Puskesmas Sepekan Sekali Kemalingan

Puskesmas Sepekan Sekali Kemalingan

  Rabu, 1 June 2016 09:58
PERIKSA: Pegawai Puskesmas Mempawah Timur menunjukan bekas congkelan maling. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Jajaran pegawai di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mempawah Timur, harus meningkatkan pengamanan. Pasalnya, sejak dua pekan terkahir sudah dua kali tempat pelayanan kesehatan yang terletak di Jalan Bardanadi, Desa Antibar itu kemalingan. Kini, kasus kriminalitas itu telah dilaporkan ke Mapolsek Mempawah Timur.

Penanggungjawab Tata Usaha (TU) Puskesmas Mempawah Timur, Jhonni Sihombong, S. KM ditemui di kantornya pada Senin (30/5), membenarkan aksi maling di tempat kerjanya itu. Dia menceritakan, aksi tersebut pertama kali diketahui oleh Kepala Puskesmas yang menaruh curiga dengan bekas congkelan pada daun jendela di ruangan laboratorium Puskesmas.

“Pada bagian bawah daun jendela ada bekas congkelan. Kami menduga maling mencongkel bagian jendela untuk masuk kedalam puskesmas. Diperkirakan aksi maling terjadi pada Sabtu atau Minggu lalu, ketika libur kantor,” pendapat Jhonni.

Jhonni mengungkapkan aksi maling di Puskesmas Mempawah Timur bukan yang pertama kalinya. Pekan sebelumnya, maling juga beraksi di tempat kerjanya itu. Dalam aksinya, maling berhasil menggondol sebuah monitor kompoter.

“Pada aksi yang kedua ini, kami belum tahu barang apa yang diambil si maling. Kita masih menginvesntarisir untuk mengetahui barang yang dicuri,” tuturnya.

Lebih jauh, Jhonni mengaku Puskesmas Mempawah Timur kerap menjadi sasaran empuk maling. Dirinya mencatat sampai saat ini, sudah lebih dari lima kali terjadi kemalingan di Puskesmas tersebut.

“Tidak adanya petugas keamanan yang berjaga pada malam hari membuat maling leluasa menjebol kantor. Kami pun sedang memikirkan solusi terbaik agar kedepan tidak ada lagi kasus serupa di Puskesmas Mempawah Timur ini,” ucapnya.

Terakhir, Jhonni berharap pihak kepolisian segera mengungkap motif dan pelaku pencurian di Puskesmas Mempawah Timur tersebut. Agar, pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum.

“Memang tidak sampai menghambat atau mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun, kami berharap polisi segera meringkus pelakunya. Agar, kami bisa bekerja dengan tenang dan barang-barang milik puskesmas dalam keadaan aman,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait