Rakor Bupati bersama Camat Perangkat Desa

Rakor Bupati bersama Camat Perangkat Desa

  Rabu, 6 March 2019 09:56
SERAH PENGHARGAAN: Bupati AM Nasir memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah kades peraih predikat desa maju dalam Rakor Bupati bersama Camat, Kades, Lurah, BPD, Kapus, dan P3MD se-Kapuas Hulu, kemarin. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Tak Mampu Kelola Dana Desa, Mundur Saja!

 

PUTUSSIBAU – Jika masih ada kepala desa yang tidak mampu mengelola dana desa untuk kemajuan desanya, lebih baik mundur saja dari jabatannya. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Bupati bersama Camat, Kades, Lurah, BPD, Kapus (Kepala Puskesmas), dan P3MD se-Kabupaten Kapuas Hulu di Gedung Bolavoli Indoor Putussibau, Selasa (5/4).

“Apalagi kalau sudah dua periode menduduki jabatannya, ternyata desa yang dipimpin masih saja berstatus sangat tertinggal,” ucap Nasir. Karena, menurut Nasir, bisa saja pembangunan yang digunakan dari dana desa itu tidak tepat sasaran. Mestinya, dia menegaskan, dengan kehadiran dana desa, tidak ada lagi desa yang berstatus sangat tertinggal. “Dana desa dari pemerintah itu untuk membangun desa, jadi jangan ada lagi desa yang berstatus sangat tertinggal,” kata Nasir.

Selain itu, Nasir juga meminta para kepala desa tidak terlalu banyak membuat program. Mereka diminta dia untuk lebih mengutamakan program prioritas yang memang dibutuhkan masyarakat. “Cobalah bertahap, bangun desa menjadi desa berkembang menuju desa mandiri, saya yakin Kapuas Hulu mampu keluar dari status desa sangat tertinggal,” gugah Nasir.

Bupati berkeyakinan, apabila semua perangkat pemerintahan di desa dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki komitmen, kemandirian desa bisa terwujud. “Mulai dari Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan kepala desa harus komitmen. Maka pertemuan ini untuk mempercepat tujuan program kegiatan kita ke depannya. Baik yang berkaitan dengan penggunaan anggaran dan sebagainya itu mesti baik dan sesuai,” pinta Nasir.

Bupati Kapuas Hulu dua periode ini menambahkan, lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, telah memberikan porsi penggunaan anggaran besar bagi setiap desa. Makanya, ditegaskan dia, penggunaan anggaran tersebut perlu dikelola dengan baik, agar harapan kesejahteraan masyarakat di desa bisa tercapai.

“Untuk itu harus dimulai dari perencanaan, laksanakan program prioritas dan tepat sasaran, lakukan evaluasi serta output-nya. Itu yang harus kita laksanakan, sehingga program kegiatan berhasil. Karena jika sesuatu tidak Prioritas akan berpengaruh terhadap kinerja instansi pemerintah lainnya,” ungkap Nasir.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, maju atau mundurnya sebuah desa tergantung dari pemimpin di desa itu sendiri. Selain itu, kata Nasir, setiap perangkat desa harus memiliki keinginan dalam berkompetensi membangun desa. “Kita harus berkompetisi dengan kabupaten/kota yang lain. Maka untuk menuju desa mandiri itu perlu kedisiplinan. Kita sudah komitmen bagaimana menuju desa berkembang, maju, dan mandiri,” tegas Nasir.

Diharapkan Nasir, apa yang dilaksanakan kemarin, bisa menghasilkan program yang baik dan berkualitas, karena Kapuas Hulu punya banyak potensi. “Maka ini juga perlu sinkronisasi semua OPD untuk membuat desa mandiri,” katanya.

Kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu dengan mengangkat tema Percepatan Peningkatan Status dan Kemandirian Desa dengan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang Baik dan Bersih Menuju Kemandirian Desa di Kapuas Hulu. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Antonius L. Ain Pamero, Penjabat Sekretaris Daerah Sarbani, jajaran Forkopimda, dan para pimpinan OPD di lingkungan Pemda Kapuas Hulu.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kapuas Hulu Alfiansyah  menyampaikan, Rakor tersebut bertujuan untuk mengevaluasi program pembangunan di desa pada tahun 2018 lalu. “Sehingga menghasilkan kesepahaman yang sama tentang program pembangunan dan pemberdayaan di desa, menuju percepatan dan kemandirian desa di Kapuas Hulu,” kata Alpian, sapaan akrabnya.

Di samping itu, dia juga memberikan pemahaman terhadap aturan tentang pemanfaatan Dana Desa  dan Alokasi Dana Desa, agar terfokus dan terarah, sehingga lebih berdaya guna bagi masyarakat. “Karena di Kapuas Hulu saat ini masih ada sekitar 125 desa dalam status sangat tertinggal, dan 99 desa statusnya tertinggal," terang Alfiansyah.

Namun demikian, Alfiansyah tetap optimistis dengan gencarnya pembangunan di desa, akan mengubah status desa hingga menjadi maju bahkan mandiri. Oleh karenanya, ia terus mendorong desa mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Setiap desa, menurut dia, memiliki potensi yang bisa dikembangkan dalam sebuah unit usaha untuk kemajuan desa.

“Karena masih banyak desa yang belum memiliki BUMDes. Dengan kesempatan yang baik ini juga, kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Kapuas Hulu, sehingga Rakor bisa dilaksanakan dengan baik,” pungkas Alfiansyah.

Dalam kesempatan itu pula diserahkan penghargaan kepada sejumlah desa yang berhasil mengelola desa dengan tata kelola yang baik. (arf)

Berita Terkait