Pungli Rp500 Juta

Pungli Rp500 Juta

  Jumat, 27 July 2018 10:00
GELEDAH. Penyidik di Cabjari Sanggau di Entikong menggeledah Kantor Desa Balai Karangan. (insert) Sejumlah dokumen penting di sita penyidik. FOTO CABJARI FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Oknum Kades Balka Tersangka

SANGGAU – Kamis (26/7) pagi kemarin, penyidik pada Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Sanggau di Entikong melakukan penggeledahan Kantor Desa Balai Karangan yang berlokasi di Jalan Bhakti, Kecamatan Sekayam. Penggeledahan tersebut terkait dengan kasus dugaan pungutan liar (Pungli).

Pungli yang dimaksudkan yakni berkaitan dengan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2017 di Kecamatan Sekayam senilai lebih dari Rp500 juta. Sementara terkait kasus ini, Kepala Desa Balai Karangan, Mulyati telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tersangka Mulyati ditegaskan langsung oleh Kacabjari Sanggau di Entikong, Akwan Annas kepada harian ini. Sedangkan penggeledahan pagi kemarin untuk menemukan bukti tambahan.

 “Kadesnya sudah kami tetapkan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang kami temukan sebelumnya. Hari ini, kami mencari bukti tambahan, seperti buku kas dan catatan pembayaran warga,” ungkapnya.

Akwan mengungkapkan bahwa modus yang digunakan dalam kasus ini adalah melalui penarikan biaya administrasi penerbitan sertifikat hak atas tanah di atas tarif yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp250 ribu per sertifikat.

 “Kades menarik pungutan antara Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta untuk setiap penerbitan sertifikat dalam program PTSL. Ada ratusan warga yang dipungut bayaran di atas ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Penggeledahan Kantor Desa Balai Karangan pagi kemarin berhasil mendapatkan dokumen pendukung. Untuk kepentingan pengembangan kasusnya dokumen-dokumen penting tersebut dibawa oleh penyidik.

Selain menggeledah kantor desa, penyidik juga bergerak menuju rumah pribadi milik Mulyati di Dusun Balai Karangan III. Di rumahnya tersebut, penyidik kembali menyita sejumlah buku catatan setoran penertiban sertifikat tanah warga.

Ditanya mengenai pemeriksaan tersangka, Akwan mengatakan rencananya Mulyati akan diperiksa sebagai tersangka pada Selasa (31/7). (sgg)

Berita Terkait