Raja Mempawah Terima HAKI

Raja Mempawah Terima HAKI

  Rabu, 20 March 2019 09:53
EVENT ROBO ROBO: Raja Mempawah saat menerima HAKI dari Kakanwil Kemenkumham Kalbar. WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Robo-Robo Budaya Asli Mempawah

 

MEMPAWAH - Memberikan perlindungan hukum terhadap adat budaya tradisional masyarakat Kabupaten Mempawah, Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI menyerahkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada Kerajaan Amantubillah Mempawah.

Secara simbolis, dokumen surat pencatatan itu diserahkan Kakanwil Kemenkumham Kalimantan Barat, Muhammad Yanis, SH, M.Hum kepada Raja Mempawah, Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc, Selasa (19/3) di Keraton Amantubillah Mempawah. Penyerahan HAKI itu disaksikan Bupati Mempawah beserta Muspida, perwakilan Pemprov Kalbar dan para kerabat Kerajaan Amantubillah Mempawah.

“Kami menyambut gembira telah terdaftarkan dan terdokumentasi ekspresi budaya nasional Kabupaten Mempawah di pusat data intelektual komunal Indonesia. Yakni event wisata budaya robo-robo, napak tilas dan haul Opu Daeng Menambon yang merupakan tradisi asli Mempawah yang dilaksanakan pada minggu terakhir di bulan syafar,” terang Yanis dalam sambutannya.

Yanis menerangkan, kekayaan intelektual merupakan isu yang telah berkembang di masyarakat. Kekayaan inyelektual itu sendiri dibagi menjadi dua kelompok. Yakni personal atau milik individu, dan komunal milik masyarakat, adat atau komunitas.

“Kekayaan intelektual personal misalnya hak cipta, hak paten, desain industri, indikasi geografis dan rahasia dagang. Sedangkan komunal seperti, ekpsresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, sumber daya genetik, indikasi geografis,” paparnya.

Yanis mengatakan, Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan keberagaman budaya dan adat istiadat. Kebudayaan Indonesia mencakup seluruh kekayaan nasional, kebudayaan lokal maupun kebudayaan luar yang mendapatkan pengaruh besar seperti budaya tionghoa, arab, barat dan eropa.

“Negara wajib menginventarisasi, menjaga dan melestarikan budaya tradisional. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menkumham-RI Nomor : 13 tahun 2017 tentang data kekayaan intektual komunal, maka kantor wilayah Kemenkumham berkewajiban melakukan invesntarisasi kebudayaan komunal,” sebutnya.

Dalam proses inventarisasi itu, Yanis menyebut pemerintah telah membangun pusat data base KIK dengan peran masyarakat secara aktif sehingga terbentuk data base secara terpusat yang diakui badan dunia. Pembentukan pusat data itu sendiri dimaksudkan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual komunal.

“Ini menjadi perlindungan atau peringatan dini bagi negara asing yang ingin mengakui atau menggunakan, membajak dan mencuri serta memanfaat kekayaan intelektual komunal Indonesia. Sekaligus menangkal jika ada pengakuan pihak lain baik lokal, regional dan internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Raja Mempawah, Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc menyambut baik upaya menjaga dan melestarikan adat budaya yang dilakukan Kemenkumham RI melalui Kakanwil Kalbar. Dia berharap HAKI dapat terus diberikan kepada adat istiadat lainnya yang menjadi identitas masyarakat Mempawah.

“Alhamdulillah hari ini, para kerabat bersama masyarakat mengembangkan adat budaya yang ada. Misalnya ada adat melayu mempawah, jawa mempawah, bugis mempawah, madura mempawah dan lainnya. Karena dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung,” tegas Mardan.

Mardan menyebut, Mempawah akan memiliki pelabuhan maritim yang sedang dibangun di Kecamatan Sungai Kunyit. Seperti yang dikatakan Bung Karno, kembalikan lagi Indonesia sebagai bangsa maritim, bangsa pelaut yang kuat, baik di laut, udara, darat maupun keamanan. “Ada lima pilar yang perlu dikembangkan. Yakni pemerintahan kuat, kesejahteraan masyarakat, keamanan atau pertahanan, sistem informasi teknologi dan budaya yang kuat. Kita tidak bisa hanya menjalankan salah satu pilar, melainkan kelima pilar harus diwujudkan dengan baik. Mempawah harus menjadi kota maritim yang kuat baik fisik maupun batinnya,” tegasnya lagi.

Raja Mempawah ini mengingatkan agar Mempawah dipimpin tanpa membedakan dan membangun tanpa merusak. Karena jika membangun dengan merusak, maka Mempawah tidak akan berkembang. Sebab, Mempawah tanah bertuah yang memiliki kekayaan wilayah untuk terus dikembangkan.

“Keraton Mempawah selalu mendorong agar Mempawah menjadi andalan nasional bahkan internasional. Kami juga akan merangkul saudara-saudara kita dari Sabang sampai Merauke. Sehingga Mempawah menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia. Untuk itu, mari kita bersambung rasa dengan adat yang ada dan tau dimana tanah kita pijak dan bumi kita junjung,” sebutnya mengakhiri.

Kegiatan penyerahan HAKI juga dirangkaikan dengan penganugerahan gelar kekerabatan Kerajaan Amantubillah Mempawah dan Pencanangan Mempawah sebagai Kota Budaya Maritim. (wah)

Berita Terkait