Pungli PTSL Rp500 Juta Diserahkan

Pungli PTSL Rp500 Juta Diserahkan

  Rabu, 17 Oktober 2018 08:48
Biaya ditetapkan pemerintah itu Rp250 ribu. Sedangkan MY menarik biaya antara Rp800 ribu – Rp1,5 juta setiap penerbitan sertifikat PTSL

Berita Terkait

SANGGAU – Kasus tipikor program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang menjerat Kepala Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam sudah masuk tahap dua. Demikian disampaikan Kacabjari Entikong, Akwan Anas.

Penyidik pada Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Sanggau di Entikong sudah merampungkan berkas perkara MY atas dugaan pungli senilai lebih dari lima ratus juta untuk program PTSL di Desa Balai Karangan tahun 2017.

 “(Hari ini) sudah tahap dua. Kemungkinan sepuluh hari kedepan berkasnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pontianak untuk penuntutan,” ujarnya Senin (15/10).

Diawal pemeriksaan, penyidik kejaksaan cukup kesulitan menggali keterangan saksi. Sebab, ada sejumlah oknum yang berupaya mempengaruhi dengan meminta saksi tidak datang.

 “Akhirnya kami datangi saksi untuk mendapatkan bukti-bukti pendukung. Dari pemeriksaan saksi dan alat bukti, sejauh ini baru satu tersangka yang kami tetapkan yakni MY,” katanya.

MY mengaku pungutan liar yang ditarik dari masyarakat digunakan untuk membiayai operasionalnya sebagai Kepala Desa. Modus yang digunakan MY yaitu menarik biaya penerbitan sertifikat hak atas tanah di atas ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

 “Biaya yang ditetapkan pemerintah itu dua ratus lima puluh ribu sedangkan MY menarik biaya antara delapan ratus ribu sampai satu juta lima ratus ribu untuk setiap penerbitan sertifikat PTSL,” ungkapnya.

Setidaknya, lanjut dia, ada empat ratusan sertifikat yang sudah selesai atau sudah diterbitkan. (sgg)

 

Berita Terkait