Pusat Kuliner dan Sovenir Belum Beroperasi

Pusat Kuliner dan Sovenir Belum Beroperasi

  Selasa, 10 July 2018 10:00
PUSAT KULINER: Pembangunan pusat kuliner yang ada di Jalan Gajah Mada Kecamatan Putussibau Utara ini akan dilanjutkan pembangunannya dengan menggunakan dana APBD perubahan 2018 dan APBD 2019 nantinya. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Tahun 2017 lalu Kabupaten Kapuas Hulu mendapatkan bantuan dana APBN sebesar Rp455 juta dari Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk pembangunan pusat kuliner maupun sovenir khas Bumi Uncak Kapuas. Pusat kuliner dan sovenir tersebut rencananya bakal berdiri di Kelurahan Putussibau Kota, Kecamatan Putussibau Utara. 

Pembangunan yang menggunakan dana APBN tersebut dianggap sudah selesai, namun pembangunannya belum bisa dimanfaatkan karena masih ada beberapa bangunan lagi yang mesti dilanjutkan. “Jadi pembangunan ini masih dilanjutkan pada APBD perubahan 2018 yang anggaranya sudah disiapkan sebesar Rp200 juta dan APBD 2019 sudah diusulkan anggarnya sebesar Rp500 juta,” kata Sapril Ansari, kepala Bidang (Kabid) Usaha Mikro pada Dinas Perdagangan, UKM, dan Koperasi Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (9/7) di Putussibau. 

Sapril menjelaskan, untuk melanjutkan pembangunan tersebut, pihaknya pun masih menunggu surat hibah dari Kementerian dan menunggu hasil audit BPK dan Inpektorat Kabupaten. “Kami juga sudah mengirimkan surat permintaaan audit ke BPK. Sementara untuk surat hibah dari Kementrian, bulan Agustus ini akan diturunkan surat hibahnya,” ujarnya. 

Lanjut Sapril, pembangunan pusat kuliner dan sovenir Kapuas Hulu memang akan dilanjutkan. Diakui dia, masih banyak kekurangan, lantaran jika hanya mengandalkan dana APBN tersebut, pembangunan pusat kuliner tersebut belum mampu selesai seutuhnya. Sehingga, menurut dia, perlu ditopang dengan dana APBD untuk pembangunannya hingga selesai.  

“Pada APBD Perubahan 2018 nanti bangunan yang dilanjutkan itu untuk pembangunan kanopi, sementara di APBD 2019 itu untuk membuat drainase, papin blok, cor halaman, WC, listrik, dan air,” ujarnya. 

Di tahun 2019, pembangunan pusat kuliner tersebut dipastikan dia selesai dan akan ditempati pelaku usaha. Pasalnya, dia menambahkan, pembangunan pusat kuliner dan sovenir ini sebelumnya sudah dibangun sebanyak 50 lapak, untuk masyarakat menjual kuliner khas Kapuas Hulu. Namun meja yang sudah disediakan tersebut, diakui dia, belum diketahui siapa-siapa yang akan menempatinya. “Yang daftar memang sudah banyak, tapi kami belum bisa memastikannya, siapa yang berhak menempatinya karena kami juga harus menyeleksinya,” ungkapnya. 

Dengan adanya pembangunan pusat kuliner dan sovenir tersebut, dirinya yakin Kota Putussibau akan lebih berkembang lagi. Karena, menurut dia, pembangunan pusat kuliner dan sovenir tersebut memudahkan masyarakat dari luar atau turis asing maupun lokal, untuk mencari buah tangan khas Bumi Uncak Kapuas. 

“Jadi jika mereka (masyarakat, Red) luar yang ingin mencari makanan atau sovenir ciri khas Kapuas Hulu, mereka datang saja ke pusat kuliner tersebut,” pungkasnya. (aan)

Berita Terkait