Puting Beliung Terjang Mempawah , Puluhan Rumah Hancur

Puting Beliung Terjang Mempawah , Puluhan Rumah Hancur

  Kamis, 25 February 2016 08:47
RUSAK: Salah satu rumah yang mengalami rusak berat akibat amuk angin puting beliung di Mempawah Timur. Tak ada korban jiwa, namun kerugian capai ratusan juta rupiah. WAHYU IZMIR/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Sebanyak 24 rumah warga Rt 16 dan Rt 17 Dusun Parit Banjar Darat, Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah rusak disapu angin puting beliung, Rabu (24/2) pukul 13.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post dilapangan, puting beliung yang menerjang kawasan pemukiman masyarakat Desa Parit Banjar tersebut terjadi dalam waktu singkat. Warga yang sedang beristirahat siang, tiba-tiba dikejutkan dengan suara gemuruh yang diikuti dengan sapuan angin kencang menerjang apa saja yang dilewatinya.Para korban yang sedang berada didalam rumah hanya bisa pasrah dalam kondisi itu. Mereka tidak berani keluar rumah, lantaran khawatir ikut tersapu puting beliung yang meluluh lantahkan bangunan rumah warga. Tak pelak, warga pun histeris sembari berdoa agar diberikan keselamatan dari amukan puting beliung.

Setelah kurang lebih sepuluh menit berselang, angin puting beliung pun berlalu. Angin tampak reda dengan menyisakan puing-puing bangunan yang rusak berantakan. Sebanyak 14 rumah mengalami kerusakan berat. Bagian atap bangunan rumah warga bersih disapu puting beliung. Sementara sepuluh rumah lainnya hanya mengalami kerusakan ringan.Selain merusak bangunan rumah warga, sapuan angin puting beliung juga merobohkan beberapa jenis pohon yang ada dilingkungan masyarakat setempat. Apalagi, wilayah tersebut memang lingkungan perkebunan yang menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar.

“Ketika angin puting beliung itu terjadi, saya dan anak-anak sedang berada didalam rumah. Saya sedang menidurkan anak. Tiba-tiba saja, entah dari mana datang suara gemuruh yang diikuti  angin kencang,” kenang Maryati bersama lima anaknya yang tampak histeris dan trauma pasca kejadian itu.“Kejadiannya berlangsung sangat cepat hanya dalam hitungan menit saja, atap rumah saya sudah beterbangan. Saya dan anak-anak pasrah didalam rumah. Anak-anak menangis ketakutan dan saya hanya bisa menenangkan dan berdoa. Bersyukur saya dan anak-anak selamat dari musibah ini,” lirihnya berlinang air mata menyaksikan atap rumahnya sudah rusak berantakan.

Sementara itu, Kepala Desa Parit Banjar, Marlito menerangkan musibah puting beliung yang menerjang lingkungan masyarakatnya merupakan kasus pertama kali terjadi. Dia pun mengatakan kerusakan bangunan rumah warga sangat parah.

“Dari data saya, ada 23 rumah yang rusak dengan kerugian materil mencapai ratusan juta rupiah. Para korban masih shock dengan musibah yang dialaminya. Apalagi kondisi rumah korban juga mengalami kerusakan parah,” tutur Marlito.Atas kejadian itu, Marlito pun berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah dan berbagai pihak terkait lainnya segera memberikan bantuan dan pertolongan kepada warganya yang menjadi korban sapuan angin puting beliung.

“Korban sangat mengharapkan bantuan baik berupa bahan makanan maupun material bangunan. Terutama material bangunan seperti seng dan kayu untuk mengganti bagian atap yang porak poranda di sapu puting beliung,” pintanya.Senada itu, Anggota DPRD Mempawah yang berdomisili di Desa Parit Banjar, Muhammad Faisal mengaku prihatin dengan musibah angin puting beliung yang memporak-porandakan 24 rumah warga. Dia pun mengingatkan agar pemerintah daerah segera melakukan penanganan kepada para korban.

“Dari pantauan dilokasi, sudah ada beberapa bantuan yang disalurkan seperti tenda, terpal hingga tikar. Namun, kita belum tahu bantuan tersebut dari dinas atau pihak lainnya,” tutur Legislator PDI Perjuangan itu.Saat ini, timpal Anggota DPRD Dapil Mempawah Hilir-Mempawah Timur itu menyebutkan, para korban masih kebingungan untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang mengalami kerusakan berat.

“Untuk malam ini kita belum tahu mereka akan beristirahat dimana. Bisa saja di rumah keluarga terdekat atau ditempat penampungan sementara,” ujar Anggota Komisi III itu.Mengetahui adanya musibah puting beliung diwilayahnya, Pemerintah Kabupaten Mempawah bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada para korban. Bantuan yang diberikan berupa bahan makanan dan peralatan yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosnakertrans terkait penyaluran bantuan. Kita data dulu korbannya, kemudian bantuan langsung disalurkan. Untuk bantuan berupa bahan makanan dan peralatan,” ungkap Kasubbid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BLHPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, SE.Didik menyebut saat ini, pihaknya telah membangun tenda penampungan sementara untuk menampung para korban angin puting beliung di Desa Parit Banjar. Namun, pihaknya belum memastikan rencana membangun dapur umum atau bantuan disalurkan secara langsung kepada korban.“Untuk bangunan rumah yang rusak sebanyak 24 buah. Masyarakat yang menjadi korban sebanyak 29 KK dengan 134 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” singkatnya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait