Ragam Kuliner Nusantara, Makan Nasi Berlauk Nasi

Ragam Kuliner Nusantara, Makan Nasi Berlauk Nasi

  Senin, 23 July 2018 11:03
NUGGET : Ani menunjukkan beberapa olahan nugget, mulai dari nugget nasi, ubi, hingga keladi, dan buah merca yang disimpan di wadah hijau. MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kebanyakan nugget dibuat dari daging yang dihaluskan atau dicincang. Nugget pun dibentuk menjadi aneka bentuk yang menarik. Tapi bagaimana dengan nugget yang satu ini. Diolah dari nasi yang ditumbuk, nugget nasi pun sedap menjadi lauk. Spesialnya lagi, aroma dan rasanya khas dari buah merca. 

MARSITA RIANDINI, Pontianak

Siang itu,saya bertamu ke rumah Siti Rohani. Warga Dusun Tanjung Merpati, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau itu menyiapkan makan siang untuk saya. Ada yang menarik mata ketika melihat sajian lauknya. Ia menyajikan beberapa nugget yang sudah di potong. 

Berbeda dari nugget pada umumnya. Nugget ini terbuat dari olahan nasi. Sekilas tak tampak jika nugget yang dibentuk bulat pipih itu terbuat dari nasi yang ditumbuk. Namun, ketika sudah menggigitnya, baru terlihat nasi putih di dalamnya. Tapi, nugget nasi ini memang cocok untuk menjadi lauk makan nasi. “Buatnya sederhana sebenarnya. Nasi ditumbuk lalu ditambahkan bumbu,” ulas Siti Rohani, warga Dusun Merpati, Kembayan, Kabupaten Sanggau. 

Ibu dua anak ini pun memperlihatkan cara membuatnya. Ia mengambil semangkuk nasi putih, lalu di tumbuk menggunakan lesung. Menambahkan rasanya, wanita yang akrab disapa Ani ini menambahkan bumbu seperti gula, penyedap rasa, dan yang membuatnya berbeda dan istimewa dia menambahkan dengan buah merca. 

Tak banyak yang kenal dengan buah merca. Menurut Ani,  buah berbentuk bulat ini bisa ditemukan di beberapa daerah di Kalbar. Termasuk di tempat tinggalnya. Harga buah yang satu ini cukup mahal. Lima buah merca bisa dihargai Rp. 10 ribu. Bahkan jika tidak bermusim, uang Rp. 10 ribu hanya bisa membeli tiga buah merca saja. Satu buah merca bisa menghasilkan beberapa nugget nasi ini. 

Buah merca memiliki bau wangi dan khas. Masyarakat di sana kerap menjadikannya sebagai rempah, seperti membuat bakwan, dicampur dalam nasi goreng, ikan pindang, atau ditumbuk bersama daun ubi. Baru-baru ini Ani juga menambahkan merca pada bakso buatannya. Rasanya baksonya pun menjadi khas buah merca. “Bentuknya kayak buah karet gitu. Bulat. Kalau mau menggunakannya, buah itu di pecahkan dengan lesung, atau palu, “ paparnya. 

Bau wangi buah merca membuat Siti Rohani terinspirasi menyatukan buah merca dalam adonan nuggetnya. Buah merca dipecahkan lebih dulu kemudian ditumbuk. Tambahkan penyedap rasa, gula, dan nasi. Melengkapi citarasa nugget buatannya, Ani menambahkan bahan lain,  seperti irisan wortel dan daun sop atau seledri. “Adonan yang sudah setengah siap dibalur kembali dengan tepung roti, kemudian baru di goreng,” ujarnya.

Nugget dari campuran nasi, sayuran, dan buah merca menghadirkan sensasi rasa berbeda. Semakin nikmat disantap saat nugget baru digoreng karena wanginya begitu khas. Agar tahan lama, Anda bisa menyimpannya di dalam kulkas. “Nugget yang sudah diberi tepung roti itu bisa tahan lama jika disimpan di dalam kulkas. Begitu mau makannya, baru diambil dan digoreng,” ungkapnya. 

Ani memang senang mengolah tanaman yang ada di daerahnya menjadi aneka makanan yang sedap. Belum lama ini ia juga mengolah rebung menjadi isian kue bingka atau orang Pontianak menyebutnya kue bingke.

 Rebung yang sudah di rebus, dipotong kecil-kecil lalu dimasak dengan tambahan sayuran lainnya.  “Saya memang suka masak. Suka coba-coba bikin kue gitu. Nah kemarin bikin bingka manis. Lalu iseng nyoba bikin bingka asin dengan menambahkan sayuran, salah satunya rebung,” 

Ani tidak menyangka, bingka asin yang diberi rebung itu mendapat respon dari masyarakat sekitar rumahnya. Bahkan beberapa kali pesanan datang dari luar Kembayan, seperti ke Sanggau, dan Ke Balai Karangan. “Senang itu kalau banyak yang suka, meskipun masih terus memperbaiki rasa dan kualitas bingka saya ini,” pungkasnya. ** 

Berita Terkait