama dari program Indonesia Sehat, yaitu paradigma sehat. “Kita harus memiliki mind set sehat, ubah pola pikir selama ini. Saya sehat mau tetap sehat, tidak mau sakit. Saat ke dokter pun, kita tanya bagaimana caranya agar tidak hipertensi atau diabetes,” ujarnya.

Menurutnya, Saka Bhakti Husada dapat menjadi kader kesehatan di masyarakat. “Bicara paradigma sehat, ada upaya preventif dan promotif yang dapat melibatkan semua orang. Semua bisa ikut partisipasi, yang penting bisa ngomong dan sedikit ilmu kesehatan. Salah satunya peran tenaga pramuka,” ujarnya.

Ia berharap ke depan, Saka Bhakti Husada makin diperkuat. Di mana, derajat kesehatan masayrakat bukan dari berapa banyak rumah sakit, lengkapnya fasilitas, dan dokter/dokter spesialis. Tetapi berapa banyak kader kesehatan. “Kesehatan bukan bicara orang sakit saja,” katanya.

Menurut, Riset Badan Litbang Kemenkes RI, tahun 2012, 70 persen masyarakat Indonesia sehat, hanya 30 persen yang sakit. Dari angka 30 persen itu pun, tak semua harus menjalani rawat inap. Bahkan kadang dengan kerokan, minum tolak angin, atau wedang jahe saja sudah sembuh.

“Jadi jangan sampai 70 persen masyarakat yang sehat ini tidak dianggap. Ini dasarnya perlu penguatan peran masyarakat, seluruh elemen untuk benar-benar bisa tingkatkan derajat kesehatan,” ujarnya.

Ketua panitia kegiatan, Y Jualang melaporkan, rakor Saka Bhakti Husada (SBH) diikuti para pemegang dan penanggungjawab program promosi kesehatan, serta pamong koordinator aktif SBH dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar. “Kecuali Kapuas Hulu, karena ada persiapan kunjungan Presiden RI,” katanya.

Menurutnya, rakor ditujukan untuk mengaktifkan kembali saka dari level provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas. “Tadi kami sudah mulai terlebih dulu materi tentang koordinasi. Ada beberapa saran dari pembina, harapan saka ini aktif kembali, hingga ke level terbawah, pada anak didik (SD-SMP). Sehingga apa yang menjadi ancaman kesehatan bisa dicegah secara dini,” jelasnya.

Ia berharap, rakor tersebut dapat memberikan hasil yang diharapkan bersama. “Kami harap, pertemuan ini ada rekomendasi yang bisa dibuat kerja nyata,” pungkasnya. (mde/ser)

Berita Terkait